alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Dua PC Nyatakan Sikap Walk Out

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – PGRI Bondowoso akhirnya mengadakan rapat pleno resmi dengan seluruh pengurus cabang (PC) pada tanggal 17 Juni lalu di Gedung Guru Indonesia, Tegalampel. Sebagai tindak lanjut, gerakan 12 PC yang sebelumnya mendesak adanya Kongres Luar Biasa (KLB) dengan tuntutan 12 poin.

Rapat pleno tersebut menjadi forum resmi organisasi untuk menanggapi aspirasi berbagai elemen guna mengambil langkah ke depan pasca-mundurnya Ketua PGRI Bondowoso yang lama, Mulyono. Rapat pleno tersebut juga dihadiri beberapa pengurus PGRI Jawa Timur, seperti Ketua PGRI Jatim Teguh Sumarmo, Sekretaris Umum Sudarmadji, dan Wakil Ketua Bambang Sucipto serta Sumarto.

Windu Krisyanto, Plt Ketua PGRI Bondowoso, menyampaikan, kegiatan PGRI berjalan normal selama lima bulan terakhir. Meskipun diwarnai dengan mundurnya Mulyono. “Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Bondowoso mengangkat tema Ijen Geopark Go to School dan GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan, Red) yang merupakan bentuk sinergisitas PGRI dengan Disparpora Bondowoso dan sekolah-sekolah,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sisi lain, Teguh Sumarmo mengapresiasi berbagai program yang sudah dijalankan. “Terutama telah tuntasnya penyelenggaraan konferensi cabang se-Kabupaten Bondowoso di bulan Juni ini. PGRI organisasi besar yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan. Masih banyak hal besar dan krusial yang harus ditangani PGRI.” jelas Teguh.

Sudarhmadji menambahkan bahwa hasil Konkab PGRI Bondowoso sudah sah dan memiliki kekuatan hukum. Pengurus PGRI Bondowoso telah melaporkan kegiatan organisasi dengan bagus dilengkapi bukti-bukti pendukung, berjalan normal, dan tidak terganggu oleh masalah. “Berkaitan dengan mundurnya Ketua PGRI Bondowoso, maka langkah Pengurus PGRI Kabupaten Bondowoso sudah benar sesuai AD/ART,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – PGRI Bondowoso akhirnya mengadakan rapat pleno resmi dengan seluruh pengurus cabang (PC) pada tanggal 17 Juni lalu di Gedung Guru Indonesia, Tegalampel. Sebagai tindak lanjut, gerakan 12 PC yang sebelumnya mendesak adanya Kongres Luar Biasa (KLB) dengan tuntutan 12 poin.

Rapat pleno tersebut menjadi forum resmi organisasi untuk menanggapi aspirasi berbagai elemen guna mengambil langkah ke depan pasca-mundurnya Ketua PGRI Bondowoso yang lama, Mulyono. Rapat pleno tersebut juga dihadiri beberapa pengurus PGRI Jawa Timur, seperti Ketua PGRI Jatim Teguh Sumarmo, Sekretaris Umum Sudarmadji, dan Wakil Ketua Bambang Sucipto serta Sumarto.

Windu Krisyanto, Plt Ketua PGRI Bondowoso, menyampaikan, kegiatan PGRI berjalan normal selama lima bulan terakhir. Meskipun diwarnai dengan mundurnya Mulyono. “Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Bondowoso mengangkat tema Ijen Geopark Go to School dan GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan, Red) yang merupakan bentuk sinergisitas PGRI dengan Disparpora Bondowoso dan sekolah-sekolah,” paparnya.

Di sisi lain, Teguh Sumarmo mengapresiasi berbagai program yang sudah dijalankan. “Terutama telah tuntasnya penyelenggaraan konferensi cabang se-Kabupaten Bondowoso di bulan Juni ini. PGRI organisasi besar yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan. Masih banyak hal besar dan krusial yang harus ditangani PGRI.” jelas Teguh.

Sudarhmadji menambahkan bahwa hasil Konkab PGRI Bondowoso sudah sah dan memiliki kekuatan hukum. Pengurus PGRI Bondowoso telah melaporkan kegiatan organisasi dengan bagus dilengkapi bukti-bukti pendukung, berjalan normal, dan tidak terganggu oleh masalah. “Berkaitan dengan mundurnya Ketua PGRI Bondowoso, maka langkah Pengurus PGRI Kabupaten Bondowoso sudah benar sesuai AD/ART,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – PGRI Bondowoso akhirnya mengadakan rapat pleno resmi dengan seluruh pengurus cabang (PC) pada tanggal 17 Juni lalu di Gedung Guru Indonesia, Tegalampel. Sebagai tindak lanjut, gerakan 12 PC yang sebelumnya mendesak adanya Kongres Luar Biasa (KLB) dengan tuntutan 12 poin.

Rapat pleno tersebut menjadi forum resmi organisasi untuk menanggapi aspirasi berbagai elemen guna mengambil langkah ke depan pasca-mundurnya Ketua PGRI Bondowoso yang lama, Mulyono. Rapat pleno tersebut juga dihadiri beberapa pengurus PGRI Jawa Timur, seperti Ketua PGRI Jatim Teguh Sumarmo, Sekretaris Umum Sudarmadji, dan Wakil Ketua Bambang Sucipto serta Sumarto.

Windu Krisyanto, Plt Ketua PGRI Bondowoso, menyampaikan, kegiatan PGRI berjalan normal selama lima bulan terakhir. Meskipun diwarnai dengan mundurnya Mulyono. “Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Bondowoso mengangkat tema Ijen Geopark Go to School dan GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan, Red) yang merupakan bentuk sinergisitas PGRI dengan Disparpora Bondowoso dan sekolah-sekolah,” paparnya.

Di sisi lain, Teguh Sumarmo mengapresiasi berbagai program yang sudah dijalankan. “Terutama telah tuntasnya penyelenggaraan konferensi cabang se-Kabupaten Bondowoso di bulan Juni ini. PGRI organisasi besar yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan. Masih banyak hal besar dan krusial yang harus ditangani PGRI.” jelas Teguh.

Sudarhmadji menambahkan bahwa hasil Konkab PGRI Bondowoso sudah sah dan memiliki kekuatan hukum. Pengurus PGRI Bondowoso telah melaporkan kegiatan organisasi dengan bagus dilengkapi bukti-bukti pendukung, berjalan normal, dan tidak terganggu oleh masalah. “Berkaitan dengan mundurnya Ketua PGRI Bondowoso, maka langkah Pengurus PGRI Kabupaten Bondowoso sudah benar sesuai AD/ART,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/