alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Masih Tersedia 125 Kamar

Kamar Pasien Covid-19 di RSUD Masih Aman

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus positif Covid-19 di Bondowoso dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan. Bahkan, beberapa minggu terakhir terjadi klaster hajatan serta puluhan ASN di dua OPD melakukan work from home. Apalagi, ada empat puskesmas yang menutup layanan kesehatannya untuk sementara waktu.

Menyikapi hal itu, RSUD dr Koesnadi tetap mempersiapkan dan menyediakan ratusan kamar isolasi untuk pasien Covid-19. Data dihimpun menyebutkan, total ada 125 tempat tidur di RSUD dr Koesnadi. Di ruang inap khusus (RIK) tekanan negatif Krisan, total ada 18 tempat tidur, RIK biasa Rengganis berjumlah 40 tempat tidur, RIK biasa Ijen 58 tempat tidur, di ICU Covid-19 lima tempat tidur, dan NICU Covid-19 empat tempat tidur.

Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna mengatakan, dari total 125, yang terpakai 39 tempat tidur. “Dan masih tersedia 86 tempat tidur, yang terpakai baru 30 persen,” katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (18/6) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, sejauh ini klaster yang paling banyak adalah klaster hajatan di Binakal. Pasien dari klaster tersebut masih ada yang dirawat di rumah sakit. “Untuk yang dirawat di rumah sakit ada gejala semua. Tetapi, untuk OTG (orang tanpa gejala, Red) kami bisa terima nanti. Kalau andai kata dibutuhkan,” katanya.

Terkait pasien Covid-19 yang disertai penyakit penyerta, kata dia, cukup banyak. Rata-rata diabetes dan kencing manis. “Kemarin, paling banyak yang menyumbang klaster hajatan,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus positif Covid-19 di Bondowoso dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan. Bahkan, beberapa minggu terakhir terjadi klaster hajatan serta puluhan ASN di dua OPD melakukan work from home. Apalagi, ada empat puskesmas yang menutup layanan kesehatannya untuk sementara waktu.

Menyikapi hal itu, RSUD dr Koesnadi tetap mempersiapkan dan menyediakan ratusan kamar isolasi untuk pasien Covid-19. Data dihimpun menyebutkan, total ada 125 tempat tidur di RSUD dr Koesnadi. Di ruang inap khusus (RIK) tekanan negatif Krisan, total ada 18 tempat tidur, RIK biasa Rengganis berjumlah 40 tempat tidur, RIK biasa Ijen 58 tempat tidur, di ICU Covid-19 lima tempat tidur, dan NICU Covid-19 empat tempat tidur.

Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna mengatakan, dari total 125, yang terpakai 39 tempat tidur. “Dan masih tersedia 86 tempat tidur, yang terpakai baru 30 persen,” katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (18/6) kemarin.

Menurut dia, sejauh ini klaster yang paling banyak adalah klaster hajatan di Binakal. Pasien dari klaster tersebut masih ada yang dirawat di rumah sakit. “Untuk yang dirawat di rumah sakit ada gejala semua. Tetapi, untuk OTG (orang tanpa gejala, Red) kami bisa terima nanti. Kalau andai kata dibutuhkan,” katanya.

Terkait pasien Covid-19 yang disertai penyakit penyerta, kata dia, cukup banyak. Rata-rata diabetes dan kencing manis. “Kemarin, paling banyak yang menyumbang klaster hajatan,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus positif Covid-19 di Bondowoso dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan. Bahkan, beberapa minggu terakhir terjadi klaster hajatan serta puluhan ASN di dua OPD melakukan work from home. Apalagi, ada empat puskesmas yang menutup layanan kesehatannya untuk sementara waktu.

Menyikapi hal itu, RSUD dr Koesnadi tetap mempersiapkan dan menyediakan ratusan kamar isolasi untuk pasien Covid-19. Data dihimpun menyebutkan, total ada 125 tempat tidur di RSUD dr Koesnadi. Di ruang inap khusus (RIK) tekanan negatif Krisan, total ada 18 tempat tidur, RIK biasa Rengganis berjumlah 40 tempat tidur, RIK biasa Ijen 58 tempat tidur, di ICU Covid-19 lima tempat tidur, dan NICU Covid-19 empat tempat tidur.

Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna mengatakan, dari total 125, yang terpakai 39 tempat tidur. “Dan masih tersedia 86 tempat tidur, yang terpakai baru 30 persen,” katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (18/6) kemarin.

Menurut dia, sejauh ini klaster yang paling banyak adalah klaster hajatan di Binakal. Pasien dari klaster tersebut masih ada yang dirawat di rumah sakit. “Untuk yang dirawat di rumah sakit ada gejala semua. Tetapi, untuk OTG (orang tanpa gejala, Red) kami bisa terima nanti. Kalau andai kata dibutuhkan,” katanya.

Terkait pasien Covid-19 yang disertai penyakit penyerta, kata dia, cukup banyak. Rata-rata diabetes dan kencing manis. “Kemarin, paling banyak yang menyumbang klaster hajatan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/