alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Minggu Pagi Dilarang Berjualan di Alun-Alun Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain kembali meningkatnya kasus terkonfirmasi korona di Bondowoso, ternyata menurut Slamet, satgas covid-19 memutuskan untuk melarang kegiatan di alun-alun selama Minggu pagi, karena semakin hari menciptakan kerumunan yang semakin banyak. Sementara salah satu protokol kesehatan yang harus dilaksanakan adalah menghindari kerumunan.

Belum lagi, terdapat sejumlah tenaga kesehatan yang juga terpapar virus ini. Sekolah-sekolah juga sudah mulai kembali menerapkan pembelajaran secara daring (online). Kondisi ini pun diperparah dengan semakin berkurangnya disiplin masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. “Selama pandemi kan tak ada CFD, sementara untuk berjualan di sekitar di alun-alun ditiadakan. Hari Minggu pagi saja. Malamnya seperti biasa,” katanya.

Dia menyebutkan, untuk memastikan tidak ada masyarakat yang berjualan di Minggu pagi, pihaknya akan melakukan patroli bersama TNI-Polri, dan BPBD Bondowoso. Baik untuk mengawasi aktivitas masyarakat di pusat kota ini, maupun untuk penutupan arus di sejumlah titik di sekitar alun-alun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, Slamet juga membeberkan belum mengetahui secara pasti sampai kapan penghentian sementara ini diterapkan. Namun, pihaknya akan terus memantau perkembangan Covid-19 di kabupaten yang juga sering disebut Kota Tape ini. “Kita lihat perkembangan, kalau kecenderungan yang terkontaminasi menurun atau lain sebagainya. Tapi nanti pengurangan pengetatan dan pembatasan nanti akan dibahas di Satgas,” tandasnya. (ham/lin)

- Advertisement -

Selain kembali meningkatnya kasus terkonfirmasi korona di Bondowoso, ternyata menurut Slamet, satgas covid-19 memutuskan untuk melarang kegiatan di alun-alun selama Minggu pagi, karena semakin hari menciptakan kerumunan yang semakin banyak. Sementara salah satu protokol kesehatan yang harus dilaksanakan adalah menghindari kerumunan.

Belum lagi, terdapat sejumlah tenaga kesehatan yang juga terpapar virus ini. Sekolah-sekolah juga sudah mulai kembali menerapkan pembelajaran secara daring (online). Kondisi ini pun diperparah dengan semakin berkurangnya disiplin masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. “Selama pandemi kan tak ada CFD, sementara untuk berjualan di sekitar di alun-alun ditiadakan. Hari Minggu pagi saja. Malamnya seperti biasa,” katanya.

Dia menyebutkan, untuk memastikan tidak ada masyarakat yang berjualan di Minggu pagi, pihaknya akan melakukan patroli bersama TNI-Polri, dan BPBD Bondowoso. Baik untuk mengawasi aktivitas masyarakat di pusat kota ini, maupun untuk penutupan arus di sejumlah titik di sekitar alun-alun.

Lebih lanjut, Slamet juga membeberkan belum mengetahui secara pasti sampai kapan penghentian sementara ini diterapkan. Namun, pihaknya akan terus memantau perkembangan Covid-19 di kabupaten yang juga sering disebut Kota Tape ini. “Kita lihat perkembangan, kalau kecenderungan yang terkontaminasi menurun atau lain sebagainya. Tapi nanti pengurangan pengetatan dan pembatasan nanti akan dibahas di Satgas,” tandasnya. (ham/lin)

Selain kembali meningkatnya kasus terkonfirmasi korona di Bondowoso, ternyata menurut Slamet, satgas covid-19 memutuskan untuk melarang kegiatan di alun-alun selama Minggu pagi, karena semakin hari menciptakan kerumunan yang semakin banyak. Sementara salah satu protokol kesehatan yang harus dilaksanakan adalah menghindari kerumunan.

Belum lagi, terdapat sejumlah tenaga kesehatan yang juga terpapar virus ini. Sekolah-sekolah juga sudah mulai kembali menerapkan pembelajaran secara daring (online). Kondisi ini pun diperparah dengan semakin berkurangnya disiplin masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. “Selama pandemi kan tak ada CFD, sementara untuk berjualan di sekitar di alun-alun ditiadakan. Hari Minggu pagi saja. Malamnya seperti biasa,” katanya.

Dia menyebutkan, untuk memastikan tidak ada masyarakat yang berjualan di Minggu pagi, pihaknya akan melakukan patroli bersama TNI-Polri, dan BPBD Bondowoso. Baik untuk mengawasi aktivitas masyarakat di pusat kota ini, maupun untuk penutupan arus di sejumlah titik di sekitar alun-alun.

Lebih lanjut, Slamet juga membeberkan belum mengetahui secara pasti sampai kapan penghentian sementara ini diterapkan. Namun, pihaknya akan terus memantau perkembangan Covid-19 di kabupaten yang juga sering disebut Kota Tape ini. “Kita lihat perkembangan, kalau kecenderungan yang terkontaminasi menurun atau lain sebagainya. Tapi nanti pengurangan pengetatan dan pembatasan nanti akan dibahas di Satgas,” tandasnya. (ham/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/