alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kasus DBD Landai, Jangan Lengah

Musim Hujan, Kasus Tak Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pada musim hujan warga memang harus ekstra waspada terhadap kebersihan lingkungan. Harus rajin-rajin membersihkan bak mandi serta membersihkan genangan air yang ada di sekitar rumah. Ketika musim hujan, biasanya kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat.

Di awal tahun ini, sebagian besar wilayah Bondowoso masih dilanda hujan. Beruntungnya, kasus DBD tidak mengalami lonjakan. Padahal, data dari Dinkes Bondowoso menunjukkan ada 34 kasus DBD di Januari 2020. Sedangkan pada pertengahan Januari 2021, kasusnya tak sampai sepuluh pasien. Total masih ada 4 kasus DBD di Bondowoso. “Alhamdulillah malah menurun dibanding tahun lalu di bulan yang sama,” ujar dr Mohammad Imron, Kepala Dinkes Bondowoso.

Haris Ahmadi, Programer Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Dinas Kesehatan Bondowoso, mengatakan, berdasarkan data 2017-2019, sebanyak 76 desa dari 219 desa endemis DBD. Berikutnya pada 2020 jumlah kasus DBD mengalami penurunan. “Dari Januari-Oktober 2019 terdapat 362 kasus DBD,” sebutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sisi lain, menurutnya, nyamuk Aedes aegypti dan virus penyebab DBD tampaknya sudah mulai beradaptasi dengan kondisi alam di Bondowoso. Terbukti, di Kecamatan Ijen terdapat kasus DBD. Padahal kasus DBD sebelumnya tidak ditemukan di sana. “Hal tersebut terjadi kemungkinan karena adanya perubahan musim. Di Ijen sekarang sudah tidak dingin lagi,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pada musim hujan warga memang harus ekstra waspada terhadap kebersihan lingkungan. Harus rajin-rajin membersihkan bak mandi serta membersihkan genangan air yang ada di sekitar rumah. Ketika musim hujan, biasanya kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat.

Di awal tahun ini, sebagian besar wilayah Bondowoso masih dilanda hujan. Beruntungnya, kasus DBD tidak mengalami lonjakan. Padahal, data dari Dinkes Bondowoso menunjukkan ada 34 kasus DBD di Januari 2020. Sedangkan pada pertengahan Januari 2021, kasusnya tak sampai sepuluh pasien. Total masih ada 4 kasus DBD di Bondowoso. “Alhamdulillah malah menurun dibanding tahun lalu di bulan yang sama,” ujar dr Mohammad Imron, Kepala Dinkes Bondowoso.

Haris Ahmadi, Programer Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Dinas Kesehatan Bondowoso, mengatakan, berdasarkan data 2017-2019, sebanyak 76 desa dari 219 desa endemis DBD. Berikutnya pada 2020 jumlah kasus DBD mengalami penurunan. “Dari Januari-Oktober 2019 terdapat 362 kasus DBD,” sebutnya.

Di sisi lain, menurutnya, nyamuk Aedes aegypti dan virus penyebab DBD tampaknya sudah mulai beradaptasi dengan kondisi alam di Bondowoso. Terbukti, di Kecamatan Ijen terdapat kasus DBD. Padahal kasus DBD sebelumnya tidak ditemukan di sana. “Hal tersebut terjadi kemungkinan karena adanya perubahan musim. Di Ijen sekarang sudah tidak dingin lagi,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pada musim hujan warga memang harus ekstra waspada terhadap kebersihan lingkungan. Harus rajin-rajin membersihkan bak mandi serta membersihkan genangan air yang ada di sekitar rumah. Ketika musim hujan, biasanya kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat.

Di awal tahun ini, sebagian besar wilayah Bondowoso masih dilanda hujan. Beruntungnya, kasus DBD tidak mengalami lonjakan. Padahal, data dari Dinkes Bondowoso menunjukkan ada 34 kasus DBD di Januari 2020. Sedangkan pada pertengahan Januari 2021, kasusnya tak sampai sepuluh pasien. Total masih ada 4 kasus DBD di Bondowoso. “Alhamdulillah malah menurun dibanding tahun lalu di bulan yang sama,” ujar dr Mohammad Imron, Kepala Dinkes Bondowoso.

Haris Ahmadi, Programer Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Dinas Kesehatan Bondowoso, mengatakan, berdasarkan data 2017-2019, sebanyak 76 desa dari 219 desa endemis DBD. Berikutnya pada 2020 jumlah kasus DBD mengalami penurunan. “Dari Januari-Oktober 2019 terdapat 362 kasus DBD,” sebutnya.

Di sisi lain, menurutnya, nyamuk Aedes aegypti dan virus penyebab DBD tampaknya sudah mulai beradaptasi dengan kondisi alam di Bondowoso. Terbukti, di Kecamatan Ijen terdapat kasus DBD. Padahal kasus DBD sebelumnya tidak ditemukan di sana. “Hal tersebut terjadi kemungkinan karena adanya perubahan musim. Di Ijen sekarang sudah tidak dingin lagi,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/