alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Rumah Sakit Siap 100 Persen

Hanya Vaksinnya Belum Tiba

Mobile_AP_Rectangle 1

Yus Priyatna Andryanto, Plt direktur RSUD dr Koesnadi, mengatakan bahwa pihaknya sudah siap melaksanakan pemberian vaksin. “Rumah sakit kami sudah siap 100 persen,” ujarnya.

Para nakes yang akan menyuntikkan vaksin dan memprosesnya pun selama ini sudah mendapat sosialisasi dan pelatihan. “Mendapatkan pembekalan dan ada pelatihannya melalui daring,” imbuh pria yang akrab disapa dokter Yus ini.

Dijelaskannya, vaksin Covid-19 ini memang masih menjadi pro dan kontra. Tak terkecuali di lingkungan tenaga medis. Meski sama-sama berprofesi sebagai nakes, namun tidak semua siap. “Untuk yang tidak mendaftar dan menolak, menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” tegas Yus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Disinggung mengenai apakah seluruh nakes di RSUD dr Koesnadi sudah bersedia mendaftar vaksin, pihaknya masih memproses pendataan. “Masih kami data lebih lanjut,” pungkasnya.

- Advertisement -

Yus Priyatna Andryanto, Plt direktur RSUD dr Koesnadi, mengatakan bahwa pihaknya sudah siap melaksanakan pemberian vaksin. “Rumah sakit kami sudah siap 100 persen,” ujarnya.

Para nakes yang akan menyuntikkan vaksin dan memprosesnya pun selama ini sudah mendapat sosialisasi dan pelatihan. “Mendapatkan pembekalan dan ada pelatihannya melalui daring,” imbuh pria yang akrab disapa dokter Yus ini.

Dijelaskannya, vaksin Covid-19 ini memang masih menjadi pro dan kontra. Tak terkecuali di lingkungan tenaga medis. Meski sama-sama berprofesi sebagai nakes, namun tidak semua siap. “Untuk yang tidak mendaftar dan menolak, menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” tegas Yus.

Disinggung mengenai apakah seluruh nakes di RSUD dr Koesnadi sudah bersedia mendaftar vaksin, pihaknya masih memproses pendataan. “Masih kami data lebih lanjut,” pungkasnya.

Yus Priyatna Andryanto, Plt direktur RSUD dr Koesnadi, mengatakan bahwa pihaknya sudah siap melaksanakan pemberian vaksin. “Rumah sakit kami sudah siap 100 persen,” ujarnya.

Para nakes yang akan menyuntikkan vaksin dan memprosesnya pun selama ini sudah mendapat sosialisasi dan pelatihan. “Mendapatkan pembekalan dan ada pelatihannya melalui daring,” imbuh pria yang akrab disapa dokter Yus ini.

Dijelaskannya, vaksin Covid-19 ini memang masih menjadi pro dan kontra. Tak terkecuali di lingkungan tenaga medis. Meski sama-sama berprofesi sebagai nakes, namun tidak semua siap. “Untuk yang tidak mendaftar dan menolak, menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” tegas Yus.

Disinggung mengenai apakah seluruh nakes di RSUD dr Koesnadi sudah bersedia mendaftar vaksin, pihaknya masih memproses pendataan. “Masih kami data lebih lanjut,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/