alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Bupati Bondowoso Diperiksa Terkait Laporannya atas Ketua DPRD Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya aksi saling lapor serta aksi demonstrasi, kini giliran kepolisian yang mulai beraksi. Bupati Bondowoso Kiai Salwa, kemarin (21/3), datang ke Polres Bondowoso untuk memenuhi pemanggilan.

Baca Juga : Tegaskan Komitmen Pergerakan dan Persyarikatan

Pemanggilan Bupati Bondowoso tersebut tidak lain untuk dimintai keterangan terkait aduannya atas Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir. Sebelumnya, Sabtu, (12/3) Bupati Bondowoso melalui kuasa hukumnya melayangkan laporan ke Polres Bondowoso terkait pernyataannya yang diduga mengandung unsur pencemaran nama baik dirinya, dari video yang beredar luas di media sosial.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kiai Salwa datang ke Polres sekitar pukul 07.30. Dengan mengenakan kopiah, pria nomor satu di Bondowoso itu didampingi kuasa hukumnya. Dalam pemeriksaan tersebut, setidaknya terdapat 30 pertanyaan yang ditujukan kepada Kiai Salwa oleh penyidik. Bupati Bondowoso ini pun keluar sekitar pukul 10.00, sehingga pemeriksaan setidaknya berlangsung selama 2,5 jam.

Salah satu pertanyaan penyidik ke Kiai Salwa adalah bagaimana mengetahui terkait adanya video yang diduga mencemarkan nama baiknya tersebut. “Klarifikasi laporan saya ke polres, dengan apa yang disampaikan Pak Dhafir, tentang pencemaran nama baik saya,” ucap Kiai Salwa ketika dikonfirmasi sejumlah awak media.

Selain itu, dirinya juga menuturkan, masyarakat harus tetap tenang dan tidak terpancing dengan konflik yang sedang terjadi. Mengingat saat ini perkara tersebut sudah ditangani oleh pihak berwajib. “Saya yakin kepolisian akan bersifat profesional dan proporsional,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko menjelaskan, pemanggilan ini dalam rangka interogasi atas pelaporan yang dibuat oleh Bupati Kiai Salwa dan diserahkan melalui kuasa hukumnya. Pihaknya melakukan klarifikasi berkaitan dengan materi-materi aduan yang disampaikan oleh bupati. “Kami masih mencari kaitan dengan alat bukti, perkenaan unsur-unsurnya dengan sangkaan terhadap laporan polisi yang dibuat oleh pihak beliau,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya aksi saling lapor serta aksi demonstrasi, kini giliran kepolisian yang mulai beraksi. Bupati Bondowoso Kiai Salwa, kemarin (21/3), datang ke Polres Bondowoso untuk memenuhi pemanggilan.

Baca Juga : Tegaskan Komitmen Pergerakan dan Persyarikatan

Pemanggilan Bupati Bondowoso tersebut tidak lain untuk dimintai keterangan terkait aduannya atas Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir. Sebelumnya, Sabtu, (12/3) Bupati Bondowoso melalui kuasa hukumnya melayangkan laporan ke Polres Bondowoso terkait pernyataannya yang diduga mengandung unsur pencemaran nama baik dirinya, dari video yang beredar luas di media sosial.

Kiai Salwa datang ke Polres sekitar pukul 07.30. Dengan mengenakan kopiah, pria nomor satu di Bondowoso itu didampingi kuasa hukumnya. Dalam pemeriksaan tersebut, setidaknya terdapat 30 pertanyaan yang ditujukan kepada Kiai Salwa oleh penyidik. Bupati Bondowoso ini pun keluar sekitar pukul 10.00, sehingga pemeriksaan setidaknya berlangsung selama 2,5 jam.

Salah satu pertanyaan penyidik ke Kiai Salwa adalah bagaimana mengetahui terkait adanya video yang diduga mencemarkan nama baiknya tersebut. “Klarifikasi laporan saya ke polres, dengan apa yang disampaikan Pak Dhafir, tentang pencemaran nama baik saya,” ucap Kiai Salwa ketika dikonfirmasi sejumlah awak media.

Selain itu, dirinya juga menuturkan, masyarakat harus tetap tenang dan tidak terpancing dengan konflik yang sedang terjadi. Mengingat saat ini perkara tersebut sudah ditangani oleh pihak berwajib. “Saya yakin kepolisian akan bersifat profesional dan proporsional,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko menjelaskan, pemanggilan ini dalam rangka interogasi atas pelaporan yang dibuat oleh Bupati Kiai Salwa dan diserahkan melalui kuasa hukumnya. Pihaknya melakukan klarifikasi berkaitan dengan materi-materi aduan yang disampaikan oleh bupati. “Kami masih mencari kaitan dengan alat bukti, perkenaan unsur-unsurnya dengan sangkaan terhadap laporan polisi yang dibuat oleh pihak beliau,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya aksi saling lapor serta aksi demonstrasi, kini giliran kepolisian yang mulai beraksi. Bupati Bondowoso Kiai Salwa, kemarin (21/3), datang ke Polres Bondowoso untuk memenuhi pemanggilan.

Baca Juga : Tegaskan Komitmen Pergerakan dan Persyarikatan

Pemanggilan Bupati Bondowoso tersebut tidak lain untuk dimintai keterangan terkait aduannya atas Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir. Sebelumnya, Sabtu, (12/3) Bupati Bondowoso melalui kuasa hukumnya melayangkan laporan ke Polres Bondowoso terkait pernyataannya yang diduga mengandung unsur pencemaran nama baik dirinya, dari video yang beredar luas di media sosial.

Kiai Salwa datang ke Polres sekitar pukul 07.30. Dengan mengenakan kopiah, pria nomor satu di Bondowoso itu didampingi kuasa hukumnya. Dalam pemeriksaan tersebut, setidaknya terdapat 30 pertanyaan yang ditujukan kepada Kiai Salwa oleh penyidik. Bupati Bondowoso ini pun keluar sekitar pukul 10.00, sehingga pemeriksaan setidaknya berlangsung selama 2,5 jam.

Salah satu pertanyaan penyidik ke Kiai Salwa adalah bagaimana mengetahui terkait adanya video yang diduga mencemarkan nama baiknya tersebut. “Klarifikasi laporan saya ke polres, dengan apa yang disampaikan Pak Dhafir, tentang pencemaran nama baik saya,” ucap Kiai Salwa ketika dikonfirmasi sejumlah awak media.

Selain itu, dirinya juga menuturkan, masyarakat harus tetap tenang dan tidak terpancing dengan konflik yang sedang terjadi. Mengingat saat ini perkara tersebut sudah ditangani oleh pihak berwajib. “Saya yakin kepolisian akan bersifat profesional dan proporsional,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko menjelaskan, pemanggilan ini dalam rangka interogasi atas pelaporan yang dibuat oleh Bupati Kiai Salwa dan diserahkan melalui kuasa hukumnya. Pihaknya melakukan klarifikasi berkaitan dengan materi-materi aduan yang disampaikan oleh bupati. “Kami masih mencari kaitan dengan alat bukti, perkenaan unsur-unsurnya dengan sangkaan terhadap laporan polisi yang dibuat oleh pihak beliau,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/