alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Mantan Kades Jurangsapi Diamankan Polisi Karena Tabrak Sepeda Ontel

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mantan kepala Desa Jurangsapi, Kecamatan Tapen, Sutikno, terpaksa harus diamankan Polres Bondowoso, kemarin (19/7). Setelah beberapa waktu Sutikno menabrak Muajib, salah seorang warga setempat.

Tindakan Sutikno dianggap kurang proaktif terhadap korban yang mengalami luka parah. Karenanya, kasus tersebut berlanjut hingga ke aparat penegak hukum. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Sutikno atau yang biasa disapa Tik itu mengalami kecelakaan dengan Muajib alias Pak Jon pada April 2022 lalu. Saat itu, Tik mengendarai motor, sementara lawannya menggunakan sepeda ontel. Akibatnya, Pak Jon mengalami luka berat, walaupun saat ini korban sudah pulih dari masa kritis.

Kasat lantas Polres Bondowoso AKP Suryono membenarkan bahwa mantan kades Jurangsapi itu sedang dilakukan penahanan di Polres Bondowoso.  Sebab, setelah mengalami kecelakaan, yang bersangkutan tak bersikap proaktif terhadap korban. “Korban mengalami luka berat bahkan sempat kritis,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat ini, lanjutnya, korban sudah pulih dari masa kritisnya. Terlebih, memang kejadiannya sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan lalu. Meski sudah sembuh, pihaknya tetap melakukan penahanan kepada Sutikno. Lantaran dianggap sangat jarang menjenguk korban saat masa kritis. “Saat diperiksa, Suktino datang bersama lawyer. Hasil pemeriksaan tersebut dan disertai bukti-bukti, maka selanjutnya kami melakukan penahanan,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mantan kepala Desa Jurangsapi, Kecamatan Tapen, Sutikno, terpaksa harus diamankan Polres Bondowoso, kemarin (19/7). Setelah beberapa waktu Sutikno menabrak Muajib, salah seorang warga setempat.

Tindakan Sutikno dianggap kurang proaktif terhadap korban yang mengalami luka parah. Karenanya, kasus tersebut berlanjut hingga ke aparat penegak hukum. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Sutikno atau yang biasa disapa Tik itu mengalami kecelakaan dengan Muajib alias Pak Jon pada April 2022 lalu. Saat itu, Tik mengendarai motor, sementara lawannya menggunakan sepeda ontel. Akibatnya, Pak Jon mengalami luka berat, walaupun saat ini korban sudah pulih dari masa kritis.

Kasat lantas Polres Bondowoso AKP Suryono membenarkan bahwa mantan kades Jurangsapi itu sedang dilakukan penahanan di Polres Bondowoso.  Sebab, setelah mengalami kecelakaan, yang bersangkutan tak bersikap proaktif terhadap korban. “Korban mengalami luka berat bahkan sempat kritis,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, korban sudah pulih dari masa kritisnya. Terlebih, memang kejadiannya sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan lalu. Meski sudah sembuh, pihaknya tetap melakukan penahanan kepada Sutikno. Lantaran dianggap sangat jarang menjenguk korban saat masa kritis. “Saat diperiksa, Suktino datang bersama lawyer. Hasil pemeriksaan tersebut dan disertai bukti-bukti, maka selanjutnya kami melakukan penahanan,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mantan kepala Desa Jurangsapi, Kecamatan Tapen, Sutikno, terpaksa harus diamankan Polres Bondowoso, kemarin (19/7). Setelah beberapa waktu Sutikno menabrak Muajib, salah seorang warga setempat.

Tindakan Sutikno dianggap kurang proaktif terhadap korban yang mengalami luka parah. Karenanya, kasus tersebut berlanjut hingga ke aparat penegak hukum. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Sutikno atau yang biasa disapa Tik itu mengalami kecelakaan dengan Muajib alias Pak Jon pada April 2022 lalu. Saat itu, Tik mengendarai motor, sementara lawannya menggunakan sepeda ontel. Akibatnya, Pak Jon mengalami luka berat, walaupun saat ini korban sudah pulih dari masa kritis.

Kasat lantas Polres Bondowoso AKP Suryono membenarkan bahwa mantan kades Jurangsapi itu sedang dilakukan penahanan di Polres Bondowoso.  Sebab, setelah mengalami kecelakaan, yang bersangkutan tak bersikap proaktif terhadap korban. “Korban mengalami luka berat bahkan sempat kritis,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, korban sudah pulih dari masa kritisnya. Terlebih, memang kejadiannya sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan lalu. Meski sudah sembuh, pihaknya tetap melakukan penahanan kepada Sutikno. Lantaran dianggap sangat jarang menjenguk korban saat masa kritis. “Saat diperiksa, Suktino datang bersama lawyer. Hasil pemeriksaan tersebut dan disertai bukti-bukti, maka selanjutnya kami melakukan penahanan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/