alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Sudah Ajukan 1,7 M untuk CCTV

Kualitas Kamera Harus Jernih dan Miliki Teknologi ANPR

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengadaan kamera pengawas (CCTV) berkualitas canggih untuk penerapan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) sebenarnya telah dianggarkan pada APBD Bondowoso 2020. Namun, karena ada kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, pengadaan CCTV itu pun tertunda.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Sudiyono, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso. Menurutnya, pengadaan CCTV sudah menjadi rencana dalam tata kelola lalu lintas di Bondowoso.
“APBD Bondowoso 2020 diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Walhasil, rencana pengadaan CCTV batal terealisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Sudiyono mengatakan, pada 2020, pihaknya berencana membeli dua CCTV berspesifikasi tinggi sebagai penunjang penerapan tilang elektronik. Salah satu CCTV itu bakal dipasang di traffic light Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kota.
“Dalam pengadaan CCTV, kami mengajukan anggaran di APBD 2021 berkisar Rp 1,7 miliar. Harga CCTV itu memang mahal karena punya spek canggih dan beresolusi tinggi,” sebutnya.
Dirinya menambahkan, pada 2021, pengadaan CCTV juga belum bisa dipastikan dapat terealisasi. “Ke depan, bakal ada pembicaraan lebih lanjut terkait penerapan ETLE,” bebernya.
Sebelumnya, AKP Didik Sugiarto, Kasatlantas Polres Bondowoso, menjelaskan bahwa alat penunjang dalam penerapan ETLE salah satunya adalah kamera pengawas (CCTV) dengan spesifikasi canggih.
Spek yang dimaksud, mumpuni merekam video ataupun foto pengendara yang melanggar aturan lalu lintas secara jelas, alias resolusinya tinggi. “Selain itu, memiliki teknologi ANPR (automatic number plate recognition). Teknologi ANPR ini memudahkan petugas untuk mengidentifikasi pelanggar dari nopol,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebenarnya beberapa ruas jalan di Bondowoso sudah dipantau kamera pengawas. Namun, spek kamera yang digunakan terbilang rendah, sehingga tidak bisa digunakan untuk tilang elektronik.
“CCTV itu untuk memantau arus lalu lintas saja. Ada dua CCTV pemantau arus lalu lintas yang telah terpasang di simpang empat pengairan dan simpang tiga Kenari. Kami punya kantor command center untuk memantau arus lalu lintas,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengadaan kamera pengawas (CCTV) berkualitas canggih untuk penerapan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) sebenarnya telah dianggarkan pada APBD Bondowoso 2020. Namun, karena ada kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, pengadaan CCTV itu pun tertunda.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Sudiyono, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso. Menurutnya, pengadaan CCTV sudah menjadi rencana dalam tata kelola lalu lintas di Bondowoso.
“APBD Bondowoso 2020 diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Walhasil, rencana pengadaan CCTV batal terealisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Sudiyono mengatakan, pada 2020, pihaknya berencana membeli dua CCTV berspesifikasi tinggi sebagai penunjang penerapan tilang elektronik. Salah satu CCTV itu bakal dipasang di traffic light Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kota.
“Dalam pengadaan CCTV, kami mengajukan anggaran di APBD 2021 berkisar Rp 1,7 miliar. Harga CCTV itu memang mahal karena punya spek canggih dan beresolusi tinggi,” sebutnya.
Dirinya menambahkan, pada 2021, pengadaan CCTV juga belum bisa dipastikan dapat terealisasi. “Ke depan, bakal ada pembicaraan lebih lanjut terkait penerapan ETLE,” bebernya.
Sebelumnya, AKP Didik Sugiarto, Kasatlantas Polres Bondowoso, menjelaskan bahwa alat penunjang dalam penerapan ETLE salah satunya adalah kamera pengawas (CCTV) dengan spesifikasi canggih.
Spek yang dimaksud, mumpuni merekam video ataupun foto pengendara yang melanggar aturan lalu lintas secara jelas, alias resolusinya tinggi. “Selain itu, memiliki teknologi ANPR (automatic number plate recognition). Teknologi ANPR ini memudahkan petugas untuk mengidentifikasi pelanggar dari nopol,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebenarnya beberapa ruas jalan di Bondowoso sudah dipantau kamera pengawas. Namun, spek kamera yang digunakan terbilang rendah, sehingga tidak bisa digunakan untuk tilang elektronik.
“CCTV itu untuk memantau arus lalu lintas saja. Ada dua CCTV pemantau arus lalu lintas yang telah terpasang di simpang empat pengairan dan simpang tiga Kenari. Kami punya kantor command center untuk memantau arus lalu lintas,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengadaan kamera pengawas (CCTV) berkualitas canggih untuk penerapan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) sebenarnya telah dianggarkan pada APBD Bondowoso 2020. Namun, karena ada kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, pengadaan CCTV itu pun tertunda.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Sudiyono, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso. Menurutnya, pengadaan CCTV sudah menjadi rencana dalam tata kelola lalu lintas di Bondowoso.
“APBD Bondowoso 2020 diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Walhasil, rencana pengadaan CCTV batal terealisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Sudiyono mengatakan, pada 2020, pihaknya berencana membeli dua CCTV berspesifikasi tinggi sebagai penunjang penerapan tilang elektronik. Salah satu CCTV itu bakal dipasang di traffic light Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kota.
“Dalam pengadaan CCTV, kami mengajukan anggaran di APBD 2021 berkisar Rp 1,7 miliar. Harga CCTV itu memang mahal karena punya spek canggih dan beresolusi tinggi,” sebutnya.
Dirinya menambahkan, pada 2021, pengadaan CCTV juga belum bisa dipastikan dapat terealisasi. “Ke depan, bakal ada pembicaraan lebih lanjut terkait penerapan ETLE,” bebernya.
Sebelumnya, AKP Didik Sugiarto, Kasatlantas Polres Bondowoso, menjelaskan bahwa alat penunjang dalam penerapan ETLE salah satunya adalah kamera pengawas (CCTV) dengan spesifikasi canggih.
Spek yang dimaksud, mumpuni merekam video ataupun foto pengendara yang melanggar aturan lalu lintas secara jelas, alias resolusinya tinggi. “Selain itu, memiliki teknologi ANPR (automatic number plate recognition). Teknologi ANPR ini memudahkan petugas untuk mengidentifikasi pelanggar dari nopol,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebenarnya beberapa ruas jalan di Bondowoso sudah dipantau kamera pengawas. Namun, spek kamera yang digunakan terbilang rendah, sehingga tidak bisa digunakan untuk tilang elektronik.
“CCTV itu untuk memantau arus lalu lintas saja. Ada dua CCTV pemantau arus lalu lintas yang telah terpasang di simpang empat pengairan dan simpang tiga Kenari. Kami punya kantor command center untuk memantau arus lalu lintas,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/