alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pamor Janda Bolong Turun

Penjualan Tak Seperti Awal Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa tanaman hias sempat naik daun ketika awal pandemi Covid-19. Sebut saja salah satunya janda bolong. Namun, tren memburu janda bolong meredup. Bisa dibilang pamornya turun. Kini, masyarakat banyak yang membeli tanaman hias seperti mawar, anggrek, dan lainnya.
Samijo, 47, salah seorang penjual tanaman hias keliling, menyampaikan, saat ini tidak ada lagi tanaman hias yang menjadi jawara. Semuanya sama-sama dicari oleh para pembeli. Hal itu dari analisis jualan kelilingnya. “Selain masyarakat tidak mencari yang istimewa, kini penjualannya menurun juga,” ujarnya.
Pengalamannya, saat ini penjualan mengalami penurunan drastis. Bahkan, hampir 50 persen dari penjualan sebelumnya. “Dulu aku jualan dua sampai tiga hari sudah habis. Sekarang empat hari, lima hari, masih banyak,” ungkapnya.
Dijelaskannya, saat ini para pembeli tidak terfokus pada jenis tanaman hias yang populer saja. Misalnya, jika dulu banyak yang mencari jenis janda bolong, keladi, atau begonia, kini masyarakat mencari tanaman merata. “Gak tertuju pada satu jenis tanaman hias gitu. Gak bisa ditentukan yang paling dicari orang sekarang,” ungkap pria yang akrab disapa Pak No ini.
Lebih lanjut, Pak No mengungkapkan, pola pembelian masyarakat juga mengalami perubahan. Kalau sebelumnya, orang akan membeli tanaman yang mahal dan paling banyak dicari. Untuk saat ini, masyarakat lebih memilih membeli jenis tanaman dengan harga terjangkau.
“Kalau dulu yang dikejar barang yang mahal-mahal. Kalau sekarang yang murah-murah dulu. Berbanding terbalik dengan yang terjadi sebelumnya,” tegasnya.
Bahkan, saat ini para pembeli lebih memilih membeli tanaman hias berupa mawar. Tanaman tersebut memang harganya masih terjangkau. Perawatannya juga tergolong mudah. “Sekarang cuma mawar itu yang agak rame,” tandasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa tanaman hias sempat naik daun ketika awal pandemi Covid-19. Sebut saja salah satunya janda bolong. Namun, tren memburu janda bolong meredup. Bisa dibilang pamornya turun. Kini, masyarakat banyak yang membeli tanaman hias seperti mawar, anggrek, dan lainnya.
Samijo, 47, salah seorang penjual tanaman hias keliling, menyampaikan, saat ini tidak ada lagi tanaman hias yang menjadi jawara. Semuanya sama-sama dicari oleh para pembeli. Hal itu dari analisis jualan kelilingnya. “Selain masyarakat tidak mencari yang istimewa, kini penjualannya menurun juga,” ujarnya.
Pengalamannya, saat ini penjualan mengalami penurunan drastis. Bahkan, hampir 50 persen dari penjualan sebelumnya. “Dulu aku jualan dua sampai tiga hari sudah habis. Sekarang empat hari, lima hari, masih banyak,” ungkapnya.
Dijelaskannya, saat ini para pembeli tidak terfokus pada jenis tanaman hias yang populer saja. Misalnya, jika dulu banyak yang mencari jenis janda bolong, keladi, atau begonia, kini masyarakat mencari tanaman merata. “Gak tertuju pada satu jenis tanaman hias gitu. Gak bisa ditentukan yang paling dicari orang sekarang,” ungkap pria yang akrab disapa Pak No ini.
Lebih lanjut, Pak No mengungkapkan, pola pembelian masyarakat juga mengalami perubahan. Kalau sebelumnya, orang akan membeli tanaman yang mahal dan paling banyak dicari. Untuk saat ini, masyarakat lebih memilih membeli jenis tanaman dengan harga terjangkau.
“Kalau dulu yang dikejar barang yang mahal-mahal. Kalau sekarang yang murah-murah dulu. Berbanding terbalik dengan yang terjadi sebelumnya,” tegasnya.
Bahkan, saat ini para pembeli lebih memilih membeli tanaman hias berupa mawar. Tanaman tersebut memang harganya masih terjangkau. Perawatannya juga tergolong mudah. “Sekarang cuma mawar itu yang agak rame,” tandasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa tanaman hias sempat naik daun ketika awal pandemi Covid-19. Sebut saja salah satunya janda bolong. Namun, tren memburu janda bolong meredup. Bisa dibilang pamornya turun. Kini, masyarakat banyak yang membeli tanaman hias seperti mawar, anggrek, dan lainnya.
Samijo, 47, salah seorang penjual tanaman hias keliling, menyampaikan, saat ini tidak ada lagi tanaman hias yang menjadi jawara. Semuanya sama-sama dicari oleh para pembeli. Hal itu dari analisis jualan kelilingnya. “Selain masyarakat tidak mencari yang istimewa, kini penjualannya menurun juga,” ujarnya.
Pengalamannya, saat ini penjualan mengalami penurunan drastis. Bahkan, hampir 50 persen dari penjualan sebelumnya. “Dulu aku jualan dua sampai tiga hari sudah habis. Sekarang empat hari, lima hari, masih banyak,” ungkapnya.
Dijelaskannya, saat ini para pembeli tidak terfokus pada jenis tanaman hias yang populer saja. Misalnya, jika dulu banyak yang mencari jenis janda bolong, keladi, atau begonia, kini masyarakat mencari tanaman merata. “Gak tertuju pada satu jenis tanaman hias gitu. Gak bisa ditentukan yang paling dicari orang sekarang,” ungkap pria yang akrab disapa Pak No ini.
Lebih lanjut, Pak No mengungkapkan, pola pembelian masyarakat juga mengalami perubahan. Kalau sebelumnya, orang akan membeli tanaman yang mahal dan paling banyak dicari. Untuk saat ini, masyarakat lebih memilih membeli jenis tanaman dengan harga terjangkau.
“Kalau dulu yang dikejar barang yang mahal-mahal. Kalau sekarang yang murah-murah dulu. Berbanding terbalik dengan yang terjadi sebelumnya,” tegasnya.
Bahkan, saat ini para pembeli lebih memilih membeli tanaman hias berupa mawar. Tanaman tersebut memang harganya masih terjangkau. Perawatannya juga tergolong mudah. “Sekarang cuma mawar itu yang agak rame,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/