alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Bisnis Cafe Bondowoso Mulai Bangkit Kembali

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Para pelaku usaha kopi di Bondowoso mulai mendapatkan angin segar. Pasalnya, omzet atau pendapatan mereka mulai meningkat walaupun belum signifikan. Hal tersebut beriringan dengan landainya penyebaran Covid-19 di Bondowoso.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu manajer kafe, Steven Leo Agusta Ari Irwan. Dia mengatakan, kebijakan level dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sangat berpengaruh terhadap kunjungan.

Menurut dia, sejak pertengahan September hingga awal Oktober ini kunjungan sudah mulai meningkat meskipun tidak terlalu signifikan. “Kami kan sudah mulai diperpanjang waktunya hingga malam,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, kafe biasanya ramai pengunjung sekitar pukul 20.00 sampai 22.00. “Cuma memang daya beli masyarakat kayaknya kurang. Karena terlalu lama PPKM,” katanya.

Menurut dia, pemberlakuan PPKM sangat berpengaruh. Saat Bondowoso sempat berada di level 1, kafe yang ada di Kampung Kopi Kelurahan Tamansari itu mulai sangat ramai. “Pas kembali ke level 3, kembali lagi sepi,” paparnya.

Sementara, saat ini kunjungan mulai ramai ketika sore hari. Namun, keterisian meja dengan kapasitas tiga sampai empat orang hanya terisi sekitar lima sampai enam meja. “Ketersediaan meja ada sekitar 20 meja. Kalau pagi orang cuma makan, kemudian pulang,” paparnya. Meski demikian, dirinya mengakui sudah mulai ada pemulihan omzet. Peningkatannya sekitar 50 persen dibanding awal PPKM.

Hal senada juga dipaparkan oleh pemilik warung kopi lainnya, Pringgo. Setelah kasus Covid-19 menurun, kegiatan usahanya hampir kembali normal. “Pemerintah mulai memperbolehkan makan di lokasi. Kunjungan meningkat 60 persen dibandingkan awal PPKM. Omzet pun otomatis meningkat,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Para pelaku usaha kopi di Bondowoso mulai mendapatkan angin segar. Pasalnya, omzet atau pendapatan mereka mulai meningkat walaupun belum signifikan. Hal tersebut beriringan dengan landainya penyebaran Covid-19 di Bondowoso.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu manajer kafe, Steven Leo Agusta Ari Irwan. Dia mengatakan, kebijakan level dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sangat berpengaruh terhadap kunjungan.

Menurut dia, sejak pertengahan September hingga awal Oktober ini kunjungan sudah mulai meningkat meskipun tidak terlalu signifikan. “Kami kan sudah mulai diperpanjang waktunya hingga malam,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Menurut dia, kafe biasanya ramai pengunjung sekitar pukul 20.00 sampai 22.00. “Cuma memang daya beli masyarakat kayaknya kurang. Karena terlalu lama PPKM,” katanya.

Menurut dia, pemberlakuan PPKM sangat berpengaruh. Saat Bondowoso sempat berada di level 1, kafe yang ada di Kampung Kopi Kelurahan Tamansari itu mulai sangat ramai. “Pas kembali ke level 3, kembali lagi sepi,” paparnya.

Sementara, saat ini kunjungan mulai ramai ketika sore hari. Namun, keterisian meja dengan kapasitas tiga sampai empat orang hanya terisi sekitar lima sampai enam meja. “Ketersediaan meja ada sekitar 20 meja. Kalau pagi orang cuma makan, kemudian pulang,” paparnya. Meski demikian, dirinya mengakui sudah mulai ada pemulihan omzet. Peningkatannya sekitar 50 persen dibanding awal PPKM.

Hal senada juga dipaparkan oleh pemilik warung kopi lainnya, Pringgo. Setelah kasus Covid-19 menurun, kegiatan usahanya hampir kembali normal. “Pemerintah mulai memperbolehkan makan di lokasi. Kunjungan meningkat 60 persen dibandingkan awal PPKM. Omzet pun otomatis meningkat,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Para pelaku usaha kopi di Bondowoso mulai mendapatkan angin segar. Pasalnya, omzet atau pendapatan mereka mulai meningkat walaupun belum signifikan. Hal tersebut beriringan dengan landainya penyebaran Covid-19 di Bondowoso.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu manajer kafe, Steven Leo Agusta Ari Irwan. Dia mengatakan, kebijakan level dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sangat berpengaruh terhadap kunjungan.

Menurut dia, sejak pertengahan September hingga awal Oktober ini kunjungan sudah mulai meningkat meskipun tidak terlalu signifikan. “Kami kan sudah mulai diperpanjang waktunya hingga malam,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Menurut dia, kafe biasanya ramai pengunjung sekitar pukul 20.00 sampai 22.00. “Cuma memang daya beli masyarakat kayaknya kurang. Karena terlalu lama PPKM,” katanya.

Menurut dia, pemberlakuan PPKM sangat berpengaruh. Saat Bondowoso sempat berada di level 1, kafe yang ada di Kampung Kopi Kelurahan Tamansari itu mulai sangat ramai. “Pas kembali ke level 3, kembali lagi sepi,” paparnya.

Sementara, saat ini kunjungan mulai ramai ketika sore hari. Namun, keterisian meja dengan kapasitas tiga sampai empat orang hanya terisi sekitar lima sampai enam meja. “Ketersediaan meja ada sekitar 20 meja. Kalau pagi orang cuma makan, kemudian pulang,” paparnya. Meski demikian, dirinya mengakui sudah mulai ada pemulihan omzet. Peningkatannya sekitar 50 persen dibanding awal PPKM.

Hal senada juga dipaparkan oleh pemilik warung kopi lainnya, Pringgo. Setelah kasus Covid-19 menurun, kegiatan usahanya hampir kembali normal. “Pemerintah mulai memperbolehkan makan di lokasi. Kunjungan meningkat 60 persen dibandingkan awal PPKM. Omzet pun otomatis meningkat,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/