alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Menunggu Pembahasan Revisi RPJMD

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembahasan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dari Pemkab Bondowoso oleh DPRD Bondowoso terus dilakukan. Hingga kini, pihak legislatif belum rampung membahas revisi RPJMD yang terlambat masuk ke meja dewan.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bondowoso sekaligus Ketua Pansus RPJMD Tohari, Peraturan Daerah (Perda) tentang RPJMD menjadi dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). “Dari Perda RPJMD menjadi dasar penyusunan KUA PPAS, dan tentunya kemudian untuk APBD tahun anggaran 2022 nantinya,” kata Tohari.

Walaupun pembahasan tersebut sudah rampung, pihaknya belum dapat menetapkan APBD. “Karena Perda RT RW dari Provinsi Jawa Timur juga masih belum selesai. Sama, provinsi juga menjadi dasar penyusunan APBD. Kami sekarang, ya, juga menunggu dari provinsi,” imbuh politisi PKB ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, Tohari mengatakan, meskipun pembahasan RPJMD sudah selesai, tetapi pihak provinsi belum mengundangkan perda tersebut, pihaknya juga belum dapat menetapkan. Keterlambatan draf KUA PPAS dari pihak eksekutif tentunya juga berpengaruh pada pembahasan APBD 2022. “Ya, tentunya. Draf itu baru masuk setelah RPJMD selesai,” urainya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembahasan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dari Pemkab Bondowoso oleh DPRD Bondowoso terus dilakukan. Hingga kini, pihak legislatif belum rampung membahas revisi RPJMD yang terlambat masuk ke meja dewan.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bondowoso sekaligus Ketua Pansus RPJMD Tohari, Peraturan Daerah (Perda) tentang RPJMD menjadi dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). “Dari Perda RPJMD menjadi dasar penyusunan KUA PPAS, dan tentunya kemudian untuk APBD tahun anggaran 2022 nantinya,” kata Tohari.

Walaupun pembahasan tersebut sudah rampung, pihaknya belum dapat menetapkan APBD. “Karena Perda RT RW dari Provinsi Jawa Timur juga masih belum selesai. Sama, provinsi juga menjadi dasar penyusunan APBD. Kami sekarang, ya, juga menunggu dari provinsi,” imbuh politisi PKB ini.

Lebih lanjut, Tohari mengatakan, meskipun pembahasan RPJMD sudah selesai, tetapi pihak provinsi belum mengundangkan perda tersebut, pihaknya juga belum dapat menetapkan. Keterlambatan draf KUA PPAS dari pihak eksekutif tentunya juga berpengaruh pada pembahasan APBD 2022. “Ya, tentunya. Draf itu baru masuk setelah RPJMD selesai,” urainya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembahasan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dari Pemkab Bondowoso oleh DPRD Bondowoso terus dilakukan. Hingga kini, pihak legislatif belum rampung membahas revisi RPJMD yang terlambat masuk ke meja dewan.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bondowoso sekaligus Ketua Pansus RPJMD Tohari, Peraturan Daerah (Perda) tentang RPJMD menjadi dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). “Dari Perda RPJMD menjadi dasar penyusunan KUA PPAS, dan tentunya kemudian untuk APBD tahun anggaran 2022 nantinya,” kata Tohari.

Walaupun pembahasan tersebut sudah rampung, pihaknya belum dapat menetapkan APBD. “Karena Perda RT RW dari Provinsi Jawa Timur juga masih belum selesai. Sama, provinsi juga menjadi dasar penyusunan APBD. Kami sekarang, ya, juga menunggu dari provinsi,” imbuh politisi PKB ini.

Lebih lanjut, Tohari mengatakan, meskipun pembahasan RPJMD sudah selesai, tetapi pihak provinsi belum mengundangkan perda tersebut, pihaknya juga belum dapat menetapkan. Keterlambatan draf KUA PPAS dari pihak eksekutif tentunya juga berpengaruh pada pembahasan APBD 2022. “Ya, tentunya. Draf itu baru masuk setelah RPJMD selesai,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/