alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jadi Penghasil Kopi Terbaik, Bondowoso Tonjolkan Rasa Kopi Khasnya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKabupaten Bondowoso banyak dikenal oleh masyarakat luas melalui kopi khasnya. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan berupaya menghidupkan kembali brand yang sempat tenggelam, yakni Bondowoso Republik Kopi (BRK).

Langkah tersebut dinilai merupakan awal yang tepat. Hal ini disampaikan oleh akademisi Universitas Jember Dr M Fathorrazi. Menurut dia, selama ini BRK sudah ditopang dengan factor endowment yang melimpah, yaitu kopi. Apalagi Bondowoso merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Secara geografis, 48 persen areanya adalah perbukitan, dengan ketinggian mulai dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga di atas seribu mdpl.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, saat ini lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare dan tersebar di dua kawasan. Yakni kawasan lereng Ijen-Raung yang berbatasan dengan Banyuwangi dan Situbondo, serta area barat di Lereng Argopuro yang berbatasan dengan Jember dan Probolinggo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Fathorrazi, dengan jumlah faktor yang melimpah itu, saat Pemkab membuat kebijakan tentang kopi secara otomatis nanti langsung menyentuh masyarakat. “Ada sekitar 12 kawalan kebijakan yang dibuat oleh bupati sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, Fathorrazi juga mengatakan bahwa prospek pemasaran kopi ke depan sangat besar. Di mana kopi Indonesia sudah dipasarkan di beberapa negara. “Ada di Tiongkok, Perancis, dan lainnya. Itu kopi Indonesia, termasuk Bondowoso,” jelasnya.

Walaupun demikian, dia menyadari di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, peluang penjualan pasti berkurang. Tetapi, kata dia, peluang pasarnya tidak akan berubah. “Itu yang menjanjikan, daripada membuat sesuatu yang belum pasti,” imbuhnya.

Selain kebijakan, pemerintah sebelumnya juga meninggalkan beberapa warisan pengembangan kopi di hilir. Yakni Kampung Kopi di Jalan Pelita, Kelurahan Taman Sari. Di sana banyak kafe yang menawarkan kopi khas Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKabupaten Bondowoso banyak dikenal oleh masyarakat luas melalui kopi khasnya. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan berupaya menghidupkan kembali brand yang sempat tenggelam, yakni Bondowoso Republik Kopi (BRK).

Langkah tersebut dinilai merupakan awal yang tepat. Hal ini disampaikan oleh akademisi Universitas Jember Dr M Fathorrazi. Menurut dia, selama ini BRK sudah ditopang dengan factor endowment yang melimpah, yaitu kopi. Apalagi Bondowoso merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Secara geografis, 48 persen areanya adalah perbukitan, dengan ketinggian mulai dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga di atas seribu mdpl.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, saat ini lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare dan tersebar di dua kawasan. Yakni kawasan lereng Ijen-Raung yang berbatasan dengan Banyuwangi dan Situbondo, serta area barat di Lereng Argopuro yang berbatasan dengan Jember dan Probolinggo.

Menurut Fathorrazi, dengan jumlah faktor yang melimpah itu, saat Pemkab membuat kebijakan tentang kopi secara otomatis nanti langsung menyentuh masyarakat. “Ada sekitar 12 kawalan kebijakan yang dibuat oleh bupati sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, Fathorrazi juga mengatakan bahwa prospek pemasaran kopi ke depan sangat besar. Di mana kopi Indonesia sudah dipasarkan di beberapa negara. “Ada di Tiongkok, Perancis, dan lainnya. Itu kopi Indonesia, termasuk Bondowoso,” jelasnya.

Walaupun demikian, dia menyadari di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, peluang penjualan pasti berkurang. Tetapi, kata dia, peluang pasarnya tidak akan berubah. “Itu yang menjanjikan, daripada membuat sesuatu yang belum pasti,” imbuhnya.

Selain kebijakan, pemerintah sebelumnya juga meninggalkan beberapa warisan pengembangan kopi di hilir. Yakni Kampung Kopi di Jalan Pelita, Kelurahan Taman Sari. Di sana banyak kafe yang menawarkan kopi khas Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKabupaten Bondowoso banyak dikenal oleh masyarakat luas melalui kopi khasnya. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan berupaya menghidupkan kembali brand yang sempat tenggelam, yakni Bondowoso Republik Kopi (BRK).

Langkah tersebut dinilai merupakan awal yang tepat. Hal ini disampaikan oleh akademisi Universitas Jember Dr M Fathorrazi. Menurut dia, selama ini BRK sudah ditopang dengan factor endowment yang melimpah, yaitu kopi. Apalagi Bondowoso merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Secara geografis, 48 persen areanya adalah perbukitan, dengan ketinggian mulai dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga di atas seribu mdpl.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, saat ini lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare dan tersebar di dua kawasan. Yakni kawasan lereng Ijen-Raung yang berbatasan dengan Banyuwangi dan Situbondo, serta area barat di Lereng Argopuro yang berbatasan dengan Jember dan Probolinggo.

Menurut Fathorrazi, dengan jumlah faktor yang melimpah itu, saat Pemkab membuat kebijakan tentang kopi secara otomatis nanti langsung menyentuh masyarakat. “Ada sekitar 12 kawalan kebijakan yang dibuat oleh bupati sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, Fathorrazi juga mengatakan bahwa prospek pemasaran kopi ke depan sangat besar. Di mana kopi Indonesia sudah dipasarkan di beberapa negara. “Ada di Tiongkok, Perancis, dan lainnya. Itu kopi Indonesia, termasuk Bondowoso,” jelasnya.

Walaupun demikian, dia menyadari di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, peluang penjualan pasti berkurang. Tetapi, kata dia, peluang pasarnya tidak akan berubah. “Itu yang menjanjikan, daripada membuat sesuatu yang belum pasti,” imbuhnya.

Selain kebijakan, pemerintah sebelumnya juga meninggalkan beberapa warisan pengembangan kopi di hilir. Yakni Kampung Kopi di Jalan Pelita, Kelurahan Taman Sari. Di sana banyak kafe yang menawarkan kopi khas Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/