alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Limbah Infeksius Pasien Isoman Rentan Tularkan Penyakit, Ini Alasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDPandemi Covid-19 menyisakan sampah infeksius di rumah warga isolasi mandiri (isoman). Limbah yang rentan menularkan penyakit itu berasal dari rumah-rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri selama beberapa waktu.

Bondowoso sendiri memang sudah turun level PPKM darurat menjadi level 3. Angka keterisian tempat tidur alias bed occupancy rate (BOR) di sejumlah fasilitas kesehatan rujukan Covid-19 pun menurun. Meski begitu, angka warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) masih cukup banyak. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso per 18 Agustus, masih ada 286 orang atau 78 persen yang sedang menjalani isoman.

Angka itu bisa dibilang masih cukup tinggi. Sebab, angka pasien isoman di Bondowoso beberapa hari lalu juga masih berada di angka 400 hingga 500 orang. Limbah warga isoman pun menjadi permasalahan. Sebab, sampah bekas isoman itu cukup berbahaya dan menularkan virus apabila tak diperlakukan secara khusus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHP Bondowoso Abdul Asis mengatakan, selama penerapan PPKM darurat ini ada penurunan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Kecamatan Taman Krocok. “Yang jelas, ada penurunan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Namun demikian, dia tidak menampik jika sampah warga yang menjalani isoman masih bercampur dengan sampah rumah tangga lainnya. “Terkait sampah warga yang isoman tetap nyampur. Soalnya belum ada perlakuan khusus,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDPandemi Covid-19 menyisakan sampah infeksius di rumah warga isolasi mandiri (isoman). Limbah yang rentan menularkan penyakit itu berasal dari rumah-rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri selama beberapa waktu.

Bondowoso sendiri memang sudah turun level PPKM darurat menjadi level 3. Angka keterisian tempat tidur alias bed occupancy rate (BOR) di sejumlah fasilitas kesehatan rujukan Covid-19 pun menurun. Meski begitu, angka warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) masih cukup banyak. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso per 18 Agustus, masih ada 286 orang atau 78 persen yang sedang menjalani isoman.

Angka itu bisa dibilang masih cukup tinggi. Sebab, angka pasien isoman di Bondowoso beberapa hari lalu juga masih berada di angka 400 hingga 500 orang. Limbah warga isoman pun menjadi permasalahan. Sebab, sampah bekas isoman itu cukup berbahaya dan menularkan virus apabila tak diperlakukan secara khusus.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHP Bondowoso Abdul Asis mengatakan, selama penerapan PPKM darurat ini ada penurunan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Kecamatan Taman Krocok. “Yang jelas, ada penurunan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Namun demikian, dia tidak menampik jika sampah warga yang menjalani isoman masih bercampur dengan sampah rumah tangga lainnya. “Terkait sampah warga yang isoman tetap nyampur. Soalnya belum ada perlakuan khusus,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDPandemi Covid-19 menyisakan sampah infeksius di rumah warga isolasi mandiri (isoman). Limbah yang rentan menularkan penyakit itu berasal dari rumah-rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri selama beberapa waktu.

Bondowoso sendiri memang sudah turun level PPKM darurat menjadi level 3. Angka keterisian tempat tidur alias bed occupancy rate (BOR) di sejumlah fasilitas kesehatan rujukan Covid-19 pun menurun. Meski begitu, angka warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) masih cukup banyak. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso per 18 Agustus, masih ada 286 orang atau 78 persen yang sedang menjalani isoman.

Angka itu bisa dibilang masih cukup tinggi. Sebab, angka pasien isoman di Bondowoso beberapa hari lalu juga masih berada di angka 400 hingga 500 orang. Limbah warga isoman pun menjadi permasalahan. Sebab, sampah bekas isoman itu cukup berbahaya dan menularkan virus apabila tak diperlakukan secara khusus.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHP Bondowoso Abdul Asis mengatakan, selama penerapan PPKM darurat ini ada penurunan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Kecamatan Taman Krocok. “Yang jelas, ada penurunan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Namun demikian, dia tidak menampik jika sampah warga yang menjalani isoman masih bercampur dengan sampah rumah tangga lainnya. “Terkait sampah warga yang isoman tetap nyampur. Soalnya belum ada perlakuan khusus,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/