alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Pemerintah Bondowoso Rencanakan Vaksinasi Anak, Amankah?

Vaksinasi anak usia 6 tahun hingga 11 tahun, bagi sebagian orang tua memang menjadi harapan. Dengan tujuan, untuk melindungi anak-anak dari serangan Covid-19. Namun, hal itu juga berpotensi terhambat, mengingat adanya informasi hoaks yang beredar di masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah mendapat lampu hijau untuk dapat melakukan vaksinasi anak usia 6 tahun hingga 11 tahun, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akhirnya mulai mencanangkan hal itu. Kali pertama  di SDK Indra Siswa, kemarin (21/1) pagi. Pencanangan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron, serta beberapa pihak terkait.

Sejumlah siswa didampingi orang tuanya yang terlihat mengikuti proses vaksinasi secara bergantian sehingga tidak sampai menimbulkan kerumunan. Uniknya, dari sejumlah siswa yang mengikuti vaksinasi, ada seorang siswa yang tidak mau untuk divaksin. Sebab, takut atau fobia terhadap jarum suntik. Beruntung, setelah para vaksinator dan orang tuanya membujuk, akhirnya anak tersebut mau untuk divaksin.

Kepala Puskesmas Kota Kulon drg Ahmad Mansur menerangkan, pelaksanaan vaksinasi di tempat itu merupakan vaksinasi perdana yang dilakukan di sekolah. “Untuk selanjutnya, tetap ke semua sekolah di wilayah kita,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, untuk jenis vaksin yang digunakan untuk anak-anak adalah jenis Sinovac. Sedangkan untuk proses vaksinasi, menurut dia juga sama dengan proses vaksinasi pada orang dewasa pada umumnya. Termasuk proses skrining, pemeriksaan riwayat penyakit, tekanan darah dan lain sebagainya. “Semua diperiksa seperti mindset screening orang dewasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDK Indra Siswa Sr M Aquila menambahkan, sebelumnya mereka juga sudah melakukan vaksinasi untuk siswa umur 12 tahun ke atas. Sementara untuk vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun, baru kali pertama diberikan kepada siswa. “Ini baru sekali, ini tidak rutin. Nanti setelah 28 hari, baru diberikan vaksin dosis dua,” ujarnya.

Aquila menjelaskan, keinginan untuk melakukan vaksinasi tidak hanya muncul dari pihak sekolah saja. Namun, para orang tua juga menyampaikan keinginan mereka agar anaknya segera mendapatkan vaksin. “Di sini mudah, tidak ada yang protes. Malah berharap,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah mendapat lampu hijau untuk dapat melakukan vaksinasi anak usia 6 tahun hingga 11 tahun, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akhirnya mulai mencanangkan hal itu. Kali pertama  di SDK Indra Siswa, kemarin (21/1) pagi. Pencanangan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron, serta beberapa pihak terkait.

Sejumlah siswa didampingi orang tuanya yang terlihat mengikuti proses vaksinasi secara bergantian sehingga tidak sampai menimbulkan kerumunan. Uniknya, dari sejumlah siswa yang mengikuti vaksinasi, ada seorang siswa yang tidak mau untuk divaksin. Sebab, takut atau fobia terhadap jarum suntik. Beruntung, setelah para vaksinator dan orang tuanya membujuk, akhirnya anak tersebut mau untuk divaksin.

Kepala Puskesmas Kota Kulon drg Ahmad Mansur menerangkan, pelaksanaan vaksinasi di tempat itu merupakan vaksinasi perdana yang dilakukan di sekolah. “Untuk selanjutnya, tetap ke semua sekolah di wilayah kita,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk jenis vaksin yang digunakan untuk anak-anak adalah jenis Sinovac. Sedangkan untuk proses vaksinasi, menurut dia juga sama dengan proses vaksinasi pada orang dewasa pada umumnya. Termasuk proses skrining, pemeriksaan riwayat penyakit, tekanan darah dan lain sebagainya. “Semua diperiksa seperti mindset screening orang dewasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDK Indra Siswa Sr M Aquila menambahkan, sebelumnya mereka juga sudah melakukan vaksinasi untuk siswa umur 12 tahun ke atas. Sementara untuk vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun, baru kali pertama diberikan kepada siswa. “Ini baru sekali, ini tidak rutin. Nanti setelah 28 hari, baru diberikan vaksin dosis dua,” ujarnya.

Aquila menjelaskan, keinginan untuk melakukan vaksinasi tidak hanya muncul dari pihak sekolah saja. Namun, para orang tua juga menyampaikan keinginan mereka agar anaknya segera mendapatkan vaksin. “Di sini mudah, tidak ada yang protes. Malah berharap,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah mendapat lampu hijau untuk dapat melakukan vaksinasi anak usia 6 tahun hingga 11 tahun, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akhirnya mulai mencanangkan hal itu. Kali pertama  di SDK Indra Siswa, kemarin (21/1) pagi. Pencanangan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron, serta beberapa pihak terkait.

Sejumlah siswa didampingi orang tuanya yang terlihat mengikuti proses vaksinasi secara bergantian sehingga tidak sampai menimbulkan kerumunan. Uniknya, dari sejumlah siswa yang mengikuti vaksinasi, ada seorang siswa yang tidak mau untuk divaksin. Sebab, takut atau fobia terhadap jarum suntik. Beruntung, setelah para vaksinator dan orang tuanya membujuk, akhirnya anak tersebut mau untuk divaksin.

Kepala Puskesmas Kota Kulon drg Ahmad Mansur menerangkan, pelaksanaan vaksinasi di tempat itu merupakan vaksinasi perdana yang dilakukan di sekolah. “Untuk selanjutnya, tetap ke semua sekolah di wilayah kita,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk jenis vaksin yang digunakan untuk anak-anak adalah jenis Sinovac. Sedangkan untuk proses vaksinasi, menurut dia juga sama dengan proses vaksinasi pada orang dewasa pada umumnya. Termasuk proses skrining, pemeriksaan riwayat penyakit, tekanan darah dan lain sebagainya. “Semua diperiksa seperti mindset screening orang dewasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDK Indra Siswa Sr M Aquila menambahkan, sebelumnya mereka juga sudah melakukan vaksinasi untuk siswa umur 12 tahun ke atas. Sementara untuk vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun, baru kali pertama diberikan kepada siswa. “Ini baru sekali, ini tidak rutin. Nanti setelah 28 hari, baru diberikan vaksin dosis dua,” ujarnya.

Aquila menjelaskan, keinginan untuk melakukan vaksinasi tidak hanya muncul dari pihak sekolah saja. Namun, para orang tua juga menyampaikan keinginan mereka agar anaknya segera mendapatkan vaksin. “Di sini mudah, tidak ada yang protes. Malah berharap,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/