alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Pemkab Bondowoso Akan Kembangkan Pariwisata Religi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat di Kabupaten Bondowoso yang mayoritas memeluk agama Islam dan banyaknya jumlah pondok pesantren membuat Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggagas program Pesantren Wisata (Pesta) Religi. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menjelaskan bahwa Pesta Religi akan berlangsung pada 2022 mendatang. Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan ruang dan waktu bagi khalayak umum, untuk belajar mengenai budaya di dalam sebuah pesantren sekaligus syiar Islam. “Kami akan menghadirkan sesuatu yang bisa dimasuki oleh masyarakat atau khalayak umum, yaitu berupa penginapan atau homestay di situ. Sehingga para wali santri atau khalayak umum tidak sebatas berkunjung, tapi bisa menimba ilmu dan bisa melihat budaya dalam pesantren,” katanya.

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah akan memverifikasi pondok pesantren yang bersedia menerapkan Pesta Religi. Dijelaskan, pihaknya tidak akan mengubah budaya di dalam pesantren. Sebaliknya, akan mengenalkan budaya pesantren kepada masyarakat luas. Sebab, masing-masing pesantren disebutnya memiliki budaya beragam dan perlu dikenalkan kepada masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, Pesta Religi akan menghadirkan program ekonomi kreatif untuk menciptakan santri mandiri dan industri kreatif. “Sehingga santri di sana tidak hanya mendalami ilmu keagamaan, tetapi juga ilmu ekonomi maupun industri. Begitu keluar dari pesantren, mereka bisa mandiri,” lanjutnya.

Cakupan Pesta Religi nantinya sangat luas. Jika pada wisata religi masyarakat hanya berkunjung ke tempat-tempat religi, namun dengan Pesta Religi masyarakat bisa mengeksplorasi diri di bidang budaya dan agama.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat di Kabupaten Bondowoso yang mayoritas memeluk agama Islam dan banyaknya jumlah pondok pesantren membuat Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggagas program Pesantren Wisata (Pesta) Religi. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menjelaskan bahwa Pesta Religi akan berlangsung pada 2022 mendatang. Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan ruang dan waktu bagi khalayak umum, untuk belajar mengenai budaya di dalam sebuah pesantren sekaligus syiar Islam. “Kami akan menghadirkan sesuatu yang bisa dimasuki oleh masyarakat atau khalayak umum, yaitu berupa penginapan atau homestay di situ. Sehingga para wali santri atau khalayak umum tidak sebatas berkunjung, tapi bisa menimba ilmu dan bisa melihat budaya dalam pesantren,” katanya.

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah akan memverifikasi pondok pesantren yang bersedia menerapkan Pesta Religi. Dijelaskan, pihaknya tidak akan mengubah budaya di dalam pesantren. Sebaliknya, akan mengenalkan budaya pesantren kepada masyarakat luas. Sebab, masing-masing pesantren disebutnya memiliki budaya beragam dan perlu dikenalkan kepada masyarakat.

Tak hanya itu, Pesta Religi akan menghadirkan program ekonomi kreatif untuk menciptakan santri mandiri dan industri kreatif. “Sehingga santri di sana tidak hanya mendalami ilmu keagamaan, tetapi juga ilmu ekonomi maupun industri. Begitu keluar dari pesantren, mereka bisa mandiri,” lanjutnya.

Cakupan Pesta Religi nantinya sangat luas. Jika pada wisata religi masyarakat hanya berkunjung ke tempat-tempat religi, namun dengan Pesta Religi masyarakat bisa mengeksplorasi diri di bidang budaya dan agama.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat di Kabupaten Bondowoso yang mayoritas memeluk agama Islam dan banyaknya jumlah pondok pesantren membuat Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggagas program Pesantren Wisata (Pesta) Religi. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menjelaskan bahwa Pesta Religi akan berlangsung pada 2022 mendatang. Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan ruang dan waktu bagi khalayak umum, untuk belajar mengenai budaya di dalam sebuah pesantren sekaligus syiar Islam. “Kami akan menghadirkan sesuatu yang bisa dimasuki oleh masyarakat atau khalayak umum, yaitu berupa penginapan atau homestay di situ. Sehingga para wali santri atau khalayak umum tidak sebatas berkunjung, tapi bisa menimba ilmu dan bisa melihat budaya dalam pesantren,” katanya.

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah akan memverifikasi pondok pesantren yang bersedia menerapkan Pesta Religi. Dijelaskan, pihaknya tidak akan mengubah budaya di dalam pesantren. Sebaliknya, akan mengenalkan budaya pesantren kepada masyarakat luas. Sebab, masing-masing pesantren disebutnya memiliki budaya beragam dan perlu dikenalkan kepada masyarakat.

Tak hanya itu, Pesta Religi akan menghadirkan program ekonomi kreatif untuk menciptakan santri mandiri dan industri kreatif. “Sehingga santri di sana tidak hanya mendalami ilmu keagamaan, tetapi juga ilmu ekonomi maupun industri. Begitu keluar dari pesantren, mereka bisa mandiri,” lanjutnya.

Cakupan Pesta Religi nantinya sangat luas. Jika pada wisata religi masyarakat hanya berkunjung ke tempat-tempat religi, namun dengan Pesta Religi masyarakat bisa mengeksplorasi diri di bidang budaya dan agama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/