alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Jumlahnya Ribuan, tapi Tak Terawat

Marak Ditemukan Batang Pohon Ayoman Dibakar

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Keberadaan pohon ayoman di Bondowoso ternyata jumlahnya cukup banyak. Bahkan berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, jumlahnya mencapai ribuan pohon ayoman. Mirisnya, masih ada perilaku masyarakat yang kurang baik, yakni melakukan pembakaran sampah pada batang pohon tersebut.

BACA JUGA : Jawab Kebutuhan Layanan Dasar Kesehatan

Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Syahrial Fary mengatakan, Bondowoso kurang lebih memiliki 4.500 pohon ayoman yang tersebar di wilayah kota. Mulai dari Jalan A Yani, Jalan Mangunsarkoro, dan kawasan lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2019 Pasal 4, pohon ayoman tersebut menjadi kewenangan dan tanggung jawab DLH. “Kalau di luar zona kota, itu kewenangan dari OPD (organisasi perangkat daerah, Red) yang lain,” jelasnya.

Ternyata, dengan banyaknya pohon ayoman tersebut, masih adanya perilaku masyarakat yang dapat merusak pohon sangat disayangkan. Membakar sampah di batang atau di akar pohon misalnya. Hal itu tentu dapat membuat pertumbuhan pohon tidak baik bahkan mati. “Masyarakat ikut membantu membersihkan daun-daun atau kotoran yang lainnya. Tapi, begitu di bawah pohon itu dibakar,” imbuhnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Keberadaan pohon ayoman di Bondowoso ternyata jumlahnya cukup banyak. Bahkan berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, jumlahnya mencapai ribuan pohon ayoman. Mirisnya, masih ada perilaku masyarakat yang kurang baik, yakni melakukan pembakaran sampah pada batang pohon tersebut.

BACA JUGA : Jawab Kebutuhan Layanan Dasar Kesehatan

Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Syahrial Fary mengatakan, Bondowoso kurang lebih memiliki 4.500 pohon ayoman yang tersebar di wilayah kota. Mulai dari Jalan A Yani, Jalan Mangunsarkoro, dan kawasan lainnya.

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2019 Pasal 4, pohon ayoman tersebut menjadi kewenangan dan tanggung jawab DLH. “Kalau di luar zona kota, itu kewenangan dari OPD (organisasi perangkat daerah, Red) yang lain,” jelasnya.

Ternyata, dengan banyaknya pohon ayoman tersebut, masih adanya perilaku masyarakat yang dapat merusak pohon sangat disayangkan. Membakar sampah di batang atau di akar pohon misalnya. Hal itu tentu dapat membuat pertumbuhan pohon tidak baik bahkan mati. “Masyarakat ikut membantu membersihkan daun-daun atau kotoran yang lainnya. Tapi, begitu di bawah pohon itu dibakar,” imbuhnya.

DABASAH, Radar Ijen – Keberadaan pohon ayoman di Bondowoso ternyata jumlahnya cukup banyak. Bahkan berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, jumlahnya mencapai ribuan pohon ayoman. Mirisnya, masih ada perilaku masyarakat yang kurang baik, yakni melakukan pembakaran sampah pada batang pohon tersebut.

BACA JUGA : Jawab Kebutuhan Layanan Dasar Kesehatan

Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Syahrial Fary mengatakan, Bondowoso kurang lebih memiliki 4.500 pohon ayoman yang tersebar di wilayah kota. Mulai dari Jalan A Yani, Jalan Mangunsarkoro, dan kawasan lainnya.

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2019 Pasal 4, pohon ayoman tersebut menjadi kewenangan dan tanggung jawab DLH. “Kalau di luar zona kota, itu kewenangan dari OPD (organisasi perangkat daerah, Red) yang lain,” jelasnya.

Ternyata, dengan banyaknya pohon ayoman tersebut, masih adanya perilaku masyarakat yang dapat merusak pohon sangat disayangkan. Membakar sampah di batang atau di akar pohon misalnya. Hal itu tentu dapat membuat pertumbuhan pohon tidak baik bahkan mati. “Masyarakat ikut membantu membersihkan daun-daun atau kotoran yang lainnya. Tapi, begitu di bawah pohon itu dibakar,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/