alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Kurang Papan Master Plan dan Papan Narasi

Ijen Geopark, Disparpora Gandeng Perhutani dan BKSDA

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi tengah mengusulkan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK) Ijen Raung Geopark menjadi kandidat Global Geopark UNESCO (GGU). Tiga  kecamatan di Bondowoso yang dimasukkan Ijen Geopark yaitu  Kecamatan Ijen, Kecamatan Cermee, dan Kecamatan Sumberwringin.

Untuk memperkuat usulan, Pemkab Bondowoso menjalin kerja sama lebih erat dengan Perum Perhutani dan BKSDA. Kini, kerja sama berbagai pihak diperkuat dengan sejumlah pertemuan. “Kami desk dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Nanti tanggal 26 Oktober 2020 kami adakan considering, koordinasi ke Bandung,” kata Retno Wulandari, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.

Total ada 16 OPD yang terlibat dalam pengajuan Ijen Geopark, salah satunya Disparpora. “Banyak syarat yang harus dipenuhi. Disparpora sendiri dari 84 syarat sudah sekitar 82 yang terpenuhi. Tinggal 2, yaitu papan master plan dan papan narasi,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, untuk memperkuat usulan itu, Disparpora Bondowoso bekerja sama dengan sejumlah pihak. “Selama ini kerja sama, MoU dengan Perhutani dan BKSDA, tiap dua tahun sekali ada review MoU-nya. Ini kebijakan nasional. Provinsi dan kabupaten masuk dalam MoU. Ini pengampunya ada beberapa OPD,” imbuh mantan Camat Tegal Ampel tersebut.

Kabid Pariwisata Arif Setyo Raharjo menambahkan, ada tiga fungsi Ijen Geopark. Antara lain konservasi, pariwisata, dan ekonomi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi tengah mengusulkan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK) Ijen Raung Geopark menjadi kandidat Global Geopark UNESCO (GGU). Tiga  kecamatan di Bondowoso yang dimasukkan Ijen Geopark yaitu  Kecamatan Ijen, Kecamatan Cermee, dan Kecamatan Sumberwringin.

Untuk memperkuat usulan, Pemkab Bondowoso menjalin kerja sama lebih erat dengan Perum Perhutani dan BKSDA. Kini, kerja sama berbagai pihak diperkuat dengan sejumlah pertemuan. “Kami desk dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Nanti tanggal 26 Oktober 2020 kami adakan considering, koordinasi ke Bandung,” kata Retno Wulandari, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.

Total ada 16 OPD yang terlibat dalam pengajuan Ijen Geopark, salah satunya Disparpora. “Banyak syarat yang harus dipenuhi. Disparpora sendiri dari 84 syarat sudah sekitar 82 yang terpenuhi. Tinggal 2, yaitu papan master plan dan papan narasi,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk memperkuat usulan itu, Disparpora Bondowoso bekerja sama dengan sejumlah pihak. “Selama ini kerja sama, MoU dengan Perhutani dan BKSDA, tiap dua tahun sekali ada review MoU-nya. Ini kebijakan nasional. Provinsi dan kabupaten masuk dalam MoU. Ini pengampunya ada beberapa OPD,” imbuh mantan Camat Tegal Ampel tersebut.

Kabid Pariwisata Arif Setyo Raharjo menambahkan, ada tiga fungsi Ijen Geopark. Antara lain konservasi, pariwisata, dan ekonomi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi tengah mengusulkan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK) Ijen Raung Geopark menjadi kandidat Global Geopark UNESCO (GGU). Tiga  kecamatan di Bondowoso yang dimasukkan Ijen Geopark yaitu  Kecamatan Ijen, Kecamatan Cermee, dan Kecamatan Sumberwringin.

Untuk memperkuat usulan, Pemkab Bondowoso menjalin kerja sama lebih erat dengan Perum Perhutani dan BKSDA. Kini, kerja sama berbagai pihak diperkuat dengan sejumlah pertemuan. “Kami desk dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Nanti tanggal 26 Oktober 2020 kami adakan considering, koordinasi ke Bandung,” kata Retno Wulandari, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.

Total ada 16 OPD yang terlibat dalam pengajuan Ijen Geopark, salah satunya Disparpora. “Banyak syarat yang harus dipenuhi. Disparpora sendiri dari 84 syarat sudah sekitar 82 yang terpenuhi. Tinggal 2, yaitu papan master plan dan papan narasi,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk memperkuat usulan itu, Disparpora Bondowoso bekerja sama dengan sejumlah pihak. “Selama ini kerja sama, MoU dengan Perhutani dan BKSDA, tiap dua tahun sekali ada review MoU-nya. Ini kebijakan nasional. Provinsi dan kabupaten masuk dalam MoU. Ini pengampunya ada beberapa OPD,” imbuh mantan Camat Tegal Ampel tersebut.

Kabid Pariwisata Arif Setyo Raharjo menambahkan, ada tiga fungsi Ijen Geopark. Antara lain konservasi, pariwisata, dan ekonomi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/