alexametrics
24.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Butuh Tata Niaga Tembakau

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu solusi jangka panjang terhadap masalah tembakau di Bondowoso adalah dilakukannya tata niaga tembakau yang lebih baik. Hal itu gar saat ini tidak ada lagi ketimpangan produksi dengan kebutuhan. Agar ada keseimbangan antara produksi dan kebutuhan daun emas.

Ketua APTI Bondowoso Mohammad Yasid mengatakan, ada perlindungan hukum berupa Perda Tata Niaga Tembakau kepada para petani tembakau. Dengan perda tersebut, maka petani tembakau lebih terlindungi. “Bupati bisa mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait biaya pokok produksi tembakau. Pemda bisa menyampaikan biaya produksi tembakau yang dilakukan petani pada pabrikan,” ujar Mohammad Yasid. Hal itu agar harga tembakau relatif baik bagi petani. Sehingga petani tidak rugi.

Dengan adanya Perda Tata Niaga Tembakau, maka akan ada kepastian pasar. Selama ini tak ada. “Karena tak ada dasar hukum untuk melakukan intervensi soal jumlah produksi tembakau,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Disperta Bondowoso Sofia Adie Kurniawati menjelaskan, sejumlah gudang tembakau di Bondowoso sudah mulai buka. “Sekarang sudah mulai buka dan membeli tembakau,” ungkap Sofia Adie Kurniawati. Namun, diakuinya harga pembelian gudang tembakau belum berpihak kepada petani.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu solusi jangka panjang terhadap masalah tembakau di Bondowoso adalah dilakukannya tata niaga tembakau yang lebih baik. Hal itu gar saat ini tidak ada lagi ketimpangan produksi dengan kebutuhan. Agar ada keseimbangan antara produksi dan kebutuhan daun emas.

Ketua APTI Bondowoso Mohammad Yasid mengatakan, ada perlindungan hukum berupa Perda Tata Niaga Tembakau kepada para petani tembakau. Dengan perda tersebut, maka petani tembakau lebih terlindungi. “Bupati bisa mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait biaya pokok produksi tembakau. Pemda bisa menyampaikan biaya produksi tembakau yang dilakukan petani pada pabrikan,” ujar Mohammad Yasid. Hal itu agar harga tembakau relatif baik bagi petani. Sehingga petani tidak rugi.

Dengan adanya Perda Tata Niaga Tembakau, maka akan ada kepastian pasar. Selama ini tak ada. “Karena tak ada dasar hukum untuk melakukan intervensi soal jumlah produksi tembakau,” ujarnya.

Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Disperta Bondowoso Sofia Adie Kurniawati menjelaskan, sejumlah gudang tembakau di Bondowoso sudah mulai buka. “Sekarang sudah mulai buka dan membeli tembakau,” ungkap Sofia Adie Kurniawati. Namun, diakuinya harga pembelian gudang tembakau belum berpihak kepada petani.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu solusi jangka panjang terhadap masalah tembakau di Bondowoso adalah dilakukannya tata niaga tembakau yang lebih baik. Hal itu gar saat ini tidak ada lagi ketimpangan produksi dengan kebutuhan. Agar ada keseimbangan antara produksi dan kebutuhan daun emas.

Ketua APTI Bondowoso Mohammad Yasid mengatakan, ada perlindungan hukum berupa Perda Tata Niaga Tembakau kepada para petani tembakau. Dengan perda tersebut, maka petani tembakau lebih terlindungi. “Bupati bisa mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait biaya pokok produksi tembakau. Pemda bisa menyampaikan biaya produksi tembakau yang dilakukan petani pada pabrikan,” ujar Mohammad Yasid. Hal itu agar harga tembakau relatif baik bagi petani. Sehingga petani tidak rugi.

Dengan adanya Perda Tata Niaga Tembakau, maka akan ada kepastian pasar. Selama ini tak ada. “Karena tak ada dasar hukum untuk melakukan intervensi soal jumlah produksi tembakau,” ujarnya.

Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Disperta Bondowoso Sofia Adie Kurniawati menjelaskan, sejumlah gudang tembakau di Bondowoso sudah mulai buka. “Sekarang sudah mulai buka dan membeli tembakau,” ungkap Sofia Adie Kurniawati. Namun, diakuinya harga pembelian gudang tembakau belum berpihak kepada petani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/