alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Berdalih Pandemi, Pendapatan Wisata Jauh dari Target

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir berakibat serius terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata di Bondowoso. PAD Kabupaten Bondowoso dari sektor pariwisata masih jauh dari target. Hingga pertengahan Agustus kemarin, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso baru menangkap sekitar Rp 50 juta.

Padahal potensi sebesar Rp 400 juta lebih dari sektor ini terancam lenyap. Selain sektor pariwisata, sektor retribusi pelayanan fasilitas olahraga pun masih mampet. Target PAD dan realisasi itu dijelaskan oleh Dodik Siregar, Pj Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso. “Retribusi lokasi pariwisata pun masih jauh dari target. Targetnya Rp 426 juta, sedangkan pendapatan wisata sampai tanggal 20 Agustus kemarin masih Rp 50 juta,” ungkap Dodik.

Efek penerapan PPKM darurat beberapa waktu lalu membuat seluruh lokasi wisata diharuskan tutup. Penutupan wisata itu membuat pemasukan untuk PAD Bondowoso belum bisa memenuhi target. “Rendahnya PAD dari sektor wisata ini karena efek PPKM. PAD dari wisata ini berasal dari tiket masuk dan retribusi parkir,” ucap Dodik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain PAD dari sektor wisata, sektor lokasi olahraga pun jauh dari target. Dodik mengaku, selama PPKM, lokasi olahraga juga tidak banyak disewa. Sebab, peraturan selama penerapan PPKM darurat mengharuskan menutup fasilitas olahraga. “Untuk retribusi pelayanan tempat olahraga targetnya Rp 25 juta. Tapi hingga Agustus kemarin masih Rp 7 juta yang masuk,” pungkas mantan camat Curahdami ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir berakibat serius terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata di Bondowoso. PAD Kabupaten Bondowoso dari sektor pariwisata masih jauh dari target. Hingga pertengahan Agustus kemarin, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso baru menangkap sekitar Rp 50 juta.

Padahal potensi sebesar Rp 400 juta lebih dari sektor ini terancam lenyap. Selain sektor pariwisata, sektor retribusi pelayanan fasilitas olahraga pun masih mampet. Target PAD dan realisasi itu dijelaskan oleh Dodik Siregar, Pj Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso. “Retribusi lokasi pariwisata pun masih jauh dari target. Targetnya Rp 426 juta, sedangkan pendapatan wisata sampai tanggal 20 Agustus kemarin masih Rp 50 juta,” ungkap Dodik.

Efek penerapan PPKM darurat beberapa waktu lalu membuat seluruh lokasi wisata diharuskan tutup. Penutupan wisata itu membuat pemasukan untuk PAD Bondowoso belum bisa memenuhi target. “Rendahnya PAD dari sektor wisata ini karena efek PPKM. PAD dari wisata ini berasal dari tiket masuk dan retribusi parkir,” ucap Dodik.

Selain PAD dari sektor wisata, sektor lokasi olahraga pun jauh dari target. Dodik mengaku, selama PPKM, lokasi olahraga juga tidak banyak disewa. Sebab, peraturan selama penerapan PPKM darurat mengharuskan menutup fasilitas olahraga. “Untuk retribusi pelayanan tempat olahraga targetnya Rp 25 juta. Tapi hingga Agustus kemarin masih Rp 7 juta yang masuk,” pungkas mantan camat Curahdami ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir berakibat serius terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata di Bondowoso. PAD Kabupaten Bondowoso dari sektor pariwisata masih jauh dari target. Hingga pertengahan Agustus kemarin, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso baru menangkap sekitar Rp 50 juta.

Padahal potensi sebesar Rp 400 juta lebih dari sektor ini terancam lenyap. Selain sektor pariwisata, sektor retribusi pelayanan fasilitas olahraga pun masih mampet. Target PAD dan realisasi itu dijelaskan oleh Dodik Siregar, Pj Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso. “Retribusi lokasi pariwisata pun masih jauh dari target. Targetnya Rp 426 juta, sedangkan pendapatan wisata sampai tanggal 20 Agustus kemarin masih Rp 50 juta,” ungkap Dodik.

Efek penerapan PPKM darurat beberapa waktu lalu membuat seluruh lokasi wisata diharuskan tutup. Penutupan wisata itu membuat pemasukan untuk PAD Bondowoso belum bisa memenuhi target. “Rendahnya PAD dari sektor wisata ini karena efek PPKM. PAD dari wisata ini berasal dari tiket masuk dan retribusi parkir,” ucap Dodik.

Selain PAD dari sektor wisata, sektor lokasi olahraga pun jauh dari target. Dodik mengaku, selama PPKM, lokasi olahraga juga tidak banyak disewa. Sebab, peraturan selama penerapan PPKM darurat mengharuskan menutup fasilitas olahraga. “Untuk retribusi pelayanan tempat olahraga targetnya Rp 25 juta. Tapi hingga Agustus kemarin masih Rp 7 juta yang masuk,” pungkas mantan camat Curahdami ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/