alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Sampai Kapan Kelangkaan Minyak Goreng di Toko Modern?

Kelangkaan minyak goreng subsidi di Kabupaten Bondowoso masih menjadi momok tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya, di toko modern hampir setiap hari stok minyak goreng selalu habis. Sejumlah warga mengeluhkan hal itu, karena baru di toko modern harga subsidi bisa didapat. Sementara di toko kelontong harganya masih di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng, tapi ternyata hal itu tidak berbanding lurus dengan jumlah stok yang tersedia di toko modern berjaringan. Pasalnya sejumlah masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, tidak luput di Kabupaten Bondowoso, kesulitan mendapatkan barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari ini. Bahkan tidak jarang, masyarakat terpaksa pulang dengan tangan kosong ketika berniat membeli minyak goreng di toko modern. Karena stok yang ada di display selalu habis.

Sebelumnya, sejak 1 Februari lalu, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Berdasarkan peraturan tersebut, diketahui bahwa untuk minyak goreng jenis curah dibanderol dengan harga Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana dijual dengan harga Rp 13.500 per liter, sementara minyak goreng kemasan premium dijual dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Berdasarkan hasil penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, berbagai toko modern di Bondowoso hampir setiap hari tidak menyediakan minyak goreng subsidi. Seperti yang terlihat di toko berjaringan di Jalan Wahid Hasyim Kelurahan Blindungan. Berdasarkan keterangan Rizky, salah satu karyawan toko, hampir setengah bulan terakhir stok minyak goreng subsidi di tempatnya sudah tidak ada. Karena belum mendapatkan kiriman dari cabang Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rizky juga tidak dapat memprediksi kapan stok minyak goreng akan kembali ada, karena pihaknya mengaku belum mengetahui kapan akan mendapatkan suplai pengiriman. “Pengiriman nggak mesti tergantung dari sana,” katanya.

Di tempat berbeda, stok minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu juga terlihat kosong. Di Toko Murni Mart misalnya. Dari keterangan karyawan toko itu, jika tersedia pasti langsung habis diserbu oleh masyarakat setempat. Sehingga hampir setiap hari stok di tokonya itu selalu habis dalam beberapa waktu saja.

Akibat hal itu, Nur Alifa Bahsya, salah seorang warga Kelurahan/Kecamatan Curahdami mengatakan, setiap hari dia harus keliling dari toko ke toko hanya untuk mencari minyak goreng subsidi. Tapi, pada akhirnya harus pasrah pulang dengan tangan kosong karena sudah tidak kebagian stok. “Padahal tiap hari kan kalau emak-emak itu butuh minyak goreng. Setiap hari kan harus masak, kalau tidak ada minyak bagaimana,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng, tapi ternyata hal itu tidak berbanding lurus dengan jumlah stok yang tersedia di toko modern berjaringan. Pasalnya sejumlah masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, tidak luput di Kabupaten Bondowoso, kesulitan mendapatkan barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari ini. Bahkan tidak jarang, masyarakat terpaksa pulang dengan tangan kosong ketika berniat membeli minyak goreng di toko modern. Karena stok yang ada di display selalu habis.

Sebelumnya, sejak 1 Februari lalu, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Berdasarkan peraturan tersebut, diketahui bahwa untuk minyak goreng jenis curah dibanderol dengan harga Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana dijual dengan harga Rp 13.500 per liter, sementara minyak goreng kemasan premium dijual dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Berdasarkan hasil penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, berbagai toko modern di Bondowoso hampir setiap hari tidak menyediakan minyak goreng subsidi. Seperti yang terlihat di toko berjaringan di Jalan Wahid Hasyim Kelurahan Blindungan. Berdasarkan keterangan Rizky, salah satu karyawan toko, hampir setengah bulan terakhir stok minyak goreng subsidi di tempatnya sudah tidak ada. Karena belum mendapatkan kiriman dari cabang Jember.

Rizky juga tidak dapat memprediksi kapan stok minyak goreng akan kembali ada, karena pihaknya mengaku belum mengetahui kapan akan mendapatkan suplai pengiriman. “Pengiriman nggak mesti tergantung dari sana,” katanya.

Di tempat berbeda, stok minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu juga terlihat kosong. Di Toko Murni Mart misalnya. Dari keterangan karyawan toko itu, jika tersedia pasti langsung habis diserbu oleh masyarakat setempat. Sehingga hampir setiap hari stok di tokonya itu selalu habis dalam beberapa waktu saja.

Akibat hal itu, Nur Alifa Bahsya, salah seorang warga Kelurahan/Kecamatan Curahdami mengatakan, setiap hari dia harus keliling dari toko ke toko hanya untuk mencari minyak goreng subsidi. Tapi, pada akhirnya harus pasrah pulang dengan tangan kosong karena sudah tidak kebagian stok. “Padahal tiap hari kan kalau emak-emak itu butuh minyak goreng. Setiap hari kan harus masak, kalau tidak ada minyak bagaimana,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng, tapi ternyata hal itu tidak berbanding lurus dengan jumlah stok yang tersedia di toko modern berjaringan. Pasalnya sejumlah masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, tidak luput di Kabupaten Bondowoso, kesulitan mendapatkan barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari ini. Bahkan tidak jarang, masyarakat terpaksa pulang dengan tangan kosong ketika berniat membeli minyak goreng di toko modern. Karena stok yang ada di display selalu habis.

Sebelumnya, sejak 1 Februari lalu, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Berdasarkan peraturan tersebut, diketahui bahwa untuk minyak goreng jenis curah dibanderol dengan harga Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana dijual dengan harga Rp 13.500 per liter, sementara minyak goreng kemasan premium dijual dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Berdasarkan hasil penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, berbagai toko modern di Bondowoso hampir setiap hari tidak menyediakan minyak goreng subsidi. Seperti yang terlihat di toko berjaringan di Jalan Wahid Hasyim Kelurahan Blindungan. Berdasarkan keterangan Rizky, salah satu karyawan toko, hampir setengah bulan terakhir stok minyak goreng subsidi di tempatnya sudah tidak ada. Karena belum mendapatkan kiriman dari cabang Jember.

Rizky juga tidak dapat memprediksi kapan stok minyak goreng akan kembali ada, karena pihaknya mengaku belum mengetahui kapan akan mendapatkan suplai pengiriman. “Pengiriman nggak mesti tergantung dari sana,” katanya.

Di tempat berbeda, stok minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu juga terlihat kosong. Di Toko Murni Mart misalnya. Dari keterangan karyawan toko itu, jika tersedia pasti langsung habis diserbu oleh masyarakat setempat. Sehingga hampir setiap hari stok di tokonya itu selalu habis dalam beberapa waktu saja.

Akibat hal itu, Nur Alifa Bahsya, salah seorang warga Kelurahan/Kecamatan Curahdami mengatakan, setiap hari dia harus keliling dari toko ke toko hanya untuk mencari minyak goreng subsidi. Tapi, pada akhirnya harus pasrah pulang dengan tangan kosong karena sudah tidak kebagian stok. “Padahal tiap hari kan kalau emak-emak itu butuh minyak goreng. Setiap hari kan harus masak, kalau tidak ada minyak bagaimana,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/