alexametrics
26.8 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Menengok Hasil Kerajinan Para Warga Binaan Lapas Kelas II B Bondowoso

Konsisten Produksi Kaligrafi dari Balik Jeruji Kaligrafi Islam merupakan seni artistik yang menampilkan seni lukis aksara Arab yang bernuansa Islami. Tak hanya menggunakan media kertas, tetapi juga pada banyak media lainnya. Salah satunya dengan ukiran kayu. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Bondowoso, kaligrafi Islam dibuat dengan media kayu oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tiga orang berpakaian warna biru gelap sedang sibuk mengolah lembaran kayu-kayu itu di ruangan bimbingan kerja (bimker). Ketiganya dilatih untuk dapat mengolah kayu menjadi sebuah karya seni kaligrafi. Dengan itu, nantinya para WBP tersebut memiliki keterampilan kerja sebelum kembali ke masyarakat.

Satu warga binaan bertugas mendesain kaligrafi yang akan dikerjakan nantinya. Seorang lainnya mulai mengerjakan dengan mengukir ataupun mengampelas kayu. Setelah itu, barulah proses pengecatan dengan cat khusus kayu.

“Para WBP ini kami berikan keterampilan kerja, salah satunya membuat kaligrafi berbahan dasar kayu. WBP yang sudah bisa mengerjakan dan ahli, nantinya akan memberikan atau menularkan ilmunya kepada WBP lainnya,” beber Kalapas Bondowoso Sarwito.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah seorang WBP yang mengerjakan kerajinan kaligrafi tersebut sebelumnya memang memiliki keterampilan di bidang olah kayu. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja) Denny Dwijaya. Menurut dia, bakat dan keterampilan yang dimiliki WBP sebelum masuk ke lapas harus tetap dijaga.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tiga orang berpakaian warna biru gelap sedang sibuk mengolah lembaran kayu-kayu itu di ruangan bimbingan kerja (bimker). Ketiganya dilatih untuk dapat mengolah kayu menjadi sebuah karya seni kaligrafi. Dengan itu, nantinya para WBP tersebut memiliki keterampilan kerja sebelum kembali ke masyarakat.

Satu warga binaan bertugas mendesain kaligrafi yang akan dikerjakan nantinya. Seorang lainnya mulai mengerjakan dengan mengukir ataupun mengampelas kayu. Setelah itu, barulah proses pengecatan dengan cat khusus kayu.

“Para WBP ini kami berikan keterampilan kerja, salah satunya membuat kaligrafi berbahan dasar kayu. WBP yang sudah bisa mengerjakan dan ahli, nantinya akan memberikan atau menularkan ilmunya kepada WBP lainnya,” beber Kalapas Bondowoso Sarwito.

Salah seorang WBP yang mengerjakan kerajinan kaligrafi tersebut sebelumnya memang memiliki keterampilan di bidang olah kayu. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja) Denny Dwijaya. Menurut dia, bakat dan keterampilan yang dimiliki WBP sebelum masuk ke lapas harus tetap dijaga.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tiga orang berpakaian warna biru gelap sedang sibuk mengolah lembaran kayu-kayu itu di ruangan bimbingan kerja (bimker). Ketiganya dilatih untuk dapat mengolah kayu menjadi sebuah karya seni kaligrafi. Dengan itu, nantinya para WBP tersebut memiliki keterampilan kerja sebelum kembali ke masyarakat.

Satu warga binaan bertugas mendesain kaligrafi yang akan dikerjakan nantinya. Seorang lainnya mulai mengerjakan dengan mengukir ataupun mengampelas kayu. Setelah itu, barulah proses pengecatan dengan cat khusus kayu.

“Para WBP ini kami berikan keterampilan kerja, salah satunya membuat kaligrafi berbahan dasar kayu. WBP yang sudah bisa mengerjakan dan ahli, nantinya akan memberikan atau menularkan ilmunya kepada WBP lainnya,” beber Kalapas Bondowoso Sarwito.

Salah seorang WBP yang mengerjakan kerajinan kaligrafi tersebut sebelumnya memang memiliki keterampilan di bidang olah kayu. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja) Denny Dwijaya. Menurut dia, bakat dan keterampilan yang dimiliki WBP sebelum masuk ke lapas harus tetap dijaga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca