alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pedagang Sore Memilih Tahan Diri

Polemik Pedagang di Pasar Induk Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kontroversi kebijakan relokasi pedagang sore Pasar Induk Bondowoso tak kunjung menemukan titik terang. Kendati demikian, pedagang mengaku akan terus bersabar dan tak akan putus asa dalam memperoleh keadilan.

“Kami akan terus berusaha sebelum menemukan solusi. Karena ini urusan perut,” ujar seorang pedagang pasar sore, Endang Ganarsih.

Pedagang ayam tersebut mengaku kecewa dengan kebijakan yang dibuat oleh Pemkab Bondowoso. Dia menilai, langkah pemkab belum berpihak kepada pedagang kecil. Hingga mengancam mata pencahariannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami kecewa, cukup kecewa dengan pemerintah kabupaten. Masih belum berpihak kepada pedagang kecil seperti kami,” imbuhnya.

Bagi Endang, di masa pandemi sekarang ini, penjualannya pun cukup pontang-panting. Terlebih, kebutuhan ekonomi semakin berat. Bahkan, dirinya menyebut, semua pedagang sore yang jumlahnya sekitar 25 orang, kini ekonominya memburuk akibat sekitar 3 bulan tidak berjualan.  “Ekonomi kami semakin memburuk. Tapi, belum ada solusinya dari pemerintah,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kontroversi kebijakan relokasi pedagang sore Pasar Induk Bondowoso tak kunjung menemukan titik terang. Kendati demikian, pedagang mengaku akan terus bersabar dan tak akan putus asa dalam memperoleh keadilan.

“Kami akan terus berusaha sebelum menemukan solusi. Karena ini urusan perut,” ujar seorang pedagang pasar sore, Endang Ganarsih.

Pedagang ayam tersebut mengaku kecewa dengan kebijakan yang dibuat oleh Pemkab Bondowoso. Dia menilai, langkah pemkab belum berpihak kepada pedagang kecil. Hingga mengancam mata pencahariannya.

“Kami kecewa, cukup kecewa dengan pemerintah kabupaten. Masih belum berpihak kepada pedagang kecil seperti kami,” imbuhnya.

Bagi Endang, di masa pandemi sekarang ini, penjualannya pun cukup pontang-panting. Terlebih, kebutuhan ekonomi semakin berat. Bahkan, dirinya menyebut, semua pedagang sore yang jumlahnya sekitar 25 orang, kini ekonominya memburuk akibat sekitar 3 bulan tidak berjualan.  “Ekonomi kami semakin memburuk. Tapi, belum ada solusinya dari pemerintah,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kontroversi kebijakan relokasi pedagang sore Pasar Induk Bondowoso tak kunjung menemukan titik terang. Kendati demikian, pedagang mengaku akan terus bersabar dan tak akan putus asa dalam memperoleh keadilan.

“Kami akan terus berusaha sebelum menemukan solusi. Karena ini urusan perut,” ujar seorang pedagang pasar sore, Endang Ganarsih.

Pedagang ayam tersebut mengaku kecewa dengan kebijakan yang dibuat oleh Pemkab Bondowoso. Dia menilai, langkah pemkab belum berpihak kepada pedagang kecil. Hingga mengancam mata pencahariannya.

“Kami kecewa, cukup kecewa dengan pemerintah kabupaten. Masih belum berpihak kepada pedagang kecil seperti kami,” imbuhnya.

Bagi Endang, di masa pandemi sekarang ini, penjualannya pun cukup pontang-panting. Terlebih, kebutuhan ekonomi semakin berat. Bahkan, dirinya menyebut, semua pedagang sore yang jumlahnya sekitar 25 orang, kini ekonominya memburuk akibat sekitar 3 bulan tidak berjualan.  “Ekonomi kami semakin memburuk. Tapi, belum ada solusinya dari pemerintah,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/