alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Program Wahana Tata Nugraha Dicanangkan di Jalan Achmad Yani Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso tahun ini tengah bersiap-siap menuju program Wahana Tata Nugraha (WTN). Sebanyak tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP); Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag); dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun saling bersinergi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Bondowoso Aris Agung mengungkapkan bahwa program WTN tersebut sebenarnya sudah lama dicanangkan dan dilombakan. Dalam program WTN ini, Pemkab Bondowoso memilih satu jalan saja yang dijadikan kawasan tertib lalu lintas, yakni Jalan Achmad Yani.

“Tahapannya step by step sudah kami lakukan. Tetapi, ketika pandemi melanda, dan para penjual dari alun-alun itu pindah ke Jalan Ahmad Yani, kami harus memberikan pengertian lagi kepada mereka. Untuk nantinya tetap akan ditertibkan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aris menuturkan bahwa sebelumnya sempat diwacanakan beberapa jalan lain. Seperti Jalan Diponegoro dan Jalan PB Sudirman. Namun, ketika Jalan Ahmad Yani belum tuntas permasalahannya, pihaknya tidak akan merambah ke jalan-jalan lainnya.

Sementara itu, lanjut dia, ada beberapa poin yang menjadi indikator WTN. Seperti kawasan tertib lalu lintas. “Ketika nantinya benar-benar diterapkan, ya, tidak boleh parkir sembarangan, tidak boleh pedagang jualan di bahu jalan, angka kecelakaan juga harus minim, dan penerapan tertib lalu lintasnya harus baik,” urainya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso tahun ini tengah bersiap-siap menuju program Wahana Tata Nugraha (WTN). Sebanyak tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP); Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag); dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun saling bersinergi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Bondowoso Aris Agung mengungkapkan bahwa program WTN tersebut sebenarnya sudah lama dicanangkan dan dilombakan. Dalam program WTN ini, Pemkab Bondowoso memilih satu jalan saja yang dijadikan kawasan tertib lalu lintas, yakni Jalan Achmad Yani.

“Tahapannya step by step sudah kami lakukan. Tetapi, ketika pandemi melanda, dan para penjual dari alun-alun itu pindah ke Jalan Ahmad Yani, kami harus memberikan pengertian lagi kepada mereka. Untuk nantinya tetap akan ditertibkan,” ujarnya.

Aris menuturkan bahwa sebelumnya sempat diwacanakan beberapa jalan lain. Seperti Jalan Diponegoro dan Jalan PB Sudirman. Namun, ketika Jalan Ahmad Yani belum tuntas permasalahannya, pihaknya tidak akan merambah ke jalan-jalan lainnya.

Sementara itu, lanjut dia, ada beberapa poin yang menjadi indikator WTN. Seperti kawasan tertib lalu lintas. “Ketika nantinya benar-benar diterapkan, ya, tidak boleh parkir sembarangan, tidak boleh pedagang jualan di bahu jalan, angka kecelakaan juga harus minim, dan penerapan tertib lalu lintasnya harus baik,” urainya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso tahun ini tengah bersiap-siap menuju program Wahana Tata Nugraha (WTN). Sebanyak tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP); Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag); dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun saling bersinergi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Bondowoso Aris Agung mengungkapkan bahwa program WTN tersebut sebenarnya sudah lama dicanangkan dan dilombakan. Dalam program WTN ini, Pemkab Bondowoso memilih satu jalan saja yang dijadikan kawasan tertib lalu lintas, yakni Jalan Achmad Yani.

“Tahapannya step by step sudah kami lakukan. Tetapi, ketika pandemi melanda, dan para penjual dari alun-alun itu pindah ke Jalan Ahmad Yani, kami harus memberikan pengertian lagi kepada mereka. Untuk nantinya tetap akan ditertibkan,” ujarnya.

Aris menuturkan bahwa sebelumnya sempat diwacanakan beberapa jalan lain. Seperti Jalan Diponegoro dan Jalan PB Sudirman. Namun, ketika Jalan Ahmad Yani belum tuntas permasalahannya, pihaknya tidak akan merambah ke jalan-jalan lainnya.

Sementara itu, lanjut dia, ada beberapa poin yang menjadi indikator WTN. Seperti kawasan tertib lalu lintas. “Ketika nantinya benar-benar diterapkan, ya, tidak boleh parkir sembarangan, tidak boleh pedagang jualan di bahu jalan, angka kecelakaan juga harus minim, dan penerapan tertib lalu lintasnya harus baik,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca