alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kolaborasikan Ikon Tape untuk Ijen Geopark

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ijen Geopark mulai menjadi perhatian banyak pihak. Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) pun melibatkan sejumlah perguruan tinggi (PT). Ada 14 PT yang siap menyukseskan Ijen Geopark di wilayah Bondowoso.

Bahkan, beberapa dari mereka banyak memberikan saran. Mengenai faktor-faktor pendukung Ijen Geopark. Salah satu masukannya adalah pembuatan Tape Corner. Saran itu disampaikan oleh M. Fathorrazi, Koordinator Program Studi Universitas Jember (Unej) kampus Bondowoso.

Dia menyebut, bahwa tape menjadi salah satu ikon Bondowoso. “Tape Bondowoso ini sudah terkenal. Makanya perlu diperkuat dengan adanya Tape Corner. Di sana menyediakan berbagai produk yang terbuat dari tape,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berbagai olahan tape bisa dibuat atau disediakan. Misalnya jus tape, kue tape, dan berbagai olahan lain yang terbuat dari tape Bondowoso. “Dengan begitu, mahasiswa yang ada di Bondowoso tidak malu untuk membeli tape. Karena sudah ada tempat khusus dan dibuat semenarik mungkin,” imbuhnya.

Menurut dia, keberadaan Tape Corner bukan tidak mungkin diserbu kalangan mahasiswa. Sebab, di Unej Kampus Bondowoso terdapat ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. Selain Fathorrazi, KH Abdul Hamid Wahid, Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo, mengatakan bahwa branding produk yang menjadi khas Bondowoso sangat penting. “Misalnya tape buatan Bondowoso. Tetapi jangan dikemas atau di-branding menggunakan nama kabupaten lain. Itu yang perlu dijaga,” sarannya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ijen Geopark mulai menjadi perhatian banyak pihak. Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) pun melibatkan sejumlah perguruan tinggi (PT). Ada 14 PT yang siap menyukseskan Ijen Geopark di wilayah Bondowoso.

Bahkan, beberapa dari mereka banyak memberikan saran. Mengenai faktor-faktor pendukung Ijen Geopark. Salah satu masukannya adalah pembuatan Tape Corner. Saran itu disampaikan oleh M. Fathorrazi, Koordinator Program Studi Universitas Jember (Unej) kampus Bondowoso.

Dia menyebut, bahwa tape menjadi salah satu ikon Bondowoso. “Tape Bondowoso ini sudah terkenal. Makanya perlu diperkuat dengan adanya Tape Corner. Di sana menyediakan berbagai produk yang terbuat dari tape,” paparnya.

Berbagai olahan tape bisa dibuat atau disediakan. Misalnya jus tape, kue tape, dan berbagai olahan lain yang terbuat dari tape Bondowoso. “Dengan begitu, mahasiswa yang ada di Bondowoso tidak malu untuk membeli tape. Karena sudah ada tempat khusus dan dibuat semenarik mungkin,” imbuhnya.

Menurut dia, keberadaan Tape Corner bukan tidak mungkin diserbu kalangan mahasiswa. Sebab, di Unej Kampus Bondowoso terdapat ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. Selain Fathorrazi, KH Abdul Hamid Wahid, Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo, mengatakan bahwa branding produk yang menjadi khas Bondowoso sangat penting. “Misalnya tape buatan Bondowoso. Tetapi jangan dikemas atau di-branding menggunakan nama kabupaten lain. Itu yang perlu dijaga,” sarannya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ijen Geopark mulai menjadi perhatian banyak pihak. Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) pun melibatkan sejumlah perguruan tinggi (PT). Ada 14 PT yang siap menyukseskan Ijen Geopark di wilayah Bondowoso.

Bahkan, beberapa dari mereka banyak memberikan saran. Mengenai faktor-faktor pendukung Ijen Geopark. Salah satu masukannya adalah pembuatan Tape Corner. Saran itu disampaikan oleh M. Fathorrazi, Koordinator Program Studi Universitas Jember (Unej) kampus Bondowoso.

Dia menyebut, bahwa tape menjadi salah satu ikon Bondowoso. “Tape Bondowoso ini sudah terkenal. Makanya perlu diperkuat dengan adanya Tape Corner. Di sana menyediakan berbagai produk yang terbuat dari tape,” paparnya.

Berbagai olahan tape bisa dibuat atau disediakan. Misalnya jus tape, kue tape, dan berbagai olahan lain yang terbuat dari tape Bondowoso. “Dengan begitu, mahasiswa yang ada di Bondowoso tidak malu untuk membeli tape. Karena sudah ada tempat khusus dan dibuat semenarik mungkin,” imbuhnya.

Menurut dia, keberadaan Tape Corner bukan tidak mungkin diserbu kalangan mahasiswa. Sebab, di Unej Kampus Bondowoso terdapat ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. Selain Fathorrazi, KH Abdul Hamid Wahid, Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo, mengatakan bahwa branding produk yang menjadi khas Bondowoso sangat penting. “Misalnya tape buatan Bondowoso. Tetapi jangan dikemas atau di-branding menggunakan nama kabupaten lain. Itu yang perlu dijaga,” sarannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/