alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Satpol PP Segel Baliho Kantor Pos yang Tunggak Pajak

Setelah Bertahun-tahun Baru Ditertibkan

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Ternyata tak semua papan reklame yang berada di pusat kota Bondowoso patuh membayar pajak. Buktinya, masih ada saja papan reklame yang membandel. Salah satunya yang berada di samping Kantor Pos Cabang Bondowoso.

Baca Juga : Tembuskan Pasar Global, Mendag Ingatkan Pelaku UMKM Tingkatkan Daya Saing

Pemilik papan reklame tersebut sudah tidak membayar retribusi pajak selama beberapa tahun terakhir. Dengan berbekal data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satpol PP Bondowoso langsung menyegel papan reklame yang berdekatan dengan pusat kota itu, Kamis (21/4) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penyegelan dilakukan karena pemilik papan baliho berukuran raksasa itu diketahui tidak membayar retribusi pajak selama empat tahun. Kepala Satpol PP Bondowoso Slamet Yantoko menerangkan, selama empat tahun menunggak retribusi pajak.

Hal itu juga menambah catatan kelam bocornya pendapatan asli daerah (PAD) yang semestinya didapatkan pemkab. Pasalnya, besaran pajak yang harus dibayar terbilang cukup besar, yakni sebesar Rp 6 juta setiap tahunnya. “Tinggal kalikan empat tahun,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Ternyata tak semua papan reklame yang berada di pusat kota Bondowoso patuh membayar pajak. Buktinya, masih ada saja papan reklame yang membandel. Salah satunya yang berada di samping Kantor Pos Cabang Bondowoso.

Baca Juga : Tembuskan Pasar Global, Mendag Ingatkan Pelaku UMKM Tingkatkan Daya Saing

Pemilik papan reklame tersebut sudah tidak membayar retribusi pajak selama beberapa tahun terakhir. Dengan berbekal data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satpol PP Bondowoso langsung menyegel papan reklame yang berdekatan dengan pusat kota itu, Kamis (21/4) kemarin.

Penyegelan dilakukan karena pemilik papan baliho berukuran raksasa itu diketahui tidak membayar retribusi pajak selama empat tahun. Kepala Satpol PP Bondowoso Slamet Yantoko menerangkan, selama empat tahun menunggak retribusi pajak.

Hal itu juga menambah catatan kelam bocornya pendapatan asli daerah (PAD) yang semestinya didapatkan pemkab. Pasalnya, besaran pajak yang harus dibayar terbilang cukup besar, yakni sebesar Rp 6 juta setiap tahunnya. “Tinggal kalikan empat tahun,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

DABASAH, Radar Ijen – Ternyata tak semua papan reklame yang berada di pusat kota Bondowoso patuh membayar pajak. Buktinya, masih ada saja papan reklame yang membandel. Salah satunya yang berada di samping Kantor Pos Cabang Bondowoso.

Baca Juga : Tembuskan Pasar Global, Mendag Ingatkan Pelaku UMKM Tingkatkan Daya Saing

Pemilik papan reklame tersebut sudah tidak membayar retribusi pajak selama beberapa tahun terakhir. Dengan berbekal data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satpol PP Bondowoso langsung menyegel papan reklame yang berdekatan dengan pusat kota itu, Kamis (21/4) kemarin.

Penyegelan dilakukan karena pemilik papan baliho berukuran raksasa itu diketahui tidak membayar retribusi pajak selama empat tahun. Kepala Satpol PP Bondowoso Slamet Yantoko menerangkan, selama empat tahun menunggak retribusi pajak.

Hal itu juga menambah catatan kelam bocornya pendapatan asli daerah (PAD) yang semestinya didapatkan pemkab. Pasalnya, besaran pajak yang harus dibayar terbilang cukup besar, yakni sebesar Rp 6 juta setiap tahunnya. “Tinggal kalikan empat tahun,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/