alexametrics
26.5 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Kartini Masa Kini, Elok Nawangwulan: Perempuan Harus Tangguh

Mobile_AP_Rectangle 1

Pengalaman hidup mengajarkan kepadanya bahwa perempuan harus kuat dan memiliki sikap yang tangguh dalam menjalani kehidupan ini. “Selain berkarir dalam pekerjaan, saya juga sebagai orangtua, sebagai ibu yang tentunya tidak boleh menyerah dengan keadaan,” katanya.

Menurutnya, seorang perempuan tidak boleh lemah seperti yang dipandang oleh kebanyakan orang. Dilahirkan sebagai seorang anak tunggal, ia merasa bahwa perempuan harus memiliki karakter yang mandiri, dan jangan terlalu bergantung kepada orang lain. “Bagiku, kita harus berani menghadapi segala resiko. Jangan pernah takut kalau benar,” ungkapnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa cobaan dan rintangan pasti akan dilalui oleh setiap orang, tidak terkecuali para perempuan. “Saya percaya, bahwa Tuhan pasti selalu memberikan yang terbaik. Meskipun kadang harus dibuat menangis dulu, sedih dulu, susah dulu, tapi saya yakin dibalik itu semua pasti Tuhan menyiapkan hal terbaik bagi diri kita,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setiap anak tangga kehidupan pasti membutuhkan perjuangan untuk menapakinya. Untuk itu ia berpesan kepada seluruh wanita Indonesia untuk tidak pernah menyerah, dan harus bisa ‘fight’ dalam menjalaninya. “Perempuan itu harus kuat, harus tangguh, tapi jangan sampai meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan,” pungkasnya.

Jurnalis: Didik Supriyanto
Foto: Elok Nawangwulan for Jawa Pos Radar Ijen

- Advertisement -

Pengalaman hidup mengajarkan kepadanya bahwa perempuan harus kuat dan memiliki sikap yang tangguh dalam menjalani kehidupan ini. “Selain berkarir dalam pekerjaan, saya juga sebagai orangtua, sebagai ibu yang tentunya tidak boleh menyerah dengan keadaan,” katanya.

Menurutnya, seorang perempuan tidak boleh lemah seperti yang dipandang oleh kebanyakan orang. Dilahirkan sebagai seorang anak tunggal, ia merasa bahwa perempuan harus memiliki karakter yang mandiri, dan jangan terlalu bergantung kepada orang lain. “Bagiku, kita harus berani menghadapi segala resiko. Jangan pernah takut kalau benar,” ungkapnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa cobaan dan rintangan pasti akan dilalui oleh setiap orang, tidak terkecuali para perempuan. “Saya percaya, bahwa Tuhan pasti selalu memberikan yang terbaik. Meskipun kadang harus dibuat menangis dulu, sedih dulu, susah dulu, tapi saya yakin dibalik itu semua pasti Tuhan menyiapkan hal terbaik bagi diri kita,” jelasnya.

Setiap anak tangga kehidupan pasti membutuhkan perjuangan untuk menapakinya. Untuk itu ia berpesan kepada seluruh wanita Indonesia untuk tidak pernah menyerah, dan harus bisa ‘fight’ dalam menjalaninya. “Perempuan itu harus kuat, harus tangguh, tapi jangan sampai meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan,” pungkasnya.

Jurnalis: Didik Supriyanto
Foto: Elok Nawangwulan for Jawa Pos Radar Ijen

Pengalaman hidup mengajarkan kepadanya bahwa perempuan harus kuat dan memiliki sikap yang tangguh dalam menjalani kehidupan ini. “Selain berkarir dalam pekerjaan, saya juga sebagai orangtua, sebagai ibu yang tentunya tidak boleh menyerah dengan keadaan,” katanya.

Menurutnya, seorang perempuan tidak boleh lemah seperti yang dipandang oleh kebanyakan orang. Dilahirkan sebagai seorang anak tunggal, ia merasa bahwa perempuan harus memiliki karakter yang mandiri, dan jangan terlalu bergantung kepada orang lain. “Bagiku, kita harus berani menghadapi segala resiko. Jangan pernah takut kalau benar,” ungkapnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa cobaan dan rintangan pasti akan dilalui oleh setiap orang, tidak terkecuali para perempuan. “Saya percaya, bahwa Tuhan pasti selalu memberikan yang terbaik. Meskipun kadang harus dibuat menangis dulu, sedih dulu, susah dulu, tapi saya yakin dibalik itu semua pasti Tuhan menyiapkan hal terbaik bagi diri kita,” jelasnya.

Setiap anak tangga kehidupan pasti membutuhkan perjuangan untuk menapakinya. Untuk itu ia berpesan kepada seluruh wanita Indonesia untuk tidak pernah menyerah, dan harus bisa ‘fight’ dalam menjalaninya. “Perempuan itu harus kuat, harus tangguh, tapi jangan sampai meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan,” pungkasnya.

Jurnalis: Didik Supriyanto
Foto: Elok Nawangwulan for Jawa Pos Radar Ijen

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/