alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Ratusan Makanan dan Minuman Ditemukan Kedaluwarsa

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjelang Lebaran Idul Fitri, ratusan makanan dan minuman (mamin) diketahui tidak memenuhi persyaratan, baik kedaluwarsa maupun tidak berizin, mulai ditemukan. Hal itu diketahui saat Tim Koordinasi Pengawasan Keamanan Pangan Kabupaten Bondowoso melakukan sidak ke sejumlah toko grosir.

Sidak yang dilakukan mulai 12 April hingga kemarin (19/4), hasilnya cukup mengejutkan. Setidaknya ada 248 mamin yang tidak memenuhi syarat, baik telah kedaluwarsa, tidak memiliki izin edar, hingga tidak layak. “Dari total 248, ada 140 di antaranya kedaluwarsa,” ucap Agus Winarno, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Produk kedaluwarsa yang ditemukan juga ada di toko modern dan tradisional.

Selain kedaluwarsa, tambah dia, sebanyak 17 produk makanan ditemukan tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Ada juga yang tidak memiliki izin registrasi sebanyak 15 produk. Mirisnya, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga menemukan sejumlah produk dengan nomor registrasi palsu dan kemasan rusak sebanyak 74 produk.

Mobile_AP_Rectangle 2

Agus mengaku, pihaknya melakukan sidak di sejumlah toko, baik toko kelontong maupun modern. “Tidak hanya dilakukan di wilayah kota Bondowoso saja, tapi sejumlah kecamatan juga,” paparnya. Di antaranya, Kecamatan Cermee, Prajekan, Botolinggo, Sukosari, Sumberwringin, Maesan, Grujugan, Nangkaan, dan terakhir wilayah kota. Tepatnya di pasar induk dan sejumlah toko di pecinan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjelang Lebaran Idul Fitri, ratusan makanan dan minuman (mamin) diketahui tidak memenuhi persyaratan, baik kedaluwarsa maupun tidak berizin, mulai ditemukan. Hal itu diketahui saat Tim Koordinasi Pengawasan Keamanan Pangan Kabupaten Bondowoso melakukan sidak ke sejumlah toko grosir.

Sidak yang dilakukan mulai 12 April hingga kemarin (19/4), hasilnya cukup mengejutkan. Setidaknya ada 248 mamin yang tidak memenuhi syarat, baik telah kedaluwarsa, tidak memiliki izin edar, hingga tidak layak. “Dari total 248, ada 140 di antaranya kedaluwarsa,” ucap Agus Winarno, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Produk kedaluwarsa yang ditemukan juga ada di toko modern dan tradisional.

Selain kedaluwarsa, tambah dia, sebanyak 17 produk makanan ditemukan tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Ada juga yang tidak memiliki izin registrasi sebanyak 15 produk. Mirisnya, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga menemukan sejumlah produk dengan nomor registrasi palsu dan kemasan rusak sebanyak 74 produk.

Agus mengaku, pihaknya melakukan sidak di sejumlah toko, baik toko kelontong maupun modern. “Tidak hanya dilakukan di wilayah kota Bondowoso saja, tapi sejumlah kecamatan juga,” paparnya. Di antaranya, Kecamatan Cermee, Prajekan, Botolinggo, Sukosari, Sumberwringin, Maesan, Grujugan, Nangkaan, dan terakhir wilayah kota. Tepatnya di pasar induk dan sejumlah toko di pecinan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjelang Lebaran Idul Fitri, ratusan makanan dan minuman (mamin) diketahui tidak memenuhi persyaratan, baik kedaluwarsa maupun tidak berizin, mulai ditemukan. Hal itu diketahui saat Tim Koordinasi Pengawasan Keamanan Pangan Kabupaten Bondowoso melakukan sidak ke sejumlah toko grosir.

Sidak yang dilakukan mulai 12 April hingga kemarin (19/4), hasilnya cukup mengejutkan. Setidaknya ada 248 mamin yang tidak memenuhi syarat, baik telah kedaluwarsa, tidak memiliki izin edar, hingga tidak layak. “Dari total 248, ada 140 di antaranya kedaluwarsa,” ucap Agus Winarno, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Produk kedaluwarsa yang ditemukan juga ada di toko modern dan tradisional.

Selain kedaluwarsa, tambah dia, sebanyak 17 produk makanan ditemukan tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Ada juga yang tidak memiliki izin registrasi sebanyak 15 produk. Mirisnya, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga menemukan sejumlah produk dengan nomor registrasi palsu dan kemasan rusak sebanyak 74 produk.

Agus mengaku, pihaknya melakukan sidak di sejumlah toko, baik toko kelontong maupun modern. “Tidak hanya dilakukan di wilayah kota Bondowoso saja, tapi sejumlah kecamatan juga,” paparnya. Di antaranya, Kecamatan Cermee, Prajekan, Botolinggo, Sukosari, Sumberwringin, Maesan, Grujugan, Nangkaan, dan terakhir wilayah kota. Tepatnya di pasar induk dan sejumlah toko di pecinan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/