alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Beredar Isu Harga Daging Sapi Anjlok

Pedagang Akui Ada Penurunan Minat Pembeli

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Penyakit mulut dan kuku (PMK) tak hanya berdampak pada hewan ternak. Harga daging pun merosot tajam. Di Pasar Induk Bondowoso harganya malah amburadul karena isu yang dimainkan spekulan.

BACA JUGA : Jasad Pemancing yang Hanyut di Sungai Lumajang Ketemu di Pantai Paseban

Para penjual daging yang risi dengan adanya isu tersebut sempat membuat tantangan. Termasuk Rais, salah satu pedagang yang belakangan ini cukup sepi peminat. Menurutnya, isu itu berpengaruh pada harga normal yang ada di Pasar Induk Bondowoso. “Kami tantang, jika ada yang jual Rp 40 ribu dengan kualitas daging yang bagus, biar tak beli semuanya,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Rais, isu tersebut tidak lain hanya untuk mematikan penjualan daging sapi. Apalagi saat ini keberadaan virus penyakit hewan tersebut belum mereda. Sehingga, memiliki pengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat. “Ini dari pukul 09.00, hingga sekarang tidak ada yang beli sama sekali,” ucapnya, siang kemarin.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Penyakit mulut dan kuku (PMK) tak hanya berdampak pada hewan ternak. Harga daging pun merosot tajam. Di Pasar Induk Bondowoso harganya malah amburadul karena isu yang dimainkan spekulan.

BACA JUGA : Jasad Pemancing yang Hanyut di Sungai Lumajang Ketemu di Pantai Paseban

Para penjual daging yang risi dengan adanya isu tersebut sempat membuat tantangan. Termasuk Rais, salah satu pedagang yang belakangan ini cukup sepi peminat. Menurutnya, isu itu berpengaruh pada harga normal yang ada di Pasar Induk Bondowoso. “Kami tantang, jika ada yang jual Rp 40 ribu dengan kualitas daging yang bagus, biar tak beli semuanya,” terangnya.

Menurut Rais, isu tersebut tidak lain hanya untuk mematikan penjualan daging sapi. Apalagi saat ini keberadaan virus penyakit hewan tersebut belum mereda. Sehingga, memiliki pengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat. “Ini dari pukul 09.00, hingga sekarang tidak ada yang beli sama sekali,” ucapnya, siang kemarin.

DABASAH, Radar Ijen – Penyakit mulut dan kuku (PMK) tak hanya berdampak pada hewan ternak. Harga daging pun merosot tajam. Di Pasar Induk Bondowoso harganya malah amburadul karena isu yang dimainkan spekulan.

BACA JUGA : Jasad Pemancing yang Hanyut di Sungai Lumajang Ketemu di Pantai Paseban

Para penjual daging yang risi dengan adanya isu tersebut sempat membuat tantangan. Termasuk Rais, salah satu pedagang yang belakangan ini cukup sepi peminat. Menurutnya, isu itu berpengaruh pada harga normal yang ada di Pasar Induk Bondowoso. “Kami tantang, jika ada yang jual Rp 40 ribu dengan kualitas daging yang bagus, biar tak beli semuanya,” terangnya.

Menurut Rais, isu tersebut tidak lain hanya untuk mematikan penjualan daging sapi. Apalagi saat ini keberadaan virus penyakit hewan tersebut belum mereda. Sehingga, memiliki pengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat. “Ini dari pukul 09.00, hingga sekarang tidak ada yang beli sama sekali,” ucapnya, siang kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/