alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Akan Ada Kampung Zakat di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bondowoso, serta Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso, bersinergi untuk merencanakan pembentukan kampung zakat di Bondowoso. Hal tersebut bertujuan agar penyaluran zakat lebih maksimal dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Selain itu, tujuan lainnya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat di masa mendatang.

Diketahui, penyaluran zakat dapat dilakukan dalam dua model. Yakni zakat konsumtif dan zakat produktif. Zakat konsumtif diharapkan menjadi solusi bagi orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik) dalam memecahkan masalah keseharian mereka. Sedangkan zakat produktif, lebih diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para mustahik di masa akan datang.

M Fathorrazi, pengelola UNEJ Kampus Bondowoso, menyampaikan, pembentukan kampung zakat tersebut akan dilakukan di desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso. Mereka juga sudah melakukan audiensi bersama terkait rencana tersebut, di pendapa bupati, Kamis (18/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Fathorrazi menyampaikan, Bupati Drs KH Salwa Arifin menyambut baik rencana tersebut. Apalagi, sebelumnya hal tersebut belum pernah ada. Sehingga dirinya sangat mendukung program tersebut. Program tersebut juga dinilai sesuai dengan jargon Bondowoso Melesat. “Rencana ini merupakan rencana mulia, yang merupakan wujud melaksanakan perintah agama serta selaras dengan visi misi Bondowoso Melesat,” ungkap Fathorrazi, menyampaikan arahan bupati ketika audiensi, kemarin.

Dirinya juga menjelaskan, rencana pembentukan kampung zakat merupakan wujud integrasi yang baik dari tiga institusi. Salah satu program yang akan dijalankan nantinya adalah ternak kambing. Terdapat pembagian peran dan tugas yang jelas di masing-masing institusi. “Kami kebagian tugas mendesain manajemennya dan pembinaan serta pendampingannya. Karena terdapat prodi peternakan yang mendukung rencana kampung zakat tersebut,” jelasnya.

Pemkab melalui dinas terkait serta kecamatan dan pemerintahan desa dilibatkan dalam bentuk penyediaan kandang dan calon peternak yang akan diorbitkan. Sementara, Baznas berperan dalam pengadaan hewan ternak berupa kambing. Program ternak di kampung zakat tersebut diharapkan menjadi kegiatan pelecut bagi terbentuknya Bondowoso penghasil daging di Jawa timur.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bondowoso, serta Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso, bersinergi untuk merencanakan pembentukan kampung zakat di Bondowoso. Hal tersebut bertujuan agar penyaluran zakat lebih maksimal dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Selain itu, tujuan lainnya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat di masa mendatang.

Diketahui, penyaluran zakat dapat dilakukan dalam dua model. Yakni zakat konsumtif dan zakat produktif. Zakat konsumtif diharapkan menjadi solusi bagi orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik) dalam memecahkan masalah keseharian mereka. Sedangkan zakat produktif, lebih diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para mustahik di masa akan datang.

M Fathorrazi, pengelola UNEJ Kampus Bondowoso, menyampaikan, pembentukan kampung zakat tersebut akan dilakukan di desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso. Mereka juga sudah melakukan audiensi bersama terkait rencana tersebut, di pendapa bupati, Kamis (18/3).

Fathorrazi menyampaikan, Bupati Drs KH Salwa Arifin menyambut baik rencana tersebut. Apalagi, sebelumnya hal tersebut belum pernah ada. Sehingga dirinya sangat mendukung program tersebut. Program tersebut juga dinilai sesuai dengan jargon Bondowoso Melesat. “Rencana ini merupakan rencana mulia, yang merupakan wujud melaksanakan perintah agama serta selaras dengan visi misi Bondowoso Melesat,” ungkap Fathorrazi, menyampaikan arahan bupati ketika audiensi, kemarin.

Dirinya juga menjelaskan, rencana pembentukan kampung zakat merupakan wujud integrasi yang baik dari tiga institusi. Salah satu program yang akan dijalankan nantinya adalah ternak kambing. Terdapat pembagian peran dan tugas yang jelas di masing-masing institusi. “Kami kebagian tugas mendesain manajemennya dan pembinaan serta pendampingannya. Karena terdapat prodi peternakan yang mendukung rencana kampung zakat tersebut,” jelasnya.

Pemkab melalui dinas terkait serta kecamatan dan pemerintahan desa dilibatkan dalam bentuk penyediaan kandang dan calon peternak yang akan diorbitkan. Sementara, Baznas berperan dalam pengadaan hewan ternak berupa kambing. Program ternak di kampung zakat tersebut diharapkan menjadi kegiatan pelecut bagi terbentuknya Bondowoso penghasil daging di Jawa timur.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bondowoso, serta Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso, bersinergi untuk merencanakan pembentukan kampung zakat di Bondowoso. Hal tersebut bertujuan agar penyaluran zakat lebih maksimal dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Selain itu, tujuan lainnya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat di masa mendatang.

Diketahui, penyaluran zakat dapat dilakukan dalam dua model. Yakni zakat konsumtif dan zakat produktif. Zakat konsumtif diharapkan menjadi solusi bagi orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik) dalam memecahkan masalah keseharian mereka. Sedangkan zakat produktif, lebih diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para mustahik di masa akan datang.

M Fathorrazi, pengelola UNEJ Kampus Bondowoso, menyampaikan, pembentukan kampung zakat tersebut akan dilakukan di desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso. Mereka juga sudah melakukan audiensi bersama terkait rencana tersebut, di pendapa bupati, Kamis (18/3).

Fathorrazi menyampaikan, Bupati Drs KH Salwa Arifin menyambut baik rencana tersebut. Apalagi, sebelumnya hal tersebut belum pernah ada. Sehingga dirinya sangat mendukung program tersebut. Program tersebut juga dinilai sesuai dengan jargon Bondowoso Melesat. “Rencana ini merupakan rencana mulia, yang merupakan wujud melaksanakan perintah agama serta selaras dengan visi misi Bondowoso Melesat,” ungkap Fathorrazi, menyampaikan arahan bupati ketika audiensi, kemarin.

Dirinya juga menjelaskan, rencana pembentukan kampung zakat merupakan wujud integrasi yang baik dari tiga institusi. Salah satu program yang akan dijalankan nantinya adalah ternak kambing. Terdapat pembagian peran dan tugas yang jelas di masing-masing institusi. “Kami kebagian tugas mendesain manajemennya dan pembinaan serta pendampingannya. Karena terdapat prodi peternakan yang mendukung rencana kampung zakat tersebut,” jelasnya.

Pemkab melalui dinas terkait serta kecamatan dan pemerintahan desa dilibatkan dalam bentuk penyediaan kandang dan calon peternak yang akan diorbitkan. Sementara, Baznas berperan dalam pengadaan hewan ternak berupa kambing. Program ternak di kampung zakat tersebut diharapkan menjadi kegiatan pelecut bagi terbentuknya Bondowoso penghasil daging di Jawa timur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/