alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ada Apa dengan Kalipait?

Ditutup dan Dipasang Kawat Berduri

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wisata alam geologi Kalipait yang berada di Kecamatan Ijen, sementara waktu tak bisa dikunjungi wisatawan. Akses menuju situs yang masuk dalam Ijen Geopark wilayah Bondowoso tersebut ditutup untuk sementara.

Beberapa hari belakangan, viral video yang menunjukkan Kalipait ditutup dengan kawat berduri di sosial media. Pengunjung pun menyayangkan hal tersebut. Sebab, Kalipait menjadi salah satu jujukan wisata favorit di wilayah Ijen, selain Kawah Wurung, Kawah Ijen, dan Black Lava Plalangan.

Hal itu dibenarkan oleh Plh Kepala BKSDA Wilayah III Jember Purwantono ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin. Menurutnya, pemasangan kawat berduri dan banner atau spanduk larangan pungli itu sudah dipasang sejak jauh hari. “Sudah kami pasang sejak tanggal 20 Mei lalu. Karena adanya praktik pungutan liar di Kalipait,” kata Purwantono.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia pun menambahkan, praktik pungli di destinasi wisata yang masuk dalam wilayah BKSDA Wilayah III Jember masih belum beres. “Itu sebenarnya ada spanduk larangan pungli yang terpasang, karena kami bertujuan mengantisipasi adanya pungli yang terjadi,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wisata alam geologi Kalipait yang berada di Kecamatan Ijen, sementara waktu tak bisa dikunjungi wisatawan. Akses menuju situs yang masuk dalam Ijen Geopark wilayah Bondowoso tersebut ditutup untuk sementara.

Beberapa hari belakangan, viral video yang menunjukkan Kalipait ditutup dengan kawat berduri di sosial media. Pengunjung pun menyayangkan hal tersebut. Sebab, Kalipait menjadi salah satu jujukan wisata favorit di wilayah Ijen, selain Kawah Wurung, Kawah Ijen, dan Black Lava Plalangan.

Hal itu dibenarkan oleh Plh Kepala BKSDA Wilayah III Jember Purwantono ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin. Menurutnya, pemasangan kawat berduri dan banner atau spanduk larangan pungli itu sudah dipasang sejak jauh hari. “Sudah kami pasang sejak tanggal 20 Mei lalu. Karena adanya praktik pungutan liar di Kalipait,” kata Purwantono.

Dia pun menambahkan, praktik pungli di destinasi wisata yang masuk dalam wilayah BKSDA Wilayah III Jember masih belum beres. “Itu sebenarnya ada spanduk larangan pungli yang terpasang, karena kami bertujuan mengantisipasi adanya pungli yang terjadi,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wisata alam geologi Kalipait yang berada di Kecamatan Ijen, sementara waktu tak bisa dikunjungi wisatawan. Akses menuju situs yang masuk dalam Ijen Geopark wilayah Bondowoso tersebut ditutup untuk sementara.

Beberapa hari belakangan, viral video yang menunjukkan Kalipait ditutup dengan kawat berduri di sosial media. Pengunjung pun menyayangkan hal tersebut. Sebab, Kalipait menjadi salah satu jujukan wisata favorit di wilayah Ijen, selain Kawah Wurung, Kawah Ijen, dan Black Lava Plalangan.

Hal itu dibenarkan oleh Plh Kepala BKSDA Wilayah III Jember Purwantono ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin. Menurutnya, pemasangan kawat berduri dan banner atau spanduk larangan pungli itu sudah dipasang sejak jauh hari. “Sudah kami pasang sejak tanggal 20 Mei lalu. Karena adanya praktik pungutan liar di Kalipait,” kata Purwantono.

Dia pun menambahkan, praktik pungli di destinasi wisata yang masuk dalam wilayah BKSDA Wilayah III Jember masih belum beres. “Itu sebenarnya ada spanduk larangan pungli yang terpasang, karena kami bertujuan mengantisipasi adanya pungli yang terjadi,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/