alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo Tak Dibongkar

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tuntutan warga Kotakulon yang berada di sekitaran pasar wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo terus menjadi pembahasan. Ini setelah sebelumnya warga menilai kinerja Pemkab Bondowoso lamban atas penanganan kawasan wisata kuliner tersebut.

Kemarin (18/8), pembahasan titik terang atas polemik tersebut terus dimatangkan oleh Pemkab Bondowoso bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat memastikan bahwa dalam upaya memenuhi tuntutan warga, pemerintah tidak akan membongkar pasar yang telah dibangun sejak 2017 silam tersebut. “Oh, tidak itu. Tidak ada (pembongkaran, Red),” katanya saat menanggapi pertanyaan awak media mengenai kemungkinan untuk membongkar bangunan.

Dalam pertemuan bersama sejumlah OPD, kemarin, pemerintah justru berencana untuk mengaktifkan kembali jembatan lama yang dianggap memengaruhi letak strategis ekonomi warga. Sehingga akses masyarakat kembali normal. “Sudah dibuat tadi prioritas nanti di APBD 2022,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan rencana renovasi jalan warga, pembangunan poskamling, dan peninjauan kembali terhadap kelas tanah agar diturunkan. “Semua unsur tadi sudah bekerja sendiri-sendiri, sesuai dengan tupoksinya,” urainya. Dari semua rencana renovasi tersebut, Irwan mengemukakan bahwa akan menggunakan anggaran yang masih dalam tahap penghitungan.

Sebelumnya, diberitakan bahwa sejumlah warga di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Bondowoso, menyegel pasar wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo, Sabtu (14/08). Mereka memasang tulisan “Tempat Ini Disegel Warga, Dilarang Berjualan di Sini” dan memasang sejumlah kawat pembatas.

Sumaji Budi, salah satu warga setempat, mengatakan, aksi ini dilakukan karena warga geram dengan sikap pemerintah yang dinilainya tidak mengindahkan keluhan warga setempat. Sebab, sejak bangunan pasar didirikan pada 2017 lalu, tidak sedikit warga mengalami kerugian secara ekonomi. “Nilai ekonomi turun. Dulu di pinggir jalan, sekarang di gang buntu. Sementara tagihan pajak kami tetap berada di kelas 1,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Tak hanya itu, keberadaan pasar di dekat permukiman warga juga berdampak sosial dan ekonomi. Sebagian warga yang awalnya memiliki usaha, kini bangkrut. Padahal, kondisi tersebut telah disampaikan oleh perwakilan warga dengan mengirim surat kepada bupati.

Sebelum ini, Pemkab Bondowoso mengadakan audiensi dengan perwakilan warga, Senin (16/8). Audiensi itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar dan sejumlah pejabat teras. Selain itu, ada Kepala Dinas PUPR Munandar serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Aris Agung Sungkawa.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tuntutan warga Kotakulon yang berada di sekitaran pasar wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo terus menjadi pembahasan. Ini setelah sebelumnya warga menilai kinerja Pemkab Bondowoso lamban atas penanganan kawasan wisata kuliner tersebut.

Kemarin (18/8), pembahasan titik terang atas polemik tersebut terus dimatangkan oleh Pemkab Bondowoso bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat memastikan bahwa dalam upaya memenuhi tuntutan warga, pemerintah tidak akan membongkar pasar yang telah dibangun sejak 2017 silam tersebut. “Oh, tidak itu. Tidak ada (pembongkaran, Red),” katanya saat menanggapi pertanyaan awak media mengenai kemungkinan untuk membongkar bangunan.

Dalam pertemuan bersama sejumlah OPD, kemarin, pemerintah justru berencana untuk mengaktifkan kembali jembatan lama yang dianggap memengaruhi letak strategis ekonomi warga. Sehingga akses masyarakat kembali normal. “Sudah dibuat tadi prioritas nanti di APBD 2022,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan rencana renovasi jalan warga, pembangunan poskamling, dan peninjauan kembali terhadap kelas tanah agar diturunkan. “Semua unsur tadi sudah bekerja sendiri-sendiri, sesuai dengan tupoksinya,” urainya. Dari semua rencana renovasi tersebut, Irwan mengemukakan bahwa akan menggunakan anggaran yang masih dalam tahap penghitungan.

Sebelumnya, diberitakan bahwa sejumlah warga di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Bondowoso, menyegel pasar wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo, Sabtu (14/08). Mereka memasang tulisan “Tempat Ini Disegel Warga, Dilarang Berjualan di Sini” dan memasang sejumlah kawat pembatas.

Sumaji Budi, salah satu warga setempat, mengatakan, aksi ini dilakukan karena warga geram dengan sikap pemerintah yang dinilainya tidak mengindahkan keluhan warga setempat. Sebab, sejak bangunan pasar didirikan pada 2017 lalu, tidak sedikit warga mengalami kerugian secara ekonomi. “Nilai ekonomi turun. Dulu di pinggir jalan, sekarang di gang buntu. Sementara tagihan pajak kami tetap berada di kelas 1,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Tak hanya itu, keberadaan pasar di dekat permukiman warga juga berdampak sosial dan ekonomi. Sebagian warga yang awalnya memiliki usaha, kini bangkrut. Padahal, kondisi tersebut telah disampaikan oleh perwakilan warga dengan mengirim surat kepada bupati.

Sebelum ini, Pemkab Bondowoso mengadakan audiensi dengan perwakilan warga, Senin (16/8). Audiensi itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar dan sejumlah pejabat teras. Selain itu, ada Kepala Dinas PUPR Munandar serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Aris Agung Sungkawa.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tuntutan warga Kotakulon yang berada di sekitaran pasar wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo terus menjadi pembahasan. Ini setelah sebelumnya warga menilai kinerja Pemkab Bondowoso lamban atas penanganan kawasan wisata kuliner tersebut.

Kemarin (18/8), pembahasan titik terang atas polemik tersebut terus dimatangkan oleh Pemkab Bondowoso bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat memastikan bahwa dalam upaya memenuhi tuntutan warga, pemerintah tidak akan membongkar pasar yang telah dibangun sejak 2017 silam tersebut. “Oh, tidak itu. Tidak ada (pembongkaran, Red),” katanya saat menanggapi pertanyaan awak media mengenai kemungkinan untuk membongkar bangunan.

Dalam pertemuan bersama sejumlah OPD, kemarin, pemerintah justru berencana untuk mengaktifkan kembali jembatan lama yang dianggap memengaruhi letak strategis ekonomi warga. Sehingga akses masyarakat kembali normal. “Sudah dibuat tadi prioritas nanti di APBD 2022,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan rencana renovasi jalan warga, pembangunan poskamling, dan peninjauan kembali terhadap kelas tanah agar diturunkan. “Semua unsur tadi sudah bekerja sendiri-sendiri, sesuai dengan tupoksinya,” urainya. Dari semua rencana renovasi tersebut, Irwan mengemukakan bahwa akan menggunakan anggaran yang masih dalam tahap penghitungan.

Sebelumnya, diberitakan bahwa sejumlah warga di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Bondowoso, menyegel pasar wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo, Sabtu (14/08). Mereka memasang tulisan “Tempat Ini Disegel Warga, Dilarang Berjualan di Sini” dan memasang sejumlah kawat pembatas.

Sumaji Budi, salah satu warga setempat, mengatakan, aksi ini dilakukan karena warga geram dengan sikap pemerintah yang dinilainya tidak mengindahkan keluhan warga setempat. Sebab, sejak bangunan pasar didirikan pada 2017 lalu, tidak sedikit warga mengalami kerugian secara ekonomi. “Nilai ekonomi turun. Dulu di pinggir jalan, sekarang di gang buntu. Sementara tagihan pajak kami tetap berada di kelas 1,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Tak hanya itu, keberadaan pasar di dekat permukiman warga juga berdampak sosial dan ekonomi. Sebagian warga yang awalnya memiliki usaha, kini bangkrut. Padahal, kondisi tersebut telah disampaikan oleh perwakilan warga dengan mengirim surat kepada bupati.

Sebelum ini, Pemkab Bondowoso mengadakan audiensi dengan perwakilan warga, Senin (16/8). Audiensi itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar dan sejumlah pejabat teras. Selain itu, ada Kepala Dinas PUPR Munandar serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Aris Agung Sungkawa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/