alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Kualitas Oke, Permintaan Anjlok

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – tembakau sudah terbiasa dengan naik turunnya harga pada musim panen seperti saat ini. Tapi kali ini berbeda. Penurunan harga banyak dipengaruhi pandemi Covid-19. Harga turun karena daya beli masyarakat lemah. Pabrik rokok tidak berani ambil tembakau dengan jumlah besar karena khawatir rokoknya tidak laku.

Miftah, salah satu petani tembakau, mengakui sedang bingung melihat panen tembakaunya. “Tembakau saya bagus kualitasnya, tetapi belum bisa dijual karena gudang tembakau belum banyak yang buka. Kalau ada yang buka, harganya masih rendah,” kata Miftah.

Tak hanya Miftah yang mengaku kesulitan menjual hasil panen tembakaunya. Banyak petani Bondowoso yang kesulitan menjual tembakau. “Teman-teman yang lain juga mengeluh kesulitan menjual tembakau. Semoga saja harga segera naik agar petani tidak rugi pada musim pandemi Covid-19 ini,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal, dari segi produksi dan kualitas tembakau, musim panen kali ini bagus sekali. “Produksi dan kualitas tembakau pada musim kali ini bagus,” kata Muhammad Yasid, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen. Hingga kini, diperkirakan baru 10 sampai 20 persen saja tembakau yang diserap gudang. Padahal, saat ini panen raya tembakau.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – tembakau sudah terbiasa dengan naik turunnya harga pada musim panen seperti saat ini. Tapi kali ini berbeda. Penurunan harga banyak dipengaruhi pandemi Covid-19. Harga turun karena daya beli masyarakat lemah. Pabrik rokok tidak berani ambil tembakau dengan jumlah besar karena khawatir rokoknya tidak laku.

Miftah, salah satu petani tembakau, mengakui sedang bingung melihat panen tembakaunya. “Tembakau saya bagus kualitasnya, tetapi belum bisa dijual karena gudang tembakau belum banyak yang buka. Kalau ada yang buka, harganya masih rendah,” kata Miftah.

Tak hanya Miftah yang mengaku kesulitan menjual hasil panen tembakaunya. Banyak petani Bondowoso yang kesulitan menjual tembakau. “Teman-teman yang lain juga mengeluh kesulitan menjual tembakau. Semoga saja harga segera naik agar petani tidak rugi pada musim pandemi Covid-19 ini,” terangnya.

Padahal, dari segi produksi dan kualitas tembakau, musim panen kali ini bagus sekali. “Produksi dan kualitas tembakau pada musim kali ini bagus,” kata Muhammad Yasid, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen. Hingga kini, diperkirakan baru 10 sampai 20 persen saja tembakau yang diserap gudang. Padahal, saat ini panen raya tembakau.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – tembakau sudah terbiasa dengan naik turunnya harga pada musim panen seperti saat ini. Tapi kali ini berbeda. Penurunan harga banyak dipengaruhi pandemi Covid-19. Harga turun karena daya beli masyarakat lemah. Pabrik rokok tidak berani ambil tembakau dengan jumlah besar karena khawatir rokoknya tidak laku.

Miftah, salah satu petani tembakau, mengakui sedang bingung melihat panen tembakaunya. “Tembakau saya bagus kualitasnya, tetapi belum bisa dijual karena gudang tembakau belum banyak yang buka. Kalau ada yang buka, harganya masih rendah,” kata Miftah.

Tak hanya Miftah yang mengaku kesulitan menjual hasil panen tembakaunya. Banyak petani Bondowoso yang kesulitan menjual tembakau. “Teman-teman yang lain juga mengeluh kesulitan menjual tembakau. Semoga saja harga segera naik agar petani tidak rugi pada musim pandemi Covid-19 ini,” terangnya.

Padahal, dari segi produksi dan kualitas tembakau, musim panen kali ini bagus sekali. “Produksi dan kualitas tembakau pada musim kali ini bagus,” kata Muhammad Yasid, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen. Hingga kini, diperkirakan baru 10 sampai 20 persen saja tembakau yang diserap gudang. Padahal, saat ini panen raya tembakau.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/