alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Mulai Inisiasi Program Kampung Buah Bondowoso

Tiga Desa Menjadi Pilot Project

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) mulai menginisiasi program Kampung Buah di beberapa tempat. Buah yang dikembangkan adalah buah alpukat jenis kendil, yang dinilai memiliki peluang besar dalam pemasaran serta memiliki dampak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.

Kabid Tanaman Pangan Dispertan Bondowoso Winarto mengatakan, tahun ini pihaknya mulai menginisiasi pembentukan Kampung Buah dan kampung floury culture atau tanaman obat.

Untuk Kampung Buah, pihaknya menjelaskan sudah ada tiga tempat yang mulai ditanam sejak November lalu. Di antaranya Desa Tanah Wulan di Kecamatan Maesan, Desa Rejoagung di Kecamatan Sumberwringin, dan Desa Lanas di Kecamatan Botolinggo. Masing-masing tempat itu ditanami 4 ribu bibit pohon dengan luas lahan 10 hektare lahan pertanian milik warga setempat. Secara total pada tahun ini mereka menanam di 30 hektare lahan dengan 12 ribu bibit pohon. “Petani kami bantu bibitnya, pupuk organik dan kimianya,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikonfirmasi terkait penanaman yang dilakukan secara terpusat, pihaknya menjelaskan, terdapat skala ekonomi. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo tentang economic skill. “Kalau orang tanam satu dua pohon, nggak bisa cari pembeli dari luar kota,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Winarto juga memaparkan, tanaman alpukat dapat tumbuh dengan baik di dataran menengah, maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Jika lebih, pertumbuhannya tidak akan berjalan maksimal. Tiga daerah yang dijadikan pilot project dinilai sudah sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan untuk menanam alpukat.

Pihaknya juga menilai, buah alpukat jenis kendil memiliki kualitas tinggi. Bahkan, hanya dalam jangka waktu empat tahun pascatanam, buah itu sudah dapat dipanen. Satu pohon dapat menghasilkan satu kuintal buah, serta dapat mencapai dua kuintal pada tahun berikutnya. “Kendil itu besar. Satu buah bisa satu kilo bahkan satu setengah kilo,” katanya.

Dirinya menjelaskan, alpukat jenis ini memang termasuk dalam varietas unggul. Jadi, buah ini memiliki peluang pasar yang cukup besar. Selain itu, mengonsumsi buah ini juga dinilai baik untuk kesehatan. Bahkan dirinya menilai alpukat akan menjadi buah kesehatan di masa depan. “Kami yakini prospeknya masih akan baik ke depan,” ujarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) mulai menginisiasi program Kampung Buah di beberapa tempat. Buah yang dikembangkan adalah buah alpukat jenis kendil, yang dinilai memiliki peluang besar dalam pemasaran serta memiliki dampak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.

Kabid Tanaman Pangan Dispertan Bondowoso Winarto mengatakan, tahun ini pihaknya mulai menginisiasi pembentukan Kampung Buah dan kampung floury culture atau tanaman obat.

Untuk Kampung Buah, pihaknya menjelaskan sudah ada tiga tempat yang mulai ditanam sejak November lalu. Di antaranya Desa Tanah Wulan di Kecamatan Maesan, Desa Rejoagung di Kecamatan Sumberwringin, dan Desa Lanas di Kecamatan Botolinggo. Masing-masing tempat itu ditanami 4 ribu bibit pohon dengan luas lahan 10 hektare lahan pertanian milik warga setempat. Secara total pada tahun ini mereka menanam di 30 hektare lahan dengan 12 ribu bibit pohon. “Petani kami bantu bibitnya, pupuk organik dan kimianya,” jelasnya.

Dikonfirmasi terkait penanaman yang dilakukan secara terpusat, pihaknya menjelaskan, terdapat skala ekonomi. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo tentang economic skill. “Kalau orang tanam satu dua pohon, nggak bisa cari pembeli dari luar kota,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Winarto juga memaparkan, tanaman alpukat dapat tumbuh dengan baik di dataran menengah, maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Jika lebih, pertumbuhannya tidak akan berjalan maksimal. Tiga daerah yang dijadikan pilot project dinilai sudah sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan untuk menanam alpukat.

Pihaknya juga menilai, buah alpukat jenis kendil memiliki kualitas tinggi. Bahkan, hanya dalam jangka waktu empat tahun pascatanam, buah itu sudah dapat dipanen. Satu pohon dapat menghasilkan satu kuintal buah, serta dapat mencapai dua kuintal pada tahun berikutnya. “Kendil itu besar. Satu buah bisa satu kilo bahkan satu setengah kilo,” katanya.

Dirinya menjelaskan, alpukat jenis ini memang termasuk dalam varietas unggul. Jadi, buah ini memiliki peluang pasar yang cukup besar. Selain itu, mengonsumsi buah ini juga dinilai baik untuk kesehatan. Bahkan dirinya menilai alpukat akan menjadi buah kesehatan di masa depan. “Kami yakini prospeknya masih akan baik ke depan,” ujarnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) mulai menginisiasi program Kampung Buah di beberapa tempat. Buah yang dikembangkan adalah buah alpukat jenis kendil, yang dinilai memiliki peluang besar dalam pemasaran serta memiliki dampak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.

Kabid Tanaman Pangan Dispertan Bondowoso Winarto mengatakan, tahun ini pihaknya mulai menginisiasi pembentukan Kampung Buah dan kampung floury culture atau tanaman obat.

Untuk Kampung Buah, pihaknya menjelaskan sudah ada tiga tempat yang mulai ditanam sejak November lalu. Di antaranya Desa Tanah Wulan di Kecamatan Maesan, Desa Rejoagung di Kecamatan Sumberwringin, dan Desa Lanas di Kecamatan Botolinggo. Masing-masing tempat itu ditanami 4 ribu bibit pohon dengan luas lahan 10 hektare lahan pertanian milik warga setempat. Secara total pada tahun ini mereka menanam di 30 hektare lahan dengan 12 ribu bibit pohon. “Petani kami bantu bibitnya, pupuk organik dan kimianya,” jelasnya.

Dikonfirmasi terkait penanaman yang dilakukan secara terpusat, pihaknya menjelaskan, terdapat skala ekonomi. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo tentang economic skill. “Kalau orang tanam satu dua pohon, nggak bisa cari pembeli dari luar kota,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Winarto juga memaparkan, tanaman alpukat dapat tumbuh dengan baik di dataran menengah, maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Jika lebih, pertumbuhannya tidak akan berjalan maksimal. Tiga daerah yang dijadikan pilot project dinilai sudah sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan untuk menanam alpukat.

Pihaknya juga menilai, buah alpukat jenis kendil memiliki kualitas tinggi. Bahkan, hanya dalam jangka waktu empat tahun pascatanam, buah itu sudah dapat dipanen. Satu pohon dapat menghasilkan satu kuintal buah, serta dapat mencapai dua kuintal pada tahun berikutnya. “Kendil itu besar. Satu buah bisa satu kilo bahkan satu setengah kilo,” katanya.

Dirinya menjelaskan, alpukat jenis ini memang termasuk dalam varietas unggul. Jadi, buah ini memiliki peluang pasar yang cukup besar. Selain itu, mengonsumsi buah ini juga dinilai baik untuk kesehatan. Bahkan dirinya menilai alpukat akan menjadi buah kesehatan di masa depan. “Kami yakini prospeknya masih akan baik ke depan,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/