alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Tak Kenal Waktu dan Sering Dapat Penolakan dari Warga

Setiap jenazah yang terdiagnosis Covid-19, prosesi pemakamannya harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Para petugas pemakaman dalam setiap tugasnya selalu mengenakan APD lengkap. Tentu bukan perkara mudah bagi para petugas.

Mobile_AP_Rectangle 1

Namun demikian, dalam benaknya dia pantang menyerah menjadi petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19. “Kami bertekad bulat terus mengabdi sepenuh hati. Cemoohan warga seperti sudah jadi makanan sehari-hari. Kami telah terbiasa,” terangnya.

Petugas lainnya, Fauzi, mengaku ada suka dan duka sebagai petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. “Sukanya bisa menolong jenazah yang terkonfirmasi dan sambil belajar koordinasi. Serta menjalin kerukunan dan kekompakan tim,” paparnya.

Adapun dukanya, kata dia, ketika pihak keluarga tidak menerima jika jenazah terkonfirmasi itu dimakamkan secara protokol Covid-19. “Maka hal ini akan menghambat proses pemulasaraan jenazah. Sehingga harus melibatkan banyak petugas,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Solikhul Huda

- Advertisement -

Namun demikian, dalam benaknya dia pantang menyerah menjadi petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19. “Kami bertekad bulat terus mengabdi sepenuh hati. Cemoohan warga seperti sudah jadi makanan sehari-hari. Kami telah terbiasa,” terangnya.

Petugas lainnya, Fauzi, mengaku ada suka dan duka sebagai petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. “Sukanya bisa menolong jenazah yang terkonfirmasi dan sambil belajar koordinasi. Serta menjalin kerukunan dan kekompakan tim,” paparnya.

Adapun dukanya, kata dia, ketika pihak keluarga tidak menerima jika jenazah terkonfirmasi itu dimakamkan secara protokol Covid-19. “Maka hal ini akan menghambat proses pemulasaraan jenazah. Sehingga harus melibatkan banyak petugas,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Solikhul Huda

Namun demikian, dalam benaknya dia pantang menyerah menjadi petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19. “Kami bertekad bulat terus mengabdi sepenuh hati. Cemoohan warga seperti sudah jadi makanan sehari-hari. Kami telah terbiasa,” terangnya.

Petugas lainnya, Fauzi, mengaku ada suka dan duka sebagai petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. “Sukanya bisa menolong jenazah yang terkonfirmasi dan sambil belajar koordinasi. Serta menjalin kerukunan dan kekompakan tim,” paparnya.

Adapun dukanya, kata dia, ketika pihak keluarga tidak menerima jika jenazah terkonfirmasi itu dimakamkan secara protokol Covid-19. “Maka hal ini akan menghambat proses pemulasaraan jenazah. Sehingga harus melibatkan banyak petugas,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/