alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Waspada Keberadaan Guru Fiktif!

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di balik pengesahan APBD 2022 dan dianggarkannya honor guru PAUD, ternyata masih ada hal lain yang juga penting untuk dilakukan. Yakni pendataan guru dan lembaga PAUD. Mengingat masih adanya dugaan guru fiktif yang memakan gaji buta dari APBD. Hal tersebut akan berakibat guru yang benar-benar mengabdi akan dirugikan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Bondowoso H Tohari mengatakan, memang ada beberapa guru PAUD yang ditengarai fiktif. Salah satunya yakni guru yang sudah berhenti tetapi masih menerima gaji dari APBD.

Menurut dia, dalam pendapat akhir Fraksi PKB, ada beberapa catatan di penetapan APBD 2022. Salah satunya honor guru PAUD yang awalnya nol, kemudian pihaknya minta agar tetap ada dengan besaran Rp 350 ribu per bulan. Ternyata usaha tersebut tidak sia-sia. Permintaan itu sudah terpenuhi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, masih ada catatan kedua dari Fraksi PKB, yaitu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan verifikasi dan validasi kepada guru PAUD dan lembaga PAUD yang ditengarai ada beberapa yang fiktif.

Menurut Tohari, pendataan ulang ini menjadi penting agar dana yang tidak begitu besar, yang seharusnya diterima guru PAUD, tidak sampai diterima orang yang tidak mengajar. “Apalagi potensi sangat sulit mencari anggaran Rp 350 ribu per bulan untuk honor guru PAUD. Makanya, jangan sampai lari ke mana-mana,” jelasnya, Minggu (19/12).

Atas dugaan ini, Fraksi PKB sudah mengantongi data awal guru PAUD fiktif. Pihaknya pun mengaku sudah berkomunikasi dengan DPC PKB. DPC akan membentuk tim verval yang nanti beranggotakan Perempuan Bangsa. “Kami punya potensi perempuan di tingkat kabupaten, kecamatan, bahkan tingkat desa kami sudah lengkap,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di balik pengesahan APBD 2022 dan dianggarkannya honor guru PAUD, ternyata masih ada hal lain yang juga penting untuk dilakukan. Yakni pendataan guru dan lembaga PAUD. Mengingat masih adanya dugaan guru fiktif yang memakan gaji buta dari APBD. Hal tersebut akan berakibat guru yang benar-benar mengabdi akan dirugikan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Bondowoso H Tohari mengatakan, memang ada beberapa guru PAUD yang ditengarai fiktif. Salah satunya yakni guru yang sudah berhenti tetapi masih menerima gaji dari APBD.

Menurut dia, dalam pendapat akhir Fraksi PKB, ada beberapa catatan di penetapan APBD 2022. Salah satunya honor guru PAUD yang awalnya nol, kemudian pihaknya minta agar tetap ada dengan besaran Rp 350 ribu per bulan. Ternyata usaha tersebut tidak sia-sia. Permintaan itu sudah terpenuhi.

Namun, masih ada catatan kedua dari Fraksi PKB, yaitu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan verifikasi dan validasi kepada guru PAUD dan lembaga PAUD yang ditengarai ada beberapa yang fiktif.

Menurut Tohari, pendataan ulang ini menjadi penting agar dana yang tidak begitu besar, yang seharusnya diterima guru PAUD, tidak sampai diterima orang yang tidak mengajar. “Apalagi potensi sangat sulit mencari anggaran Rp 350 ribu per bulan untuk honor guru PAUD. Makanya, jangan sampai lari ke mana-mana,” jelasnya, Minggu (19/12).

Atas dugaan ini, Fraksi PKB sudah mengantongi data awal guru PAUD fiktif. Pihaknya pun mengaku sudah berkomunikasi dengan DPC PKB. DPC akan membentuk tim verval yang nanti beranggotakan Perempuan Bangsa. “Kami punya potensi perempuan di tingkat kabupaten, kecamatan, bahkan tingkat desa kami sudah lengkap,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di balik pengesahan APBD 2022 dan dianggarkannya honor guru PAUD, ternyata masih ada hal lain yang juga penting untuk dilakukan. Yakni pendataan guru dan lembaga PAUD. Mengingat masih adanya dugaan guru fiktif yang memakan gaji buta dari APBD. Hal tersebut akan berakibat guru yang benar-benar mengabdi akan dirugikan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Bondowoso H Tohari mengatakan, memang ada beberapa guru PAUD yang ditengarai fiktif. Salah satunya yakni guru yang sudah berhenti tetapi masih menerima gaji dari APBD.

Menurut dia, dalam pendapat akhir Fraksi PKB, ada beberapa catatan di penetapan APBD 2022. Salah satunya honor guru PAUD yang awalnya nol, kemudian pihaknya minta agar tetap ada dengan besaran Rp 350 ribu per bulan. Ternyata usaha tersebut tidak sia-sia. Permintaan itu sudah terpenuhi.

Namun, masih ada catatan kedua dari Fraksi PKB, yaitu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan verifikasi dan validasi kepada guru PAUD dan lembaga PAUD yang ditengarai ada beberapa yang fiktif.

Menurut Tohari, pendataan ulang ini menjadi penting agar dana yang tidak begitu besar, yang seharusnya diterima guru PAUD, tidak sampai diterima orang yang tidak mengajar. “Apalagi potensi sangat sulit mencari anggaran Rp 350 ribu per bulan untuk honor guru PAUD. Makanya, jangan sampai lari ke mana-mana,” jelasnya, Minggu (19/12).

Atas dugaan ini, Fraksi PKB sudah mengantongi data awal guru PAUD fiktif. Pihaknya pun mengaku sudah berkomunikasi dengan DPC PKB. DPC akan membentuk tim verval yang nanti beranggotakan Perempuan Bangsa. “Kami punya potensi perempuan di tingkat kabupaten, kecamatan, bahkan tingkat desa kami sudah lengkap,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/