alexametrics
25.8 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Tak Kantongi Izin, tapi Kios Bisa Jualan Pupuk Subsidi

Permasalahan pupuk yang belum terselesaikan serta terus terjadi berulang setiap tahunnya membuat DPRD Bondowoso membentuk panitia khusus (pansus). Mereka sudah mulai melakukan aksinya, yaitu inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor. Akhirnya, ada hasilnya juga.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wakil Pansus Pupuk Bersubsidi DPRD Bondowoso, Ali Mansur, menyampaikan, para anggota KP3 yang terdiri atas Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag); Dinas Pertanian (Dispertan); Bagian Perekonomian, Kejaksaan, hingga Polres Bondowoso sudah dipanggil. Hal itu untuk membahas permasalahan serta solusi untuk tata niaga pupuk bersubsidi di Kota Tape.

BACA JUGA : Pemkab Bondowoso Larang Rekrutmen Honorer pada OPD

Dari pertemuan tersebut, disepakati anggota pansus dan KP3 terjun langsung ke lapangan. Bertujuan untuk memeriksa data secara langsung, kemudian mencocokkan dengan data yang dimiliki oleh Pemkab Jember. “Dimulai dari gudang pupuk yang membawahi wilayah-wilayah di Bondowoso,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ada empat gudang yang dikunjungi secara langsung. Serta sejumlah kios pupuk juga dilakukan sidak. Mirisnya, dari hal tersebut ditemukan salah satu toko yang sudah tidak menjadi kios. Namun, masih terdapat pupuk bersubsidi yang dijual kepada masyarakat.

Selain itu, ditemukan pula fakta bahwa terdapat sejumlah distributor yang sudah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi selama September hingga Desember mendatang. Namun, tidak ditemukan pupuk subsidi di gudang distributor tersebut. “Ada yang mirip kios, ada juga gudang yang seakan-akan tidak ada transaksi penjualan pupuk,” jelasnya.

Politisi PKB itu menilai, temuan pupuk adalah langkah awal bagi KP3, khususnya kejaksaan dan kepolisian, untuk mulai melakukan penyelidikan. Kemudian, menyelesaikan permasalahan pupuk bersubsidi di Bondowoso. Selain itu, pihaknya menegaskan, dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah distributor pupuk di Kota Tape. “Kami akan mintai keterangan atau klarifikasi, terkait carut-marutnya penjualan pupuk di Bondowoso,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KP3 Bondowoso Bambang Soekwanto sebelumnya menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah distributor dan kios yang nakal. Kemudian, memperbaiki tata niaga pupuk bersubsidi. Termasuk akan melakukan verifikasi faktual data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK). “Jangan sampai ada orang sudah meninggal dan tidak punya sawah dimasukkan dalam e-RDKK,” pungkasnya. (/c2/dwi)

 

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wakil Pansus Pupuk Bersubsidi DPRD Bondowoso, Ali Mansur, menyampaikan, para anggota KP3 yang terdiri atas Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag); Dinas Pertanian (Dispertan); Bagian Perekonomian, Kejaksaan, hingga Polres Bondowoso sudah dipanggil. Hal itu untuk membahas permasalahan serta solusi untuk tata niaga pupuk bersubsidi di Kota Tape.

BACA JUGA : Pemkab Bondowoso Larang Rekrutmen Honorer pada OPD

Dari pertemuan tersebut, disepakati anggota pansus dan KP3 terjun langsung ke lapangan. Bertujuan untuk memeriksa data secara langsung, kemudian mencocokkan dengan data yang dimiliki oleh Pemkab Jember. “Dimulai dari gudang pupuk yang membawahi wilayah-wilayah di Bondowoso,” katanya.

Ada empat gudang yang dikunjungi secara langsung. Serta sejumlah kios pupuk juga dilakukan sidak. Mirisnya, dari hal tersebut ditemukan salah satu toko yang sudah tidak menjadi kios. Namun, masih terdapat pupuk bersubsidi yang dijual kepada masyarakat.

Selain itu, ditemukan pula fakta bahwa terdapat sejumlah distributor yang sudah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi selama September hingga Desember mendatang. Namun, tidak ditemukan pupuk subsidi di gudang distributor tersebut. “Ada yang mirip kios, ada juga gudang yang seakan-akan tidak ada transaksi penjualan pupuk,” jelasnya.

Politisi PKB itu menilai, temuan pupuk adalah langkah awal bagi KP3, khususnya kejaksaan dan kepolisian, untuk mulai melakukan penyelidikan. Kemudian, menyelesaikan permasalahan pupuk bersubsidi di Bondowoso. Selain itu, pihaknya menegaskan, dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah distributor pupuk di Kota Tape. “Kami akan mintai keterangan atau klarifikasi, terkait carut-marutnya penjualan pupuk di Bondowoso,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KP3 Bondowoso Bambang Soekwanto sebelumnya menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah distributor dan kios yang nakal. Kemudian, memperbaiki tata niaga pupuk bersubsidi. Termasuk akan melakukan verifikasi faktual data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK). “Jangan sampai ada orang sudah meninggal dan tidak punya sawah dimasukkan dalam e-RDKK,” pungkasnya. (/c2/dwi)

 

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wakil Pansus Pupuk Bersubsidi DPRD Bondowoso, Ali Mansur, menyampaikan, para anggota KP3 yang terdiri atas Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag); Dinas Pertanian (Dispertan); Bagian Perekonomian, Kejaksaan, hingga Polres Bondowoso sudah dipanggil. Hal itu untuk membahas permasalahan serta solusi untuk tata niaga pupuk bersubsidi di Kota Tape.

BACA JUGA : Pemkab Bondowoso Larang Rekrutmen Honorer pada OPD

Dari pertemuan tersebut, disepakati anggota pansus dan KP3 terjun langsung ke lapangan. Bertujuan untuk memeriksa data secara langsung, kemudian mencocokkan dengan data yang dimiliki oleh Pemkab Jember. “Dimulai dari gudang pupuk yang membawahi wilayah-wilayah di Bondowoso,” katanya.

Ada empat gudang yang dikunjungi secara langsung. Serta sejumlah kios pupuk juga dilakukan sidak. Mirisnya, dari hal tersebut ditemukan salah satu toko yang sudah tidak menjadi kios. Namun, masih terdapat pupuk bersubsidi yang dijual kepada masyarakat.

Selain itu, ditemukan pula fakta bahwa terdapat sejumlah distributor yang sudah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi selama September hingga Desember mendatang. Namun, tidak ditemukan pupuk subsidi di gudang distributor tersebut. “Ada yang mirip kios, ada juga gudang yang seakan-akan tidak ada transaksi penjualan pupuk,” jelasnya.

Politisi PKB itu menilai, temuan pupuk adalah langkah awal bagi KP3, khususnya kejaksaan dan kepolisian, untuk mulai melakukan penyelidikan. Kemudian, menyelesaikan permasalahan pupuk bersubsidi di Bondowoso. Selain itu, pihaknya menegaskan, dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah distributor pupuk di Kota Tape. “Kami akan mintai keterangan atau klarifikasi, terkait carut-marutnya penjualan pupuk di Bondowoso,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KP3 Bondowoso Bambang Soekwanto sebelumnya menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah distributor dan kios yang nakal. Kemudian, memperbaiki tata niaga pupuk bersubsidi. Termasuk akan melakukan verifikasi faktual data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK). “Jangan sampai ada orang sudah meninggal dan tidak punya sawah dimasukkan dalam e-RDKK,” pungkasnya. (/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/