alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Langkah Antisipasi Penularan PMK, Hanya Boleh Jual Beli dalam Daerah

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Setelah ditemukan hewan ternak yang mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jatim, proses penjualan hewan ternak mengalami pembatasan. Bahkan para pedagang dilarang menjual dan membeli hewan tersebut dari luar daerah. Bondowoso sendiri sudah membentuk satgas untuk mengawasi hal itu.

BACA JUGA : Perkuat Kerja Sama Strategis Indonesia-Singapura

Hal itu diketahui saat Riyono, salah seorang pedagang sapi asal Bondowoso, berniat mengirimkan sapinya ke luar daerah. Namun, karena adanya PMK, dia harus balik kanan membawa hewannya kembali ke rumah. Sebab, tidak dapat mengirim ke luar daerah, meskipun sapinya dianggap sehat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, awalnya sudah pernah mengikuti rapat dengan OPD terkait. Berdasarkan hasil rapat tersebut, awalnya pedagang sapi asal Bondowoso boleh menjual sapinya ke luar daerah. Dengan catatan, tidak boleh membeli sapi dari luar daerah. “Pas mau berangkat, ternyata gak bisa memeriksa dan memberikan surat jalan lah istilahnya,” imbuhnya.

Padahal sebelumnya, dia mengaku setiap pekan, tepatnya pada hari Senin, pasti mengirimkan sapi ke luar daerah. Bahkan dalam satu pekan bisa dua kali pengiriman. Menyesuaikan dengan permintaan para pelanggan. “Jawa Timur kan pusatnya sapi. Terus gak boleh. Kan bingung kita ini pas, gimana?” cetusnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Setelah ditemukan hewan ternak yang mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jatim, proses penjualan hewan ternak mengalami pembatasan. Bahkan para pedagang dilarang menjual dan membeli hewan tersebut dari luar daerah. Bondowoso sendiri sudah membentuk satgas untuk mengawasi hal itu.

BACA JUGA : Perkuat Kerja Sama Strategis Indonesia-Singapura

Hal itu diketahui saat Riyono, salah seorang pedagang sapi asal Bondowoso, berniat mengirimkan sapinya ke luar daerah. Namun, karena adanya PMK, dia harus balik kanan membawa hewannya kembali ke rumah. Sebab, tidak dapat mengirim ke luar daerah, meskipun sapinya dianggap sehat.

Dia menjelaskan, awalnya sudah pernah mengikuti rapat dengan OPD terkait. Berdasarkan hasil rapat tersebut, awalnya pedagang sapi asal Bondowoso boleh menjual sapinya ke luar daerah. Dengan catatan, tidak boleh membeli sapi dari luar daerah. “Pas mau berangkat, ternyata gak bisa memeriksa dan memberikan surat jalan lah istilahnya,” imbuhnya.

Padahal sebelumnya, dia mengaku setiap pekan, tepatnya pada hari Senin, pasti mengirimkan sapi ke luar daerah. Bahkan dalam satu pekan bisa dua kali pengiriman. Menyesuaikan dengan permintaan para pelanggan. “Jawa Timur kan pusatnya sapi. Terus gak boleh. Kan bingung kita ini pas, gimana?” cetusnya.

DABASAH, Radar Ijen – Setelah ditemukan hewan ternak yang mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jatim, proses penjualan hewan ternak mengalami pembatasan. Bahkan para pedagang dilarang menjual dan membeli hewan tersebut dari luar daerah. Bondowoso sendiri sudah membentuk satgas untuk mengawasi hal itu.

BACA JUGA : Perkuat Kerja Sama Strategis Indonesia-Singapura

Hal itu diketahui saat Riyono, salah seorang pedagang sapi asal Bondowoso, berniat mengirimkan sapinya ke luar daerah. Namun, karena adanya PMK, dia harus balik kanan membawa hewannya kembali ke rumah. Sebab, tidak dapat mengirim ke luar daerah, meskipun sapinya dianggap sehat.

Dia menjelaskan, awalnya sudah pernah mengikuti rapat dengan OPD terkait. Berdasarkan hasil rapat tersebut, awalnya pedagang sapi asal Bondowoso boleh menjual sapinya ke luar daerah. Dengan catatan, tidak boleh membeli sapi dari luar daerah. “Pas mau berangkat, ternyata gak bisa memeriksa dan memberikan surat jalan lah istilahnya,” imbuhnya.

Padahal sebelumnya, dia mengaku setiap pekan, tepatnya pada hari Senin, pasti mengirimkan sapi ke luar daerah. Bahkan dalam satu pekan bisa dua kali pengiriman. Menyesuaikan dengan permintaan para pelanggan. “Jawa Timur kan pusatnya sapi. Terus gak boleh. Kan bingung kita ini pas, gimana?” cetusnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/