alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

SMK Mulai Pembelajaran Tatap Muka Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran di tingkat SMA/SMK sempat di-lockdown selama 14 hari. Keputusan itu diambil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso lantaran ada guru dan siswa yang terpapar Covid-19. Namun, saat ini pembelajaran tatap muka sudah kembali dimulai.

Pembelajaran tatap muka dikhususkan bagi sebagian siswa  SMK di Bondowoso. Khususnya untuk siswa pembelajaran produktif di SMK. Sedangkan siswa lainnya tetap mengikuti pembelajaran secara daring (dalam jaringan). “Iya, sudah mulai lagi (pembelajaran tatap muka, (Red) tetap dengan jumlah terbatas,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Situbondo dan Bondowoso Dr Sugiono Eksantoso.

Dijelaskannya, selama pandemi Covid-19 ini, SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kota Tape menggelar pembelajaran kombinasi antara tatap muka, daring, dan luring. Namun, ketika ada yang terpapar, Cabang Dinas Pendidikan tak mau ambil risiko. Akhirnya diberlakukan lockdown.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso mengeluarkan nota dinas, 23 September 2020 lalu. Hal itu dilakukan agar tidak ada klaster sekolah. Nota dinas itu berisi larangan kegiatan pembelajaran tatap muka. Kegiatan pembelajaran hanya diperkenankan secara daring sejak 24 September 2020 sampai 08 Oktober 2020. Setelah itu, dilakukan pembelajaran secara tatap muka dengan jumlah sangat terbatas.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran di tingkat SMA/SMK sempat di-lockdown selama 14 hari. Keputusan itu diambil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso lantaran ada guru dan siswa yang terpapar Covid-19. Namun, saat ini pembelajaran tatap muka sudah kembali dimulai.

Pembelajaran tatap muka dikhususkan bagi sebagian siswa  SMK di Bondowoso. Khususnya untuk siswa pembelajaran produktif di SMK. Sedangkan siswa lainnya tetap mengikuti pembelajaran secara daring (dalam jaringan). “Iya, sudah mulai lagi (pembelajaran tatap muka, (Red) tetap dengan jumlah terbatas,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Situbondo dan Bondowoso Dr Sugiono Eksantoso.

Dijelaskannya, selama pandemi Covid-19 ini, SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kota Tape menggelar pembelajaran kombinasi antara tatap muka, daring, dan luring. Namun, ketika ada yang terpapar, Cabang Dinas Pendidikan tak mau ambil risiko. Akhirnya diberlakukan lockdown.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso mengeluarkan nota dinas, 23 September 2020 lalu. Hal itu dilakukan agar tidak ada klaster sekolah. Nota dinas itu berisi larangan kegiatan pembelajaran tatap muka. Kegiatan pembelajaran hanya diperkenankan secara daring sejak 24 September 2020 sampai 08 Oktober 2020. Setelah itu, dilakukan pembelajaran secara tatap muka dengan jumlah sangat terbatas.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran di tingkat SMA/SMK sempat di-lockdown selama 14 hari. Keputusan itu diambil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso lantaran ada guru dan siswa yang terpapar Covid-19. Namun, saat ini pembelajaran tatap muka sudah kembali dimulai.

Pembelajaran tatap muka dikhususkan bagi sebagian siswa  SMK di Bondowoso. Khususnya untuk siswa pembelajaran produktif di SMK. Sedangkan siswa lainnya tetap mengikuti pembelajaran secara daring (dalam jaringan). “Iya, sudah mulai lagi (pembelajaran tatap muka, (Red) tetap dengan jumlah terbatas,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Situbondo dan Bondowoso Dr Sugiono Eksantoso.

Dijelaskannya, selama pandemi Covid-19 ini, SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kota Tape menggelar pembelajaran kombinasi antara tatap muka, daring, dan luring. Namun, ketika ada yang terpapar, Cabang Dinas Pendidikan tak mau ambil risiko. Akhirnya diberlakukan lockdown.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso mengeluarkan nota dinas, 23 September 2020 lalu. Hal itu dilakukan agar tidak ada klaster sekolah. Nota dinas itu berisi larangan kegiatan pembelajaran tatap muka. Kegiatan pembelajaran hanya diperkenankan secara daring sejak 24 September 2020 sampai 08 Oktober 2020. Setelah itu, dilakukan pembelajaran secara tatap muka dengan jumlah sangat terbatas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/