alexametrics
32.1 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Gandeng Perguruan Tinggi untuk Cukupi Stok Darah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bondowoso terus menipis. Untuk memastikan ketersediaan stok tetap terpenuhi, berbagai upaya dilakukan. Salah satunya harus rutin menggelar donor darah di berbagai tempat. Termasuk di perguruan tinggi. Seperti yang dilakukan di Universitas Bondowoso (Unibo), beberapa waktu lalu.

Muhammad Taufik, Plt Ketua PMI Bondowoso, menyampaikan, sudah ada lima perguruan tinggi di Bondowoso, baik negeri maupun swasta, yang menjalin kerja sama dengan pihaknya. Pada lima perguruan tinggi ini, pihaknya sudah secara rutin menggelar donor darah sukarela. Sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati dan ditentukan sebelumnya. Jadwal tersebut menyesuaikan dengan situasi dan kondisi perguruan tinggi dan jadwal dari PMI sendiri. “Hal ini sudah lama dimulai,” paparnya.

Menurutnya, perguruan tinggi di dalamnya adalah insan-insan akademis yang akan menjadi agent of change atau agen perubahan. Karena itu, ketika perguruan tinggi sudah bisa memberikan teladan bagi yang lain, dengan cara berada di muka untuk melakukan donor darah sukarela, maka hal itu diyakini dapat menjadi pemantik semangat untuk masyarakat lainnya. “Ketika kampus sudah berada di depan untuk melakukan hal ini, maka akan benar seperti tema hari Donor Darah Sedunia tahun ini. Donorkan darahmu, maka dunia akan terjaga,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Taufik juga menjelaskan, dengan kegiatan rutin yang dilakukan diberbagai perguruan tinggi, mereka juga menjadi salah satu bagian penyokong ketersediaan stok darah selama ini. Mereka berperan aktif dalam melengkapi, menambah, dan tentunya mereka juga ikut menjaga ketersediaan stok darah di Bondowoso sampai sejauh ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bondowoso terus menipis. Untuk memastikan ketersediaan stok tetap terpenuhi, berbagai upaya dilakukan. Salah satunya harus rutin menggelar donor darah di berbagai tempat. Termasuk di perguruan tinggi. Seperti yang dilakukan di Universitas Bondowoso (Unibo), beberapa waktu lalu.

Muhammad Taufik, Plt Ketua PMI Bondowoso, menyampaikan, sudah ada lima perguruan tinggi di Bondowoso, baik negeri maupun swasta, yang menjalin kerja sama dengan pihaknya. Pada lima perguruan tinggi ini, pihaknya sudah secara rutin menggelar donor darah sukarela. Sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati dan ditentukan sebelumnya. Jadwal tersebut menyesuaikan dengan situasi dan kondisi perguruan tinggi dan jadwal dari PMI sendiri. “Hal ini sudah lama dimulai,” paparnya.

Menurutnya, perguruan tinggi di dalamnya adalah insan-insan akademis yang akan menjadi agent of change atau agen perubahan. Karena itu, ketika perguruan tinggi sudah bisa memberikan teladan bagi yang lain, dengan cara berada di muka untuk melakukan donor darah sukarela, maka hal itu diyakini dapat menjadi pemantik semangat untuk masyarakat lainnya. “Ketika kampus sudah berada di depan untuk melakukan hal ini, maka akan benar seperti tema hari Donor Darah Sedunia tahun ini. Donorkan darahmu, maka dunia akan terjaga,” tegasnya.

Taufik juga menjelaskan, dengan kegiatan rutin yang dilakukan diberbagai perguruan tinggi, mereka juga menjadi salah satu bagian penyokong ketersediaan stok darah selama ini. Mereka berperan aktif dalam melengkapi, menambah, dan tentunya mereka juga ikut menjaga ketersediaan stok darah di Bondowoso sampai sejauh ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bondowoso terus menipis. Untuk memastikan ketersediaan stok tetap terpenuhi, berbagai upaya dilakukan. Salah satunya harus rutin menggelar donor darah di berbagai tempat. Termasuk di perguruan tinggi. Seperti yang dilakukan di Universitas Bondowoso (Unibo), beberapa waktu lalu.

Muhammad Taufik, Plt Ketua PMI Bondowoso, menyampaikan, sudah ada lima perguruan tinggi di Bondowoso, baik negeri maupun swasta, yang menjalin kerja sama dengan pihaknya. Pada lima perguruan tinggi ini, pihaknya sudah secara rutin menggelar donor darah sukarela. Sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati dan ditentukan sebelumnya. Jadwal tersebut menyesuaikan dengan situasi dan kondisi perguruan tinggi dan jadwal dari PMI sendiri. “Hal ini sudah lama dimulai,” paparnya.

Menurutnya, perguruan tinggi di dalamnya adalah insan-insan akademis yang akan menjadi agent of change atau agen perubahan. Karena itu, ketika perguruan tinggi sudah bisa memberikan teladan bagi yang lain, dengan cara berada di muka untuk melakukan donor darah sukarela, maka hal itu diyakini dapat menjadi pemantik semangat untuk masyarakat lainnya. “Ketika kampus sudah berada di depan untuk melakukan hal ini, maka akan benar seperti tema hari Donor Darah Sedunia tahun ini. Donorkan darahmu, maka dunia akan terjaga,” tegasnya.

Taufik juga menjelaskan, dengan kegiatan rutin yang dilakukan diberbagai perguruan tinggi, mereka juga menjadi salah satu bagian penyokong ketersediaan stok darah selama ini. Mereka berperan aktif dalam melengkapi, menambah, dan tentunya mereka juga ikut menjaga ketersediaan stok darah di Bondowoso sampai sejauh ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/