alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Mulai Lakukan Fogging di Sejumlah Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

TAMAN KROCOK, Radar Ijen – Memasuki musim penghujan awal tahun, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai bermunculan di Bondowoso. Sejumlah desa pun sudah mulai menjadi sasaran pengasapan atau fogging. Salah satunya di Desa Paguan Kecamatan Taman Krocok.

Desa Paguan menjadi sasaran fogging dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Sebab sebelumnya di desa tersebut sudah terdapat warga yang terkonfirmasi DBD. Fogging dilakukan di rumah pasien dan sekitar rumahnya dengan radius 100 meter. “Fogging dilakukan di kediaman warga yang terkena DBD,” ujar Kepala Puskesmas Taman Krocok dr Ita Afrianti Dewi.

Berdasarkan catatan Dinkes Bondowoso, sudah ada tiga warga yang meninggal dunia setelah terkena DBD. Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Mohammad Imron mengimbau, selain menabur bubuk abate di tiap-tiap rumah, warga juga harus melakukan langkah pencegahan secara mandiri. “Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, jentik-jentik yang ada di air tidak bisa di-fogging sehingga masih mungkin nantinya berkembang biak menjadi nyamuk dewasa,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Imron menambahkan petugas Dinkes sudah berupaya keras untuk mencegah dan mengatasi DBD. “Tetapi petugas juga terbatas sehingga peran masyarakat lebih penting dalam upaya memberantas nyamuk Aedes aegypti,” lanjut Imron.

- Advertisement -

TAMAN KROCOK, Radar Ijen – Memasuki musim penghujan awal tahun, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai bermunculan di Bondowoso. Sejumlah desa pun sudah mulai menjadi sasaran pengasapan atau fogging. Salah satunya di Desa Paguan Kecamatan Taman Krocok.

Desa Paguan menjadi sasaran fogging dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Sebab sebelumnya di desa tersebut sudah terdapat warga yang terkonfirmasi DBD. Fogging dilakukan di rumah pasien dan sekitar rumahnya dengan radius 100 meter. “Fogging dilakukan di kediaman warga yang terkena DBD,” ujar Kepala Puskesmas Taman Krocok dr Ita Afrianti Dewi.

Berdasarkan catatan Dinkes Bondowoso, sudah ada tiga warga yang meninggal dunia setelah terkena DBD. Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Mohammad Imron mengimbau, selain menabur bubuk abate di tiap-tiap rumah, warga juga harus melakukan langkah pencegahan secara mandiri. “Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, jentik-jentik yang ada di air tidak bisa di-fogging sehingga masih mungkin nantinya berkembang biak menjadi nyamuk dewasa,” ujarnya.

Imron menambahkan petugas Dinkes sudah berupaya keras untuk mencegah dan mengatasi DBD. “Tetapi petugas juga terbatas sehingga peran masyarakat lebih penting dalam upaya memberantas nyamuk Aedes aegypti,” lanjut Imron.

TAMAN KROCOK, Radar Ijen – Memasuki musim penghujan awal tahun, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai bermunculan di Bondowoso. Sejumlah desa pun sudah mulai menjadi sasaran pengasapan atau fogging. Salah satunya di Desa Paguan Kecamatan Taman Krocok.

Desa Paguan menjadi sasaran fogging dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Sebab sebelumnya di desa tersebut sudah terdapat warga yang terkonfirmasi DBD. Fogging dilakukan di rumah pasien dan sekitar rumahnya dengan radius 100 meter. “Fogging dilakukan di kediaman warga yang terkena DBD,” ujar Kepala Puskesmas Taman Krocok dr Ita Afrianti Dewi.

Berdasarkan catatan Dinkes Bondowoso, sudah ada tiga warga yang meninggal dunia setelah terkena DBD. Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Mohammad Imron mengimbau, selain menabur bubuk abate di tiap-tiap rumah, warga juga harus melakukan langkah pencegahan secara mandiri. “Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, jentik-jentik yang ada di air tidak bisa di-fogging sehingga masih mungkin nantinya berkembang biak menjadi nyamuk dewasa,” ujarnya.

Imron menambahkan petugas Dinkes sudah berupaya keras untuk mencegah dan mengatasi DBD. “Tetapi petugas juga terbatas sehingga peran masyarakat lebih penting dalam upaya memberantas nyamuk Aedes aegypti,” lanjut Imron.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/