alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Hanya Sembilan Persen Peserta PPPK yang Lolos Tahap 1 di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dari 1.927 peserta yang mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), diketahui hanya 165 peserta yang mencapai passing grade atau nilai ambang batas untuk lolos pada tahap berikutnya. Jika dipersentasekan, jumlah peserta yang lolos hanya sembilan persen dari jumlah keseluruhan peserta yang ikut seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Sugiono Eksantoso mengakui, rendahnya capaian yang lolos ini disebabkan tingginya ketentuan passing grade dari pusat. Sementara, soal-soal yang harus dikerjakan mayoritas tak sesuai dengan kisi-kisi soal yang disampaikan. “Soalnya memang tak seperti yang dipelajari teman-teman guru tidak tetap (GTT). Kisi-kisi yang diberikan tak keluar sama sekali,” ungkapnya.

Dia menerangkan, jika dibandingkan dengan jumlah kuota Bondowoso sebanyak 1.918 pada seleksi PPPK ini, jumlah tersebut sangat jauh dan tak selaras dengan program pemerintah, yakni satu juta guru. Melihat kondisi ini, maka pihaknya mengaku bersurat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB). “Surat itu berisi permohonan agar menurunkan nilai ambang batas, khususnya kompetensi teknis,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, surat yang dikirim tersebut telah selaras dengan hasil komunikasi dengan PGRI Kabupaten Bondowoso dan Provinsi Jawa Timur.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua PGRI Kabupaten Bondowoso Dwi Windu Krisyanto. Menurut dia, keluhan tingginya nilai ambang batas pada seleksi tes PPPK dan sulitnya soal yang dikerjakan bukan hanya terjadi di Bondowoso. Melainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dari 1.927 peserta yang mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), diketahui hanya 165 peserta yang mencapai passing grade atau nilai ambang batas untuk lolos pada tahap berikutnya. Jika dipersentasekan, jumlah peserta yang lolos hanya sembilan persen dari jumlah keseluruhan peserta yang ikut seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Sugiono Eksantoso mengakui, rendahnya capaian yang lolos ini disebabkan tingginya ketentuan passing grade dari pusat. Sementara, soal-soal yang harus dikerjakan mayoritas tak sesuai dengan kisi-kisi soal yang disampaikan. “Soalnya memang tak seperti yang dipelajari teman-teman guru tidak tetap (GTT). Kisi-kisi yang diberikan tak keluar sama sekali,” ungkapnya.

Dia menerangkan, jika dibandingkan dengan jumlah kuota Bondowoso sebanyak 1.918 pada seleksi PPPK ini, jumlah tersebut sangat jauh dan tak selaras dengan program pemerintah, yakni satu juta guru. Melihat kondisi ini, maka pihaknya mengaku bersurat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB). “Surat itu berisi permohonan agar menurunkan nilai ambang batas, khususnya kompetensi teknis,” ujarnya.

Menurut dia, surat yang dikirim tersebut telah selaras dengan hasil komunikasi dengan PGRI Kabupaten Bondowoso dan Provinsi Jawa Timur.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua PGRI Kabupaten Bondowoso Dwi Windu Krisyanto. Menurut dia, keluhan tingginya nilai ambang batas pada seleksi tes PPPK dan sulitnya soal yang dikerjakan bukan hanya terjadi di Bondowoso. Melainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dari 1.927 peserta yang mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), diketahui hanya 165 peserta yang mencapai passing grade atau nilai ambang batas untuk lolos pada tahap berikutnya. Jika dipersentasekan, jumlah peserta yang lolos hanya sembilan persen dari jumlah keseluruhan peserta yang ikut seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Sugiono Eksantoso mengakui, rendahnya capaian yang lolos ini disebabkan tingginya ketentuan passing grade dari pusat. Sementara, soal-soal yang harus dikerjakan mayoritas tak sesuai dengan kisi-kisi soal yang disampaikan. “Soalnya memang tak seperti yang dipelajari teman-teman guru tidak tetap (GTT). Kisi-kisi yang diberikan tak keluar sama sekali,” ungkapnya.

Dia menerangkan, jika dibandingkan dengan jumlah kuota Bondowoso sebanyak 1.918 pada seleksi PPPK ini, jumlah tersebut sangat jauh dan tak selaras dengan program pemerintah, yakni satu juta guru. Melihat kondisi ini, maka pihaknya mengaku bersurat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB). “Surat itu berisi permohonan agar menurunkan nilai ambang batas, khususnya kompetensi teknis,” ujarnya.

Menurut dia, surat yang dikirim tersebut telah selaras dengan hasil komunikasi dengan PGRI Kabupaten Bondowoso dan Provinsi Jawa Timur.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua PGRI Kabupaten Bondowoso Dwi Windu Krisyanto. Menurut dia, keluhan tingginya nilai ambang batas pada seleksi tes PPPK dan sulitnya soal yang dikerjakan bukan hanya terjadi di Bondowoso. Melainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/