alexametrics
24.3 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Delapan Bulan 1.888 Pasangan di Bondowoso Cerai, Dipicu Ekonomi dan KDRT

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID- Angka perceraian di Kabupaten Bondowoso pada 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, terdapat 1.888 pasangan yang berpisah. Sebelumnya, pada 2021 terdapat 1.079 kasus. Faktor ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disebut menjadi pemicu tingginya angka perceraian tersebut.

Ketua Bidang Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Bondowoso Tri Anita mengatakan, data tersebut terhitung sejak Januari hingga Agustus saja. Belum pada bulan selanjutnya hingga Desember nanti.

Menurut Anita, angka perceraian itu mengalami kenaikan karena faktor ekonomi. Persoalan perekonomian dalam keluarga menjadi pemicu utama terjadinya konflik. Sehingga berujung pada perceraian.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Tahun Ini, Ada 985 Formasi PPPK

Angka tersebut, kata Anita, diambil dari jumlah dua jenis perceraian. Yakni cerai gugat dan cerai talak. Namun, yang paling mendominasi antara keduanya adalah cerai gugat. Yakni permohonan cerai yang dilakukan istri terhadap suami. “Secara keseluruhan, paling banyak perkara cerai gugat,” katanya, Selasa (20/9).

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID- Angka perceraian di Kabupaten Bondowoso pada 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, terdapat 1.888 pasangan yang berpisah. Sebelumnya, pada 2021 terdapat 1.079 kasus. Faktor ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disebut menjadi pemicu tingginya angka perceraian tersebut.

Ketua Bidang Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Bondowoso Tri Anita mengatakan, data tersebut terhitung sejak Januari hingga Agustus saja. Belum pada bulan selanjutnya hingga Desember nanti.

Menurut Anita, angka perceraian itu mengalami kenaikan karena faktor ekonomi. Persoalan perekonomian dalam keluarga menjadi pemicu utama terjadinya konflik. Sehingga berujung pada perceraian.

BACA JUGA: Tahun Ini, Ada 985 Formasi PPPK

Angka tersebut, kata Anita, diambil dari jumlah dua jenis perceraian. Yakni cerai gugat dan cerai talak. Namun, yang paling mendominasi antara keduanya adalah cerai gugat. Yakni permohonan cerai yang dilakukan istri terhadap suami. “Secara keseluruhan, paling banyak perkara cerai gugat,” katanya, Selasa (20/9).

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID- Angka perceraian di Kabupaten Bondowoso pada 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, terdapat 1.888 pasangan yang berpisah. Sebelumnya, pada 2021 terdapat 1.079 kasus. Faktor ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disebut menjadi pemicu tingginya angka perceraian tersebut.

Ketua Bidang Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Bondowoso Tri Anita mengatakan, data tersebut terhitung sejak Januari hingga Agustus saja. Belum pada bulan selanjutnya hingga Desember nanti.

Menurut Anita, angka perceraian itu mengalami kenaikan karena faktor ekonomi. Persoalan perekonomian dalam keluarga menjadi pemicu utama terjadinya konflik. Sehingga berujung pada perceraian.

BACA JUGA: Tahun Ini, Ada 985 Formasi PPPK

Angka tersebut, kata Anita, diambil dari jumlah dua jenis perceraian. Yakni cerai gugat dan cerai talak. Namun, yang paling mendominasi antara keduanya adalah cerai gugat. Yakni permohonan cerai yang dilakukan istri terhadap suami. “Secara keseluruhan, paling banyak perkara cerai gugat,” katanya, Selasa (20/9).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/