alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Perburuan Polisi Membawa Hasil

Rantai Penjualan Mercon Dibekuk

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Satreskrim Polres Bondowoso mengamankan Muh. Andika, 40, warga Desa/Kecamatan Sukosari, akhir pekan lalu. Dia terbukti menjual bahan peledak jenis serbuk mercon seberat 14,1 kilogram. Selanjutnya polisi melakukan perburuan dan mendapatkan hasil.

Satreskrim Polres Bondowoso berhasil menangkap seorang perantara penjual bahan peledak jenis sumbu mercon, dan seorang lagi pembuat petasan yang masuk dalam satu jaringan penjual bubuk mercon antar kabupaten, kemarin. Yakni Samsul Arifin, 44, warga Desa Karang Melok, Tamanan, yang merupakan perantara penjual. Sedangkan seorang lagi adalah Surahmat, 50, warga Desa Kemirian, Tamanan, sebagai pembuat petasan.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Agung mengatakan, dari kedua pelaku pihaknya mengamankan 774 petasan dan 420 selongsong petasan. Kini ke dua pelaku berada di Mapolres Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Kedua tersangka kami jerat dengan Pasal 1 ayat (1), (3)  Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dua pelaku ini secara berantai menjual bubuk mercon dengan harga awal Rp 150 ribu per kilogram, hingga dijual dari tangan ke tangan menjadi Rp 230 ribu per kilogram. Mata rantainya, Muh. Andika membeli serbuk mercon di Situbondo. Kemudian, dia meracik bubuk tersebut hingga tinggal pakai untuk petasan. “Tangan pertama Muh. Andika. Kemudian dibeli Samsul Arifin, dan dibeli lagi oleh Surahmat sebagai pembuat petasan,” urainya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Satreskrim Polres Bondowoso mengamankan Muh. Andika, 40, warga Desa/Kecamatan Sukosari, akhir pekan lalu. Dia terbukti menjual bahan peledak jenis serbuk mercon seberat 14,1 kilogram. Selanjutnya polisi melakukan perburuan dan mendapatkan hasil.

Satreskrim Polres Bondowoso berhasil menangkap seorang perantara penjual bahan peledak jenis sumbu mercon, dan seorang lagi pembuat petasan yang masuk dalam satu jaringan penjual bubuk mercon antar kabupaten, kemarin. Yakni Samsul Arifin, 44, warga Desa Karang Melok, Tamanan, yang merupakan perantara penjual. Sedangkan seorang lagi adalah Surahmat, 50, warga Desa Kemirian, Tamanan, sebagai pembuat petasan.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Agung mengatakan, dari kedua pelaku pihaknya mengamankan 774 petasan dan 420 selongsong petasan. Kini ke dua pelaku berada di Mapolres Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Kedua tersangka kami jerat dengan Pasal 1 ayat (1), (3)  Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

Dua pelaku ini secara berantai menjual bubuk mercon dengan harga awal Rp 150 ribu per kilogram, hingga dijual dari tangan ke tangan menjadi Rp 230 ribu per kilogram. Mata rantainya, Muh. Andika membeli serbuk mercon di Situbondo. Kemudian, dia meracik bubuk tersebut hingga tinggal pakai untuk petasan. “Tangan pertama Muh. Andika. Kemudian dibeli Samsul Arifin, dan dibeli lagi oleh Surahmat sebagai pembuat petasan,” urainya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Satreskrim Polres Bondowoso mengamankan Muh. Andika, 40, warga Desa/Kecamatan Sukosari, akhir pekan lalu. Dia terbukti menjual bahan peledak jenis serbuk mercon seberat 14,1 kilogram. Selanjutnya polisi melakukan perburuan dan mendapatkan hasil.

Satreskrim Polres Bondowoso berhasil menangkap seorang perantara penjual bahan peledak jenis sumbu mercon, dan seorang lagi pembuat petasan yang masuk dalam satu jaringan penjual bubuk mercon antar kabupaten, kemarin. Yakni Samsul Arifin, 44, warga Desa Karang Melok, Tamanan, yang merupakan perantara penjual. Sedangkan seorang lagi adalah Surahmat, 50, warga Desa Kemirian, Tamanan, sebagai pembuat petasan.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Agung mengatakan, dari kedua pelaku pihaknya mengamankan 774 petasan dan 420 selongsong petasan. Kini ke dua pelaku berada di Mapolres Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Kedua tersangka kami jerat dengan Pasal 1 ayat (1), (3)  Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

Dua pelaku ini secara berantai menjual bubuk mercon dengan harga awal Rp 150 ribu per kilogram, hingga dijual dari tangan ke tangan menjadi Rp 230 ribu per kilogram. Mata rantainya, Muh. Andika membeli serbuk mercon di Situbondo. Kemudian, dia meracik bubuk tersebut hingga tinggal pakai untuk petasan. “Tangan pertama Muh. Andika. Kemudian dibeli Samsul Arifin, dan dibeli lagi oleh Surahmat sebagai pembuat petasan,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/