alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Belum Ada yang Angkat Bendera Putih

Terkait Pemberian THR Keagamaan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pekerja buruh. Aturannya tertuang dalam surat edaran (SE) tentang pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya keagamaan tahun 2021 bagi pekerja/buruh di perusahaan dari Kemenaker.

Sampai saat ini, perusahaan di Bondowoso belum ada yang angkat bendera putih. Artinya, dianggap seluruh perusahaan siap memberikan THR.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Nunung Setianingsih mengatakan, pemberian THR 2021 mengacu pada SE yang telah dikeluarkan, baik dari Kemenaker maupun gubernur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Langkah selanjutnya, DPMPTSP akan melaporkan ke Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin serta melakukan tahap sinkronisasi. “Sebelum ditetapkan, kami akan sinkronkan SE itu dengan kondisi (perusahaan) di Bondowoso,” katanya.

Nunung melanjutkan, saat ini pihaknya masih menunggu SE gubernur mengenai THR 2021. Sebab, SE gubernur tentang THR masih belum turun. “Sembari menunggu SE gubernur, kami akan menurunkan petugas ke perusahaan-perusahaan untuk memberikan informasi kaitannya dengan SE Kemenaker tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021,” ujarnya.

Tak dimungkiri, sejumlah sektor usaha terpukul akibat pandemi Covid-19. Sehingga, ia meminta perusahaan dan buruh berunding untuk mencari solusi atau kesepakatan dalam pemberian THR 2021. Sementara, sesuai aturan THR wajib diberikan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Kalau sudah ada kesepakatan dalam pemberian THR, segera laporkan kepada kami,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pekerja buruh. Aturannya tertuang dalam surat edaran (SE) tentang pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya keagamaan tahun 2021 bagi pekerja/buruh di perusahaan dari Kemenaker.

Sampai saat ini, perusahaan di Bondowoso belum ada yang angkat bendera putih. Artinya, dianggap seluruh perusahaan siap memberikan THR.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Nunung Setianingsih mengatakan, pemberian THR 2021 mengacu pada SE yang telah dikeluarkan, baik dari Kemenaker maupun gubernur.

Langkah selanjutnya, DPMPTSP akan melaporkan ke Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin serta melakukan tahap sinkronisasi. “Sebelum ditetapkan, kami akan sinkronkan SE itu dengan kondisi (perusahaan) di Bondowoso,” katanya.

Nunung melanjutkan, saat ini pihaknya masih menunggu SE gubernur mengenai THR 2021. Sebab, SE gubernur tentang THR masih belum turun. “Sembari menunggu SE gubernur, kami akan menurunkan petugas ke perusahaan-perusahaan untuk memberikan informasi kaitannya dengan SE Kemenaker tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021,” ujarnya.

Tak dimungkiri, sejumlah sektor usaha terpukul akibat pandemi Covid-19. Sehingga, ia meminta perusahaan dan buruh berunding untuk mencari solusi atau kesepakatan dalam pemberian THR 2021. Sementara, sesuai aturan THR wajib diberikan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Kalau sudah ada kesepakatan dalam pemberian THR, segera laporkan kepada kami,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pekerja buruh. Aturannya tertuang dalam surat edaran (SE) tentang pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya keagamaan tahun 2021 bagi pekerja/buruh di perusahaan dari Kemenaker.

Sampai saat ini, perusahaan di Bondowoso belum ada yang angkat bendera putih. Artinya, dianggap seluruh perusahaan siap memberikan THR.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Nunung Setianingsih mengatakan, pemberian THR 2021 mengacu pada SE yang telah dikeluarkan, baik dari Kemenaker maupun gubernur.

Langkah selanjutnya, DPMPTSP akan melaporkan ke Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin serta melakukan tahap sinkronisasi. “Sebelum ditetapkan, kami akan sinkronkan SE itu dengan kondisi (perusahaan) di Bondowoso,” katanya.

Nunung melanjutkan, saat ini pihaknya masih menunggu SE gubernur mengenai THR 2021. Sebab, SE gubernur tentang THR masih belum turun. “Sembari menunggu SE gubernur, kami akan menurunkan petugas ke perusahaan-perusahaan untuk memberikan informasi kaitannya dengan SE Kemenaker tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021,” ujarnya.

Tak dimungkiri, sejumlah sektor usaha terpukul akibat pandemi Covid-19. Sehingga, ia meminta perusahaan dan buruh berunding untuk mencari solusi atau kesepakatan dalam pemberian THR 2021. Sementara, sesuai aturan THR wajib diberikan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Kalau sudah ada kesepakatan dalam pemberian THR, segera laporkan kepada kami,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/