alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Rela Patungan Gelar Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah terus mengupayakan pemerataan vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia. Tapi, usaha tersebut harus menghadapi tantangan serius. Mengingat banyaknya informasi miring bahkan tidak benar terkait vaksin, membuat sebagian warga takut untuk mendapatkan vaksin.

Meski demikian, tidak semua masyarakat merasa takut. Seperti sejumlah orang di Gang Maghfur Kampung Haji, Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang. Mereka justru bergotong royong untuk melakukan vaksinasi kepada warga secara mandiri, Kamis (19/8) siang lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, vaksinasi tersebut diinisiasi oleh Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan warga Kampung Haji, Desa Bataan. Uniknya, mereka juga melakukan urunan dana untuk menyiapkan lokasi vaksinasi tersebut. Untuk memudahkan calon penerima vaksin, kegiatan dilaksanakan di halaman rumah salah seorang warga di RT 01 RW 01.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelum dilaksanakan vaksinasi, panitia menggandeng tokoh agama, satgas Covid-19, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait vaksin. Tokoh agama memberikan penjelasan dan meyakinkan masyarakat bahwa vaksin dijamin halal. Sementara itu, tenaga kesehatan menjelaskan tentang keamanan, manfaat, dan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dari vaksin Covid-19.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pengurus Anak Ranting NU Kampung Haji Fitri Nur Hidayat mengatakan, kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan Satgas Covid-19, Puskesmas Tenggarang, TNI, Polri, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya. “Kami melaksanakan ini karena sebenarnya banyak masyarakat yang mau divaksin, cuma jauh. Kalau di dekat rumah kan enak. Warga yang sepuh bisa ikutan vaksin,” paparnya.

Menurutnya, kegiatan ini diawali dengan sosialisasi yang melibatkan polres dan Dinkes. Hal itu karena masih banyak warga yang termakan isu hoax. “Makanya warga antusias dan tak lagi takut divaksin,” imbuhnya.

Warga yang ingin divaksin bisa langsung mendaftar di lokasi. Mereka cukup membawa KK dan KTP. Total ada 206 orang yang menerima vaksin. Dia mengungkapkan bahwa sebenarnya warga yang datang lebih dari 206 orang. Tetapi, karena dosis habis alias tak kebagian vaksin, petugas terpaksa menghentikan vaksinasi. “Peserta juga ada yang dari luar Kampung Haji. Selain lansia, juga ada pelajar yang ikut. Untuk warga Kampung Haji sudah daftar dulu sebelum hari-H,” paparnya.

Disampaikan, vaksin yang disuntikkan disuplai oleh Puskesmas Tenggarang. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac. “Selain dosis satu, ada juga yang dosis kedua,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah terus mengupayakan pemerataan vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia. Tapi, usaha tersebut harus menghadapi tantangan serius. Mengingat banyaknya informasi miring bahkan tidak benar terkait vaksin, membuat sebagian warga takut untuk mendapatkan vaksin.

Meski demikian, tidak semua masyarakat merasa takut. Seperti sejumlah orang di Gang Maghfur Kampung Haji, Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang. Mereka justru bergotong royong untuk melakukan vaksinasi kepada warga secara mandiri, Kamis (19/8) siang lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, vaksinasi tersebut diinisiasi oleh Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan warga Kampung Haji, Desa Bataan. Uniknya, mereka juga melakukan urunan dana untuk menyiapkan lokasi vaksinasi tersebut. Untuk memudahkan calon penerima vaksin, kegiatan dilaksanakan di halaman rumah salah seorang warga di RT 01 RW 01.

Sebelum dilaksanakan vaksinasi, panitia menggandeng tokoh agama, satgas Covid-19, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait vaksin. Tokoh agama memberikan penjelasan dan meyakinkan masyarakat bahwa vaksin dijamin halal. Sementara itu, tenaga kesehatan menjelaskan tentang keamanan, manfaat, dan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dari vaksin Covid-19.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pengurus Anak Ranting NU Kampung Haji Fitri Nur Hidayat mengatakan, kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan Satgas Covid-19, Puskesmas Tenggarang, TNI, Polri, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya. “Kami melaksanakan ini karena sebenarnya banyak masyarakat yang mau divaksin, cuma jauh. Kalau di dekat rumah kan enak. Warga yang sepuh bisa ikutan vaksin,” paparnya.

Menurutnya, kegiatan ini diawali dengan sosialisasi yang melibatkan polres dan Dinkes. Hal itu karena masih banyak warga yang termakan isu hoax. “Makanya warga antusias dan tak lagi takut divaksin,” imbuhnya.

Warga yang ingin divaksin bisa langsung mendaftar di lokasi. Mereka cukup membawa KK dan KTP. Total ada 206 orang yang menerima vaksin. Dia mengungkapkan bahwa sebenarnya warga yang datang lebih dari 206 orang. Tetapi, karena dosis habis alias tak kebagian vaksin, petugas terpaksa menghentikan vaksinasi. “Peserta juga ada yang dari luar Kampung Haji. Selain lansia, juga ada pelajar yang ikut. Untuk warga Kampung Haji sudah daftar dulu sebelum hari-H,” paparnya.

Disampaikan, vaksin yang disuntikkan disuplai oleh Puskesmas Tenggarang. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac. “Selain dosis satu, ada juga yang dosis kedua,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah terus mengupayakan pemerataan vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia. Tapi, usaha tersebut harus menghadapi tantangan serius. Mengingat banyaknya informasi miring bahkan tidak benar terkait vaksin, membuat sebagian warga takut untuk mendapatkan vaksin.

Meski demikian, tidak semua masyarakat merasa takut. Seperti sejumlah orang di Gang Maghfur Kampung Haji, Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang. Mereka justru bergotong royong untuk melakukan vaksinasi kepada warga secara mandiri, Kamis (19/8) siang lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, vaksinasi tersebut diinisiasi oleh Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan warga Kampung Haji, Desa Bataan. Uniknya, mereka juga melakukan urunan dana untuk menyiapkan lokasi vaksinasi tersebut. Untuk memudahkan calon penerima vaksin, kegiatan dilaksanakan di halaman rumah salah seorang warga di RT 01 RW 01.

Sebelum dilaksanakan vaksinasi, panitia menggandeng tokoh agama, satgas Covid-19, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait vaksin. Tokoh agama memberikan penjelasan dan meyakinkan masyarakat bahwa vaksin dijamin halal. Sementara itu, tenaga kesehatan menjelaskan tentang keamanan, manfaat, dan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dari vaksin Covid-19.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pengurus Anak Ranting NU Kampung Haji Fitri Nur Hidayat mengatakan, kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan Satgas Covid-19, Puskesmas Tenggarang, TNI, Polri, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya. “Kami melaksanakan ini karena sebenarnya banyak masyarakat yang mau divaksin, cuma jauh. Kalau di dekat rumah kan enak. Warga yang sepuh bisa ikutan vaksin,” paparnya.

Menurutnya, kegiatan ini diawali dengan sosialisasi yang melibatkan polres dan Dinkes. Hal itu karena masih banyak warga yang termakan isu hoax. “Makanya warga antusias dan tak lagi takut divaksin,” imbuhnya.

Warga yang ingin divaksin bisa langsung mendaftar di lokasi. Mereka cukup membawa KK dan KTP. Total ada 206 orang yang menerima vaksin. Dia mengungkapkan bahwa sebenarnya warga yang datang lebih dari 206 orang. Tetapi, karena dosis habis alias tak kebagian vaksin, petugas terpaksa menghentikan vaksinasi. “Peserta juga ada yang dari luar Kampung Haji. Selain lansia, juga ada pelajar yang ikut. Untuk warga Kampung Haji sudah daftar dulu sebelum hari-H,” paparnya.

Disampaikan, vaksin yang disuntikkan disuplai oleh Puskesmas Tenggarang. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac. “Selain dosis satu, ada juga yang dosis kedua,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/