alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Setelah Meningkatnya Kasus Covid-19 Dua OPD

Bupati Buat Surat Edaran, ASN Sakit Harus WFH Genderang perang melawan Covid-19 terus ditabuh. Bahkan, dua pekan terakhir, kasus Covid-19 di Bondowoso meningkat. Ada klaster hajatan, puskesmas di-lockdown, sampai kantor dinas juga. Akhirnya, bupati mengeluarkan surat edar.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Melonjaknya kasus Covid-19 di Bondowoso benar-benar menjadi perhatian. Bupati langsung mengeluarkan surat edaran (SE) terkait WFH. Terbaru adalah dua organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso memberlakukan work from home (WFH). Menyusul adanya karyawan yang terpapar Covid-19.

Dua OPD dimaksud yakni Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) serta Dinas Lingkungan, Hidup, dan Perhubungan (DLHP).

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo mengatakan, sebagaimana surat edaran Bupati Salwa Arifin, pada dua OPD itu hanya 50 persen karyawan yang masuk.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mereka yang WFH adalah yang kesehatannya berkurang. Diutamakan kepada karyawan yang mengidap penyakit. “Kami minta karyawan yang WFH itu yang punya penyakit seperti kencing manis, darah tinggi, penyakit jantung, gagal ginjal, gangguan pernapasan, dan penyakit lainnya,” jelas Soekaryo.

Kendati WFH, mereka tetap harus melampirkan tugas dan dilaporkan ke atasan melalui aplikasi e-Kinerja. Tak hanya itu, setiap akhir bulan mereka juga harus melaporkan output kinerjanya melalui aplikasi serupa. Selanjutnya, juga dikirimkan ke Badan Kepegawaian Daerah.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Melonjaknya kasus Covid-19 di Bondowoso benar-benar menjadi perhatian. Bupati langsung mengeluarkan surat edaran (SE) terkait WFH. Terbaru adalah dua organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso memberlakukan work from home (WFH). Menyusul adanya karyawan yang terpapar Covid-19.

Dua OPD dimaksud yakni Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) serta Dinas Lingkungan, Hidup, dan Perhubungan (DLHP).

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo mengatakan, sebagaimana surat edaran Bupati Salwa Arifin, pada dua OPD itu hanya 50 persen karyawan yang masuk.

Mereka yang WFH adalah yang kesehatannya berkurang. Diutamakan kepada karyawan yang mengidap penyakit. “Kami minta karyawan yang WFH itu yang punya penyakit seperti kencing manis, darah tinggi, penyakit jantung, gagal ginjal, gangguan pernapasan, dan penyakit lainnya,” jelas Soekaryo.

Kendati WFH, mereka tetap harus melampirkan tugas dan dilaporkan ke atasan melalui aplikasi e-Kinerja. Tak hanya itu, setiap akhir bulan mereka juga harus melaporkan output kinerjanya melalui aplikasi serupa. Selanjutnya, juga dikirimkan ke Badan Kepegawaian Daerah.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Melonjaknya kasus Covid-19 di Bondowoso benar-benar menjadi perhatian. Bupati langsung mengeluarkan surat edaran (SE) terkait WFH. Terbaru adalah dua organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso memberlakukan work from home (WFH). Menyusul adanya karyawan yang terpapar Covid-19.

Dua OPD dimaksud yakni Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) serta Dinas Lingkungan, Hidup, dan Perhubungan (DLHP).

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo mengatakan, sebagaimana surat edaran Bupati Salwa Arifin, pada dua OPD itu hanya 50 persen karyawan yang masuk.

Mereka yang WFH adalah yang kesehatannya berkurang. Diutamakan kepada karyawan yang mengidap penyakit. “Kami minta karyawan yang WFH itu yang punya penyakit seperti kencing manis, darah tinggi, penyakit jantung, gagal ginjal, gangguan pernapasan, dan penyakit lainnya,” jelas Soekaryo.

Kendati WFH, mereka tetap harus melampirkan tugas dan dilaporkan ke atasan melalui aplikasi e-Kinerja. Tak hanya itu, setiap akhir bulan mereka juga harus melaporkan output kinerjanya melalui aplikasi serupa. Selanjutnya, juga dikirimkan ke Badan Kepegawaian Daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/