alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Pedagang Pasar Saling Adu Mulut

Saat Komisi II Sidak Pasar Induk

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pedagang adu mulut di pasar induk, kemarin. Yakni para pedagang yang mengatasnamakan ‘pedagang pasar sore’ versus pedagang yang menganggap pasar sore sudah tiada. Keduanya saling adu mulut ketika Komisi II DPRD Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Ada dua pandangan berbeda yang muncul dari dua golongan pedagang itu. Golongan pertama, mereka bersikukuh ingin ada pasar sore. Sehingga bisa tetap berjualan di sepanjang jalan depan Pasar Induk Bondowoso. Sedangkan golongan kedua, mereka setuju jika pasar induk terlihat bersih dan tertib, tanpa ada lagi pasar sore. Seluruh pedagang sayur, rempah, dan daging bisa berjualan di lantai dua pasar induk 24 jam. “Pokok gak ada lagi pedagang yang ada di bawah,” ujar salah seorang pedagang yang sudah menempati lantai dua.

Sementara itu, Endang, pedagang daging ayam yang masuk golongan pertama, ingin Komisi II DPRD Bondowoso memperjuangkan aspirasinya. Dia mengajak Komisi II mengunjungi tempat jualannya di lantai atas guna menunjukan kondisi yang terjadi. Pedagang ayam ini menolak untuk dipindahkan ke lantai atas karena tangga yang terlalu tinggi. Selain itu, ventilasi udara dan penerangannya kurang. Akibatnya, para pembeli enggan naik ke lantai dua. “Kami meminta pasar sore tetap diadakan dan tempatnya di bawah. Dari dulu pedagang sore memang di bawah,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pedagang adu mulut di pasar induk, kemarin. Yakni para pedagang yang mengatasnamakan ‘pedagang pasar sore’ versus pedagang yang menganggap pasar sore sudah tiada. Keduanya saling adu mulut ketika Komisi II DPRD Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Ada dua pandangan berbeda yang muncul dari dua golongan pedagang itu. Golongan pertama, mereka bersikukuh ingin ada pasar sore. Sehingga bisa tetap berjualan di sepanjang jalan depan Pasar Induk Bondowoso. Sedangkan golongan kedua, mereka setuju jika pasar induk terlihat bersih dan tertib, tanpa ada lagi pasar sore. Seluruh pedagang sayur, rempah, dan daging bisa berjualan di lantai dua pasar induk 24 jam. “Pokok gak ada lagi pedagang yang ada di bawah,” ujar salah seorang pedagang yang sudah menempati lantai dua.

Sementara itu, Endang, pedagang daging ayam yang masuk golongan pertama, ingin Komisi II DPRD Bondowoso memperjuangkan aspirasinya. Dia mengajak Komisi II mengunjungi tempat jualannya di lantai atas guna menunjukan kondisi yang terjadi. Pedagang ayam ini menolak untuk dipindahkan ke lantai atas karena tangga yang terlalu tinggi. Selain itu, ventilasi udara dan penerangannya kurang. Akibatnya, para pembeli enggan naik ke lantai dua. “Kami meminta pasar sore tetap diadakan dan tempatnya di bawah. Dari dulu pedagang sore memang di bawah,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pedagang adu mulut di pasar induk, kemarin. Yakni para pedagang yang mengatasnamakan ‘pedagang pasar sore’ versus pedagang yang menganggap pasar sore sudah tiada. Keduanya saling adu mulut ketika Komisi II DPRD Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Ada dua pandangan berbeda yang muncul dari dua golongan pedagang itu. Golongan pertama, mereka bersikukuh ingin ada pasar sore. Sehingga bisa tetap berjualan di sepanjang jalan depan Pasar Induk Bondowoso. Sedangkan golongan kedua, mereka setuju jika pasar induk terlihat bersih dan tertib, tanpa ada lagi pasar sore. Seluruh pedagang sayur, rempah, dan daging bisa berjualan di lantai dua pasar induk 24 jam. “Pokok gak ada lagi pedagang yang ada di bawah,” ujar salah seorang pedagang yang sudah menempati lantai dua.

Sementara itu, Endang, pedagang daging ayam yang masuk golongan pertama, ingin Komisi II DPRD Bondowoso memperjuangkan aspirasinya. Dia mengajak Komisi II mengunjungi tempat jualannya di lantai atas guna menunjukan kondisi yang terjadi. Pedagang ayam ini menolak untuk dipindahkan ke lantai atas karena tangga yang terlalu tinggi. Selain itu, ventilasi udara dan penerangannya kurang. Akibatnya, para pembeli enggan naik ke lantai dua. “Kami meminta pasar sore tetap diadakan dan tempatnya di bawah. Dari dulu pedagang sore memang di bawah,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/