alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Jumlah Penerima KPM PKH di Bondowoso Bisa Berubah

Belum Pastikan Jumlah Kuota Penerima Tahun Ini

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tidak bisa selamanya mendapatkan bantuan tersebut. Seperti yang terjadi di Bondowoso selama 2021 lalu, sejumlah penerima melakukan pengunduran diri atau graduasi karena beberapa hal. Pasalnya, untuk mendapatkan program ini memang harus memenuhi beberapa komponen yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah menjelaskan, terdapat dua macam graduasi yang dapat menyebabkan penerima tidak dapat menerima program ini. Di antaranya graduasi murni yang secara otomatis dilakukan oleh sistem. “Karena sudah tidak punya komponen,” katanya.

Beberapa komponen itu di antaranya harus memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan, memiliki balita, ibu hamil, lansia dan disabilitas. Jika beberapa komponen tersebut tidak ada lagi dalam KPM, maka secara alamiah akan melakukan graduasi. Tetapi jika dalam satu keluarga semua komponen tersebut dimiliki, maka minimal empat komponen yang ada dalam bantuan, diambil yang paling tinggi kebutuhannya. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemudian yang kedua adalah graduasi mandiri atau penerima menyatakan untuk mengundurkan diri karena dinilai sudah mampu dan lain sebagainya. “Jadi mereka sendiri yang menyatakan saya mundur dari PKH,” jelasnya.

Selama 2021 lalu, menurut Anis, ada sejumlah orang yang melakukan graduasi tahun ini. Walaupun demikian pihaknya tidak menyebutkan secara rinci berapa jumlah graduasi mandiri dan graduasi murni yang dilakukan oleh masyarakat Bondowoso. 

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tidak bisa selamanya mendapatkan bantuan tersebut. Seperti yang terjadi di Bondowoso selama 2021 lalu, sejumlah penerima melakukan pengunduran diri atau graduasi karena beberapa hal. Pasalnya, untuk mendapatkan program ini memang harus memenuhi beberapa komponen yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah menjelaskan, terdapat dua macam graduasi yang dapat menyebabkan penerima tidak dapat menerima program ini. Di antaranya graduasi murni yang secara otomatis dilakukan oleh sistem. “Karena sudah tidak punya komponen,” katanya.

Beberapa komponen itu di antaranya harus memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan, memiliki balita, ibu hamil, lansia dan disabilitas. Jika beberapa komponen tersebut tidak ada lagi dalam KPM, maka secara alamiah akan melakukan graduasi. Tetapi jika dalam satu keluarga semua komponen tersebut dimiliki, maka minimal empat komponen yang ada dalam bantuan, diambil yang paling tinggi kebutuhannya. 

Kemudian yang kedua adalah graduasi mandiri atau penerima menyatakan untuk mengundurkan diri karena dinilai sudah mampu dan lain sebagainya. “Jadi mereka sendiri yang menyatakan saya mundur dari PKH,” jelasnya.

Selama 2021 lalu, menurut Anis, ada sejumlah orang yang melakukan graduasi tahun ini. Walaupun demikian pihaknya tidak menyebutkan secara rinci berapa jumlah graduasi mandiri dan graduasi murni yang dilakukan oleh masyarakat Bondowoso. 

DABASAH, Radar Ijen – Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tidak bisa selamanya mendapatkan bantuan tersebut. Seperti yang terjadi di Bondowoso selama 2021 lalu, sejumlah penerima melakukan pengunduran diri atau graduasi karena beberapa hal. Pasalnya, untuk mendapatkan program ini memang harus memenuhi beberapa komponen yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah menjelaskan, terdapat dua macam graduasi yang dapat menyebabkan penerima tidak dapat menerima program ini. Di antaranya graduasi murni yang secara otomatis dilakukan oleh sistem. “Karena sudah tidak punya komponen,” katanya.

Beberapa komponen itu di antaranya harus memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan, memiliki balita, ibu hamil, lansia dan disabilitas. Jika beberapa komponen tersebut tidak ada lagi dalam KPM, maka secara alamiah akan melakukan graduasi. Tetapi jika dalam satu keluarga semua komponen tersebut dimiliki, maka minimal empat komponen yang ada dalam bantuan, diambil yang paling tinggi kebutuhannya. 

Kemudian yang kedua adalah graduasi mandiri atau penerima menyatakan untuk mengundurkan diri karena dinilai sudah mampu dan lain sebagainya. “Jadi mereka sendiri yang menyatakan saya mundur dari PKH,” jelasnya.

Selama 2021 lalu, menurut Anis, ada sejumlah orang yang melakukan graduasi tahun ini. Walaupun demikian pihaknya tidak menyebutkan secara rinci berapa jumlah graduasi mandiri dan graduasi murni yang dilakukan oleh masyarakat Bondowoso. 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/