alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Obati PMK Pakai Asam Cuka

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkaki empat terus bertambah. Walau begitu, peternak harus tetap tenang karena PMK bisa disembuhkan dengan metode sederhana. Salah satunya memakai larutan asam sitrat atau asam cuka.

Dosen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej), Amam MP, mengatakan, pengobatan ternak yang terinfeksi PMK disarankan dilakukan secepatnya sebelum kondisinya parah. Sebab, kondisi yang ringan lebih cepat penyembuhannya, dibandingkan dengan sapi yang sudah parah tertular virus tersebut.

Amam mengatakan, kegagalan pengobatan umumnya terjadi karena kurang sabar dan teliti. “Harus konsisten pengobatan dan perawatan sapi yang terkena PMK,” paparnya. Hewan ternak terkena PMK yang sudah parah pun tetap bisa disembuhkan. “Namun, lamanya proses penyembuhan tergantung tingkat keparahan luka pada mulut dan kaki. Serta kondisi kekebalan sapi,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, ada tujuh langkah yang harus dilakukan secara konsisten untuk mengobati. Di antaranya rutin melakukan penjemuran sapi setiap pagi dan sore. Selain itu, menjaga kebersihan kandang setiap harinya. “Jika memungkinkan dilakukan penyemprotan disinfektan menggunakan biodes atau prodestan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkaki empat terus bertambah. Walau begitu, peternak harus tetap tenang karena PMK bisa disembuhkan dengan metode sederhana. Salah satunya memakai larutan asam sitrat atau asam cuka.

Dosen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej), Amam MP, mengatakan, pengobatan ternak yang terinfeksi PMK disarankan dilakukan secepatnya sebelum kondisinya parah. Sebab, kondisi yang ringan lebih cepat penyembuhannya, dibandingkan dengan sapi yang sudah parah tertular virus tersebut.

Amam mengatakan, kegagalan pengobatan umumnya terjadi karena kurang sabar dan teliti. “Harus konsisten pengobatan dan perawatan sapi yang terkena PMK,” paparnya. Hewan ternak terkena PMK yang sudah parah pun tetap bisa disembuhkan. “Namun, lamanya proses penyembuhan tergantung tingkat keparahan luka pada mulut dan kaki. Serta kondisi kekebalan sapi,” terangnya.

Menurutnya, ada tujuh langkah yang harus dilakukan secara konsisten untuk mengobati. Di antaranya rutin melakukan penjemuran sapi setiap pagi dan sore. Selain itu, menjaga kebersihan kandang setiap harinya. “Jika memungkinkan dilakukan penyemprotan disinfektan menggunakan biodes atau prodestan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkaki empat terus bertambah. Walau begitu, peternak harus tetap tenang karena PMK bisa disembuhkan dengan metode sederhana. Salah satunya memakai larutan asam sitrat atau asam cuka.

Dosen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej), Amam MP, mengatakan, pengobatan ternak yang terinfeksi PMK disarankan dilakukan secepatnya sebelum kondisinya parah. Sebab, kondisi yang ringan lebih cepat penyembuhannya, dibandingkan dengan sapi yang sudah parah tertular virus tersebut.

Amam mengatakan, kegagalan pengobatan umumnya terjadi karena kurang sabar dan teliti. “Harus konsisten pengobatan dan perawatan sapi yang terkena PMK,” paparnya. Hewan ternak terkena PMK yang sudah parah pun tetap bisa disembuhkan. “Namun, lamanya proses penyembuhan tergantung tingkat keparahan luka pada mulut dan kaki. Serta kondisi kekebalan sapi,” terangnya.

Menurutnya, ada tujuh langkah yang harus dilakukan secara konsisten untuk mengobati. Di antaranya rutin melakukan penjemuran sapi setiap pagi dan sore. Selain itu, menjaga kebersihan kandang setiap harinya. “Jika memungkinkan dilakukan penyemprotan disinfektan menggunakan biodes atau prodestan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/