alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Air Macet, Warga Segel Kantor PDAM

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lamanya air PDAM di rumah-rumah warga macet. Akhirnya, kantor PDAM yang berada di Kecamatan Tlogosari disegel sejumlah warga, kemarin. Mereka kecewa lantaran pelayanan air tak kunjung baik.

Menurut pengakuan warga, sudah tujuh hari air PDAM berhenti mengalir. Protes warga dilimpahkan dalam poster yang bertuliskan ‘Tiap Bulan Bayar Mahal. Tapi Air Tak Mengalir’. Poster itu mereka tempelkan di pintu dan jendela kantor.

Adji Maulana, salah seorang warga Desa Pakisan, Tlogosari, mengaku kecewa. “Air sudah seminggu mati. Ini kan dibiarkan berarti, tidak ada niat untuk memperbaiki,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, matinya air PDAM membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-harinya. Seperti memasak, mandi, dan mencuci. Bahkan, warga terpaksa pergi ke sungai untuk bisa mandi dan mencuci baju. “Sulit sekali untuk masak, mandi, dan kebutuhan lain. Bahkan, ada yang sampe ke sungai. Karena ada warga yang tak terbiasa mandi di sungai, kalau mau mandi di sungai harus tengah malam dan dini hari. Karena malu,” ujarnya.

“Sedangkan pergi ke sungai di tengah malam membahayakan. Khawatir banyak binatang buas seperti anjing dan ular,” lanjut Adji.

Sebelumnya, memang sudah kerap air PDAM mati. Menurut Adji, komplain sudah dilakukan. Tetapi, pihak PDAM masih slow respond. “Dari dulu sudah sering mati. Kalaupun mengalir, cuma seperti air kencing. Sudah bilang, tapi tidak cepat diperbaiki kalau mungkin terjadi masalah,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lamanya air PDAM di rumah-rumah warga macet. Akhirnya, kantor PDAM yang berada di Kecamatan Tlogosari disegel sejumlah warga, kemarin. Mereka kecewa lantaran pelayanan air tak kunjung baik.

Menurut pengakuan warga, sudah tujuh hari air PDAM berhenti mengalir. Protes warga dilimpahkan dalam poster yang bertuliskan ‘Tiap Bulan Bayar Mahal. Tapi Air Tak Mengalir’. Poster itu mereka tempelkan di pintu dan jendela kantor.

Adji Maulana, salah seorang warga Desa Pakisan, Tlogosari, mengaku kecewa. “Air sudah seminggu mati. Ini kan dibiarkan berarti, tidak ada niat untuk memperbaiki,” ungkapnya.

Dia menambahkan, matinya air PDAM membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-harinya. Seperti memasak, mandi, dan mencuci. Bahkan, warga terpaksa pergi ke sungai untuk bisa mandi dan mencuci baju. “Sulit sekali untuk masak, mandi, dan kebutuhan lain. Bahkan, ada yang sampe ke sungai. Karena ada warga yang tak terbiasa mandi di sungai, kalau mau mandi di sungai harus tengah malam dan dini hari. Karena malu,” ujarnya.

“Sedangkan pergi ke sungai di tengah malam membahayakan. Khawatir banyak binatang buas seperti anjing dan ular,” lanjut Adji.

Sebelumnya, memang sudah kerap air PDAM mati. Menurut Adji, komplain sudah dilakukan. Tetapi, pihak PDAM masih slow respond. “Dari dulu sudah sering mati. Kalaupun mengalir, cuma seperti air kencing. Sudah bilang, tapi tidak cepat diperbaiki kalau mungkin terjadi masalah,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lamanya air PDAM di rumah-rumah warga macet. Akhirnya, kantor PDAM yang berada di Kecamatan Tlogosari disegel sejumlah warga, kemarin. Mereka kecewa lantaran pelayanan air tak kunjung baik.

Menurut pengakuan warga, sudah tujuh hari air PDAM berhenti mengalir. Protes warga dilimpahkan dalam poster yang bertuliskan ‘Tiap Bulan Bayar Mahal. Tapi Air Tak Mengalir’. Poster itu mereka tempelkan di pintu dan jendela kantor.

Adji Maulana, salah seorang warga Desa Pakisan, Tlogosari, mengaku kecewa. “Air sudah seminggu mati. Ini kan dibiarkan berarti, tidak ada niat untuk memperbaiki,” ungkapnya.

Dia menambahkan, matinya air PDAM membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-harinya. Seperti memasak, mandi, dan mencuci. Bahkan, warga terpaksa pergi ke sungai untuk bisa mandi dan mencuci baju. “Sulit sekali untuk masak, mandi, dan kebutuhan lain. Bahkan, ada yang sampe ke sungai. Karena ada warga yang tak terbiasa mandi di sungai, kalau mau mandi di sungai harus tengah malam dan dini hari. Karena malu,” ujarnya.

“Sedangkan pergi ke sungai di tengah malam membahayakan. Khawatir banyak binatang buas seperti anjing dan ular,” lanjut Adji.

Sebelumnya, memang sudah kerap air PDAM mati. Menurut Adji, komplain sudah dilakukan. Tetapi, pihak PDAM masih slow respond. “Dari dulu sudah sering mati. Kalaupun mengalir, cuma seperti air kencing. Sudah bilang, tapi tidak cepat diperbaiki kalau mungkin terjadi masalah,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/